DOBEL DISKON 95% + 10% SPESIAL PROMO PUNCAK 7.7!
Belajar Data Science Paket Premium cuma 6 Bulan Hanya 177K!
SERBU SEKARANG!
Pendaftaran ditutup dalam 2 Hari 9 Jam 45 Menit 38 Detik 

Rekomendasi Bahasa Pemrograman Untuk Kursus Data Science Jakarta

Belajar Data Science di Rumah 29-April-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/97cb84ecb4b9b1742e0267f9ff0e64eb_x_Thumbnail800.jpg

Kursus Data Science saat ini adalah salah satu dari banyak kursus yang menjadi semakin populer di bidang data. Hal ini tentunya karena Data Scientist adalah salah satu pekerjaan terseksi di era ini. Tapi jangan khawatir, sudah banyak kursus Data Science yang memberikan pembelajaran data science secara online maupun offline. Beberapa hal yang wajib kamu pahami adalah kamu harus memahami bagaimana memahami kebutuhan bisnis dan terbiasa dengan pemahaman bisnis. Kemudian memahami penerapan ilmu statistik dan matematika guna dalam tahap pemrosesan data, dan storytelling untuk menyampaikan hasil analisismu.

Untuk berkarir di bidang data, kamu membutuhkan beberapa keterampilan khusus bahasa pemrograman. Agar mudah dipahami bahasa pemrograman apa yang paling dibutuhkan dalam dunia nyata untuk digunakan pada bidang Data Science. Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai bahasa pemrograman apa saja yang digunakan ketika mengikuti kursus Data Science yang disediakan oleh DQLab. Penasaran seperti apa bahasa pemrogramannya? Simak penjelasan berikut!


1. Python Bahasa Pemrograman yang Populer di Kalangan Programmer

Python adalah salah satu Bahasa pemrograman yang sangat populer di kalangan programmer. Python diciptakan oleh Guido van Rossum pada tahun 1991. Sintaks yang sederhana, mudah diingat, dan dibaca karena Python menekankan pada aspek kemudahan dalam membaca kodenya. Selain itu, Python juga dapat digunakan diberbagai sistem operasi seperti Windows, Mac OS, Linux, dan lain sebagainya. Python juga memiliki package yang bisa diadaptasi ke dalam program dan komunitas dimana setiap pengguna bisa berkontribusi. Python digunakan oleh developer ketika melakukan pekerjaan statistik yang tersambung dengan aplikasi web atau database tertentu. Salah satu environment python adalah JupyterLab, Spyder, atau Notebook.

Bahasa pemrograman Python ini membuat pekerjaan lebih mudah karena adanya IPython Notebook, yang dapat membagikan catatan kepada siapa saja tanpa meminta mereka mengunduh program. Python juga merupakan bahasa general yang mudah dipelajari dan dimengerti oleh banyak developer dan siap untuk digunakan ke dunia kerja.


Baca juga : Awali Kursus Data Science Gratis Di Era Pandemi Bersama DQLab


2. R Bahasa Pemrograman Untuk Analisis Data

R diciptakan oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman pada tahun 1995 sebagai bentuk bahasa pemrograman S. Tujuannya adalah untuk mengembangkan bahasa yang fokus pada analisis data, statistik, dan model grafis. Salah satu keunggulan R adalah komunitas besar yang tergabung dalam satu mailing-list, dokumentasi para pengguna yang mudah diakses, grup Stack Overflow yang sangat aktif, dan koleksi packages R yang dibagikan oleh sesama pengguna. Pada dasarnya Python, R, dan SQL adalah bahasa pemrograman yang sama-sama berfokus pada pekerjaan statistik. R biasanya digunakan ketika melakukan analisis data dimana datanya berasal dari server pribadi. Hampir semua jenis data dapat diolah dengan R. Salah satu library yang disediakan R untuk visualisasi data adalah ggplot2, ggvis dan lattice.

Untuk visualisasi data, R merupakan bahasa pemrograman yang tepat untuk digunakan. Sebab R punya cukup banyak packages yang sangat mendukung untuk membangun sebuah visualisasi yang cukup menarik. Misalnya saja, adanya ggplot2 yang digunakan untuk membuat grafik, lattice untuk menunjukkan hubungan dari variabel, dan rCharts untuk memunculkan visualisasi dari java script dengan menggunakan R.


3. SQL Bahasa Pemrograman yang Mudah dan Aplikatif

Pada tahun 1970, team yang beranggotakan peneliti IBM Donald D. Chamberlin dan Raymond F. Boyce, mengembangkan SQUARE menjadi SEQUEL (Structured English Query Language). Kemudian, pada 1986, IBM menggunakan SEQUEL dalam berbagai proyek database mereka. Tak lama, nama SEQUEL pun diubah menjadi SQL agar lebih mudah dieja. SQL (Structured Query Language) adalah bahasa database yang digunakan untuk membuat, memelihara, dan mengambil basis data relasional. SQL masih menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan. Walaupun saat ini sudah banyak tersedia berbagai jenis database, SQL tetap dibutuhkan untuk mengambil data dari sebuah database.

Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya yang membutuhkan pemahaman konseptual tingkat tinggi dan menghafal langkah-langkah yang diperlukan, SQL dipuji karena kesederhanaannya dengan menggunakan pernyataan dengan kata-kata bahasa inggris yang mudah dipahami. Jika baru mengenal pemrograman dan Data Science, SQL adalah bahasa terbaik untuk memulai.


Baca juga : Kursus Data Science Jakarta: Tips Cermat Belajar Data Science bersama DQLab!


4. Yuk Mulai Belajar Menjadi Data Scientist Bersama DQLab!


Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi.

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.


    Penulis : Salsabila Miftah

    Editor : Annissa Widya Davita


      Postingan Terkait

      Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!