Step by Step Belajar Data Analyst untuk Pemula Hingga Siap Kerja
Permintaan untuk profesi data analyst terus meningkat tajam. Sejumlah laporan memperkirakan bahwa permintaan tenaga ini akan tumbuh sekitar 23–28% antara 2021 hingga 2031, jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata pertumbuhan pekerjaan lain secara umum.
Penelitian terbaru juga memperkirakan adanya kekurangan hingga 250.000 analis data di seluruh dunia pada tahun 2035, menunjukkan kesempatan besar bagi pemula yang siap belajar dan bersiap kerja di bidang ini.
Permintaan yang tinggi ini tak terlepas dari peran data dalam pengambilan keputusan strategis, automasi proses bisnis, dan pengembangan insight berbasis angka, sehingga Data Analyst kini menjadi salah satu profesi yang paling dicari di pasar kerja modern. Yuk, cari tahu bagaimana tahapan yang tepat untuk menjadi data analyst dari pemula hingga siap kerja.
1. Memahami Konsep Data & Statistik Dasar
Langkah pertama yang wajib dipahami adalah konsep dasar data dan statistik. Data Analyst bekerja dengan data mentah yang perlu diolah agar menghasilkan insight. Kamu perlu memahami apa itu data, jenis-jenis data (numerik, kategorikal), serta perbedaan data terstruktur dan tidak terstruktur.
Statistik dasar seperti mean, median, modus, persentase, distribusi data, dan korelasi sangat penting karena sering digunakan untuk menganalisis pola dan tren. Pemahaman statistik ini membantu kamu mengambil kesimpulan yang logis dan tidak asal menebak. Fokuskan belajar pada konsep, bukan rumus yang rumit, karena tujuan utamanya adalah memahami makna di balik angka.
Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL
2. Menguasai Excel untuk Analisis Data
Excel adalah tools wajib bagi Data Analyst pemula karena mudah digunakan dan banyak dipakai di dunia kerja. Dengan Excel, kamu bisa membersihkan data, melakukan perhitungan, hingga membuat visualisasi sederhana.
Beberapa hal penting yang perlu dikuasai meliputi formula dasar (SUM, AVERAGE, IF, VLOOKUP/XLOOKUP), pengolahan data menggunakan Pivot Table, serta teknik data cleaning seperti menghapus duplikasi dan menangani data kosong. Menguasai Excel akan membantumu memahami alur analisis data sebelum beralih ke tools yang lebih kompleks.
3. Belajar SQL untuk Query Data
SQL (Structured Query Language) digunakan untuk mengambil dan mengelola data dari database. Hampir semua perusahaan menyimpan data dalam database, sehingga skill SQL sangat penting bagi Data Analyst.
Sebagai pemula, fokuslah pada perintah dasar seperti SELECT, WHERE, GROUP BY, ORDER BY, dan JOIN. Dengan SQL, kamu bisa mengambil data yang relevan sesuai kebutuhan analisis tanpa harus mengolah seluruh data mentah. Kemampuan SQL yang baik akan membuat proses analisis lebih efisien dan profesional.
4. Dasar Python untuk Data Analysis
Setelah memahami Excel dan SQL, langkah berikutnya adalah belajar Python untuk data analysis. Python populer karena sintaksnya mudah dipahami dan memiliki banyak library khusus data.
Library seperti Pandas digunakan untuk manipulasi data, NumPy untuk perhitungan numerik, dan Matplotlib atau Seaborn untuk visualisasi data. Sebagai pemula, kamu tidak perlu menguasai Python secara mendalam, cukup fokus pada penggunaan Python untuk membaca data, membersihkan data, dan melakukan analisis sederhana.
5. Visualisasi dan Storytelling Data
Analisis yang baik akan sia-sia jika tidak bisa dikomunikasikan dengan jelas. Oleh karena itu, visualisasi dan storytelling data adalah skill penting bagi Data Analyst. Kamu perlu belajar membuat grafik yang mudah dipahami seperti bar chart, line chart, dan pie chart menggunakan tools seperti Excel, Tableau, atau Power BI.
Selain itu, storytelling data mengajarkan cara menjelaskan hasil analisis dalam bentuk cerita yang relevan dengan kebutuhan bisnis, sehingga insight yang kamu temukan bisa membantu pengambilan keputusan.
Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist
6. Studi Kasus dan Analisis Data Nyata
Agar benar-benar paham, kamu harus berlatih dengan studi kasus dan data nyata. Dataset publik dari Kaggle, Google Dataset, atau portal open data bisa digunakan untuk latihan.
Melalui studi kasus, kamu akan belajar memahami masalah bisnis, menentukan pertanyaan analisis, mengolah data, hingga menarik kesimpulan. Tahap ini sangat penting karena mencerminkan pekerjaan Data Analyst di dunia kerja. Hasil analisis dari studi kasus juga bisa dijadikan portofolio untuk melamar pekerjaan.
7. Tips Agar Cepat Siap Kerja sebagai Data Analyst
Agar cepat siap kerja, belajar secara konsisten dan terarah adalah kunci utama. Fokus pada skill inti, jangan terlalu banyak berpindah tools di awal. Buat portofolio sederhana yang menunjukkan proses berpikir dan hasil analisismu, bukan hanya hasil akhirnya.
Selain itu, bangun personal branding melalui LinkedIn atau blog dengan membagikan insight dari project yang kamu kerjakan. Pelajari juga dasar interview Data Analyst agar lebih percaya diri saat melamar pekerjaan. Dengan kombinasi skill teknis, latihan nyata, dan komunikasi yang baik, peluangmu untuk menjadi Data Analyst akan semakin besar.
Menjadi data analyst untuk pemula hingga siap kerja bukanlah proses instan, tetapi sangat realistis jika dijalani dengan langkah yang tepat dan konsisten. Mulai dari memahami konsep data dan statistik dasar, menguasai Excel dan SQL, mengenal Python untuk analisis data, hingga mampu menyajikan insight melalui visualisasi dan storytelling, semua tahapan ini saling terhubung dan membentuk fondasi kuat seorang Data Analyst profesional.
Kunci utamanya adalah praktik langsung lewat studi kasus nyata agar skill yang dipelajari benar-benar siap digunakan di dunia kerja. Bagi pemula yang ingin belajar secara lebih terstruktur, didampingi mentor, dan fokus pada kebutuhan industri, mengikuti program bootcamp bisa menjadi solusi efektif.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Bootcamp Data Analyst with Python and SQL dari DQLab, yang dirancang untuk membantu peserta membangun skill teknis sekaligus portofolio berbasis proyek nyata.
Dengan pendekatan belajar yang praktis dan relevan dengan dunia kerja, program seperti ini dapat mempercepat transisi dari pemula hingga siap bersaing sebagai Data Analyst profesional.
FAQ:
1. Skill apa yang paling penting untuk Data Analyst pemula?
Skill utama yang perlu diprioritaskan adalah Excel, SQL, statistik dasar, dan visualisasi data. Python menjadi nilai tambah yang sangat kuat, terutama untuk analisis data yang lebih kompleks. Selain itu, kemampuan komunikasi dan storytelling data juga penting.
2. Apakah harus menguasai semua tools sebelum melamar kerja?
Tidak harus. Perusahaan umumnya lebih menghargai pemahaman konsep, cara berpikir analitis, dan pengalaman praktik dibanding sekadar menguasai banyak tools. Lebih baik menguasai beberapa tools inti dengan baik daripada mengetahui banyak tools secara setengah-setengah.
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
