⚡[HARI TERAKHIR] 9.9 BIG SALE! DISKON 98%⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 2 Jam 42 Menit 23 Detik

Sertifikasi Web Developer BNSP Ada di Level KKNI Berapa?

Belajar Data Science di Rumah 24-September-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-3-banner-sertifikasi-bnsp-01-2024-08-19-150309_x_thumbnail800-2026-07-02-121534_x_Thumbnail800.webp

Bagi calon web developer, sertifikasi kompetensi dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kemampuan yang dimiliki telah memenuhi standar kompetensi tertentu. Di Indonesia, salah satu bentuk sertifikasi yang dikenal adalah sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Namun, ketika mencari informasi tentang sertifikasi Web Developer BNSP maka sertifikasi Web Developer BNSP sebenarnya berada di level KKNI berapa? Jawabannya tidak bisa digeneralisasi untuk semua skema. Level KKNI ditentukan berdasarkan skema sertifikasi yang diikuti. Berikut penjelasan lebih lengkapnya sahabat DQLab!

1. Sertifikasi Web Developer BNSP Ada di Level Berapa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu melihat skema sertifikasi Web Developer secara spesifik. Sebagai contoh, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika yang tercatat pada sistem BNSP memiliki skema Pengembang Web (Web Developer). Pada informasi skema yang diterbitkan LSP TRI, skema tersebut tercantum pada Level 6, terdiri atas 20 unit kompetensi, dan menggunakan metode pelaksanaan offline.

Beberapa unit kompetensi dalam skema tersebut antara lain melaksanakan cutover aplikasi, melakukan pemantauan sumber daya aplikasi, melakukan debugging, melaksanakan user acceptance testing (UAT), menggunakan SQL, dan mengidentifikasi library, komponen, atau framework yang diperlukan. Unit-unit tersebut mengacu pada SKKNI Nomor 282 Tahun 2016. Artinya, untuk skema Pengembang Web (Web Developer) pada LSP TRI yang tercantum tersebut, levelnya adalah KKNI Level 6.


Baca Juga: 4 Contoh Portfolio Data Scientist yang Luar Biasa


2. Mengapa Ada Sertifikasi Web Developer dengan Level yang Berbeda?

Hal yang perlu diperhatikan adalah istilah “sertifikasi Web Developer BNSP” tidak selalu merujuk pada satu skema sertifikasi yang sama. BNSP memberikan lisensi kepada LSP, sedangkan LSP dapat memiliki berbagai skema sertifikasi sesuai bidang dan kebutuhan kompetensi. Dalam database BNSP, terdapat LSP yang memiliki skema Junior Web Developer, Web Developer, hingga skema lain yang berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak.

Perbedaan nama skema, jenis skema, unit kompetensi, dan jenjang dapat menyebabkan level KKNI yang digunakan juga berbeda. Sebagai contoh lain, terdapat dokumen skema Junior Web Developer dari LSP Teknologi Informatika yang menyebutkan skema tersebut sebagai okupasi nasional dalam KKNI Bidang TIK dengan Level IV. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang tidak sebaiknya memilih sertifikasi hanya berdasarkan kata kunci “Web Developer BNSP”. Informasi yang perlu diperiksa adalah nama skema, jenis skema, LSP penyelenggara, level KKNI, dan unit kompetensinya.


3. Apa Arti Level 6 KKNI bagi Web Developer?

Dalam Perpres Nomor 8 Tahun 2012, level 4 sampai level 6 termasuk kelompok jabatan teknisi atau analis. Karena itu, Level 6 berada pada jenjang yang lebih tinggi dalam kelompok teknisi/analis dibandingkan level 4 dan 5. Namun, level KKNI tidak secara otomatis menentukan posisi seseorang di perusahaan.

Sertifikasi menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi berdasarkan skema yang diikuti, sedangkan posisi dan tanggung jawab pekerjaan tetap dapat dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan, portofolio, kebutuhan perusahaan, dan kompetensi lainnya. Jadi, memiliki sertifikasi Web Developer Level 6 bukan berarti seseorang secara langsung mendapatkan satu tempat atau posisi tertentu. Sertifikasi merupakan salah satu bukti kompetensi yang dapat melengkapi bukti lain seperti pengalaman dan portofolio.


Baca Juga: Contoh Implementasi Data Science dalam Keseharian


4. Apakah Sertifikasi Web Developer Harus Level 6?

Tidak selalu. Jika tujuan seseorang adalah mendapatkan sertifikasi untuk profesi Web Developer, pilihan level perlu disesuaikan dengan skema dan kompetensi yang ingin dibuktikan. Jangan berasumsi bahwa semua sertifikasi Web Developer harus berada pada Level 6.

Database BNSP menunjukkan adanya berbagai skema di bidang pengembangan perangkat lunak dan web. Misalnya, LSP Informatika Indonesia tercatat memiliki skema Junior Web Developer, Junior Web Programmer, dan Asisten Pengembang Web. Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa informasi resmi dari LSP penyelenggara sebelum mendaftar. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Nama skema sertifikasi

  2. Jenis skema seperti okupasi, klaster, atau KKNI

  3. Level KKNI, jika skema menggunakan jenjang KKNI

  4. Jumlah dan daftar unit kompetensi

  5. Persyaratan peserta

  6. LSP yang menyelenggarakan sertifikasi

  7. Status lisensi LSP pada BNSP

Jadi, sertifikasi Web Developer BNSP tidak memiliki satu level KKNI yang berlaku untuk semua skema. Levelnya bergantung pada skema sertifikasi yang dipilih. Karena itu, sebelum mengambil sertifikasi, jangan hanya melihat namanya saja. Pastikan untuk memeriksa skema, level KKNI, unit kompetensi, dan LSP penyelenggaranya. Dengan demikian, sertifikasi yang dipilih dapat lebih sesuai dengan kompetensi dan tujuan pengembangan karier di bidang web development.


FAQ

1. Sertifikasi Web Developer BNSP ada di level KKNI berapa?

Level KKNI bergantung pada skema sertifikasi yang diikuti. Salah satu skema Pengembang Web tercantum pada KKNI Level 6.

2. Apakah semua sertifikasi Web Developer BNSP berada di Level 6?

Tidak. BNSP menaungi berbagai LSP dan skema sertifikasi, sehingga level KKNI dapat berbeda sesuai skema yang ditawarkan.

3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum mengambil sertifikasi Web Developer BNSP?

Periksa nama skema, level KKNI, unit kompetensi, persyaratan peserta, serta LSP penyelenggara dan status lisensinya.


Jadi gimana? Kamu tertarik untuk mengambil sertifikasi di bidang data? Nah, ini saat yang tepat meningkatkan skill untuk mengolah dan menganalisis data menggunakan berbagai formula Excel bersama DQLab! Dimana, DQLab sebagai platform pembelajaran data science unggulan di Indonesia sudah menyediakan berbagai modul interaktif yang bisa dipelajari secara mandiri dengan waktu yang fleksibel. Mau belajar tapi nggak yakin dengan kualitas pembelajaran online?

Tenang! Semua modul yang disajikan dalam platform DQLab untuk persiapan sertifikasi sudah teruji dan berhasil mencetak ratusan talenta unggulan yang sukses berkarir di bidang data, karena kurikulumnya dirancang oleh para ahli sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, DQLab juga menggunakan metode pembelajaran HERO, yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based yang dirancang ramah untuk pemula dengan para mentor pengajar profesional. Gimana menarik kan? Segera Sign Up yuk! Ikuti Bundle Pelatihan & Sertifikasi BNSP Data Scientist (Ilmuwan Data) untuk upgrade karirmu sekarang juga!


Penulis: Reyvan Maulid

Sertifikasi Web Developer BNSP tidak memiliki satu level KKNI yang berlaku untuk semua skema. Levelnya bergantung pada skema sertifikasi dan LSP penyelenggara. Salah satu contoh, skema Pengembang Web (Web Developer) pada LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika tercantum pada KKNI Level 6 dengan 20 unit kompetensi. Karena itu, penting memeriksa skema dan level KKNI sebelum memilih sertifikasi.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini