SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 5 Jam 5 Menit 14 Detik

Rumus Standar Deviasi di Excel & Interpretasinya

Belajar Data Science di Rumah 11-Juni-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/8f61bc5a-28b8-43f7-81f9-365baab3e051-2023-06-11-190001_x_Thumbnail800.jpeg

Excel menjadi salah satu tools populer yang bisa dimanfaatkan oleh praktisi data untuk melakukan analisis data lebih lanjut. Peranan Excel tidak dapat dipungkiri dapat membantu tugas-tugas data analyst menjadi lebih efektif dan ringkas. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika seorang praktisi data sudah berada dalam tahap analisis. Salah satu faktor utamanya adalah sebaran data yang dimiliki. Sebaran data dapat diamati dengan menggunakan standar deviasi. Standar deviasi adalah suatu nilai yang menunjukkan tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-rata tersebut. Standar deviasi digunakan untuk melihat jauh dekatnya sebaran data dari rata-rata atau mean.


Syarat standar deviasi dikatakan baik apabila nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata. Sebaliknya standar deviasi dinilai buruk jika nilainya lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Perhitungan standar deviasi biasanya digunakan dalam analisis risiko, salah satunya mengukur risiko pada produk keuangan seperti asuransi maupun jaminan kesehatan. Kamu tidak perlu repot-repot untuk melakukan perhitungan standar deviasi pada aplikasi lain. Cukup dengan Microsoft Excel semuanya justru jauh lebih mudah. Pada artikel kali ini, kita akan membahas jenis standar deviasi beserta interpretasinya. Simak terus yuk artikelnya!


1. STDEV.P

Jenis standar deviasi yang pertama yaitu STDEV.P. Fungsi STDEVP digunakan untuk menghitung standar deviasi populasi dari suatu kumpulan data. Fungsi ini mengasumsikan bahwa data yang diberikan mewakili keseluruhan populasi, bukan hanya sampel dari populasi. Berikut adalah persamaan rumus dari STDEVP:

=STDEVP(number1, number2, ……)


Misalkan kita memiliki kumpulan data yang terdiri dari 10 angka, yaitu 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, dan 30. Kita ingin menghitung standar deviasi populasi dari data ini menggunakan fungsi STDEVP. Nah caranya mudah sekali, kamu tinggal isi semua kolomnya dan menggunakan rumus

=STDEVP(A1:A10)


Berikut adalah hasilnya


Excel


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. STDEV.S

Selanjutnya yaitu fungsi STDEV.S yang digunakan untuk menghitung standar deviasi sampel dari kumpulan data. Fungsi ini digunakan ketika data yang diberikan hanya merupakan sampel yang diambil dari populasi yang lebih besar. Adapun rumus dari STDEVS adalah


=STDEVS(number1, number2, …….)


Misalkan kita memiliki kumpulan data yang terdiri dari 10 angka, yaitu 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, dan 30. Kita ingin menghitung standar deviasi populasi dari data ini menggunakan fungsi STDEVS. Nah caranya mudah sekali, kamu tinggal isi semua kolomnya dan menggunakan rumus

=STDEVS(A1:A10)


Berikut adalah hasilnya

Excel


3. STDEV.PA

Fungsi STDEVPA digunakan untuk menghitung standar deviasi populasi dengan mengikutsertakan angka teks yang dianggap sebagai nol. Fungsi ini berguna apabila anda memiliki data numerik serta beberapa entri teks yang ingin kamu inklusikan dalam perhitungan standar deviasi populasi. Berikut merupakan rumus dari STDEVPA


= STDEVPA(number1, number2, ……)


Misalkan kita memiliki kumpulan data yang terdiri dari 10 angka, yaitu 23, 56, 65, teks, 54, 45, 76, 75, 34, dan 54. Kita ingin menghitung standar deviasi populasi dari data ini menggunakan fungsi STDEVPA. Nah caranya mudah sekali, kamu tinggal isi semua kolomnya dan menggunakan rumus

=STDEVPA(A1:A10)


Berikut adalah hasilnya

Excel


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


4. Interpretasi Hasil Standar Deviasi

Setelah menghitung rumus dasar deviasi pada Excel, hasil yang diperoleh harus diinterpretasikan agar dapat memberikan informasi yang berguna dalam analisis data. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menginterpretasi hasil rumus dasar deviasi pada Excel:


Nilai standar deviasi yang lebih kecil menunjukkan data yang lebih homogen. Semakin kecil nilai standar deviasi yang dihasilkan, semakin homogen atau seragam data yang dihitung. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai data berada dalam kisaran yang lebih kecil, dan tidak terlalu jauh dari rata-rata. Sebaliknya, jika nilai standar deviasi yang dihasilkan besar, hal ini menunjukkan data yang lebih variatif dan tidak seragam.

Excel

Nilai standar deviasi dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh data dari nilai rata-rata. Nilai standar deviasi dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh data dari nilai rata-rata. Jika nilai standar deviasi kecil, artinya data cenderung berada dekat dengan nilai rata-rata. Sebaliknya, jika nilai standar deviasi besar, artinya data cenderung lebih jauh dari nilai rata-rata.


Nilai standar deviasi dapat digunakan untuk membandingkan data. Nilai standar deviasi juga dapat digunakan untuk membandingkan data antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Jika dua kelompok data memiliki nilai standar deviasi yang sama, artinya kedua kelompok memiliki tingkat variabilitas yang sama. Sebaliknya, jika nilai standar deviasi satu kelompok lebih besar daripada kelompok lainnya, artinya kelompok yang memiliki nilai standar deviasi lebih besar cenderung lebih variatif.


Nilai standar deviasi dapat digunakan untuk menghitung interval kepercayaan. Interval kepercayaan adalah rentang nilai yang memperkirakan rentang nilai yang mungkin dari suatu populasi. Dalam menghitung interval kepercayaan, standar deviasi digunakan sebagai salah satu faktor untuk menghitung rentang nilai yang mungkin. Semakin besar nilai standar deviasi, semakin besar rentang nilai yang mungkin.


Tertarik untuk belajar Excel lebih lanjut? Kamu bisa mengakses modul Excel di DQLab dengan cara membeli modul Platinum Excel. Selain program tersebut, DQLab juga menyediakan free modul yang berjudul “Free Trial Excel - Penggunaan Rumus dan Fungsi” untuk kamu yang ingin belajar Excel namun tanpa harus mengeluarkan biaya lebih. 


DQLab sendiri merupakan  platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman populer. Selain itu. DQLab merupakan platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT.


DQLab juga menggunakan metode HERO, yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Yuk, buruan sign up di DQLab, dan nikmati fasilitas yang ada!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login