Buat Akun DQLab & Akses kelas Data Science R, Python, SQL, Excel GRATIS
 SIGNUP GRATIS

Strategi Penyelesaian Modul Data Science, Pemula Wajib Coba

Belajar Data Science di Rumah 25-Februari-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/cf3839524305f3ae4d1dd39abb84ed4c_x_Thumbnail800.jpg

Setiap pembelajar baru dalam hal apapun termasuk dalam data science memiliki strategi yang mereka gunakan untuk mengingat informasi lebih efisien saat belajar. Beberapa dari mereka membuat catatan; beberapa membuat diagram; beberapa lebih suka mendengarkan ceramah, dll. Karena tidak ada gaya belajar yang cocok untuk semua pembelajar baru, para ilmuwan telah melakukan penelitian untuk memahami cara terbaik pembelajar baru mempelajari informasi baru. Kami telah menyebutkan sebelumnya bahwa para ilmuwan telah bertahun-tahun mencoba memahami cara terbaik pembelajar baru belajar melalui penelitian.


Salah satu teori yang populer hingga saat ini adalah model VARK. Model ini mengidentifikasi empat tipe pembelajar: visual, auditori, kinestetik, dan membaca/menulis. Kebanyakan orang adalah kombinasi dari keempat gaya ini, tetapi lebih sering daripada tidak, mereka memiliki gaya belajar yang dominan. Masing-masing gaya ini memiliki cara pengajaran yang saling melengkapi. Sekarang, mari kita lihat karakteristik masing-masing gaya ini dan cara terbaik untuk menggunakannya. 


Dari beradaptasi dengan kursus digital hingga tetap disiplin dengan interaksi tatap muka yang minimal, membiasakan diri dengan jenis pendidikan baru ini dapat menyebabkan mereka kesulitan terutama jika gaya belajar individu mereka tidak diperhatikan. Mendapatkan momentum di tahun 1960-an melalui tes seperti Myers-Briggs Type Indicator, teori gaya belajar menyatakan bahwa pembelajar baru yang berbeda belajar paling baik ketika informasi disajikan kepada mereka dengan cara tertentu. Teori gaya belajar dipopulerkan pada tahun 1992 ketika Fleming dan Mills mengusulkan model pembelajaran yang baru. Model VARK digunakan untuk menjelaskan berbagai cara pembelajar baru belajar. Misalnya, jika seorang pembelajar baru adalah "pembelajar visual", ceramah verbal saja mungkin membuat mereka merasa tidak terlibat, bingung, dan frustasi. 


Nah agar sahabat data tidak frustasi yuk perhatikan beberapa teknik belajar berikut!


1. Gaya belajar visual

Pembelajar visual adalah individu yang lebih suka menyerap informasi mereka secara visual baik itu dengan peta, grafik, diagram, bagan, dan lain-lain. Namun, mereka tidak selalu merespons foto atau video dengan baik, melainkan membutuhkan informasi mereka menggunakan alat bantu visual yang berbeda seperti pola dan bentuk. Cara terbaik untuk menyajikan kepada pelajar visual adalah dengan menunjukkan kepada mereka hubungan antara ide-ide yang berbeda secara visual. Misalnya dalam menjelaskan suatu proses ilmiah dapat dilakukan dengan menggunakan diagram alir.


Baca juga : Belajar Data Science Secara Otodidak? Berikut langkah-langkahnya!


2. Gaya belajar auditori

Pembelajar auditori adalah individu yang belajar lebih baik ketika mereka mengambil informasi dalam bentuk pendengaran ketika didengar atau diucapkan. Mereka cenderung memilih ide-ide mereka setelah berbicara, daripada memikirkan ide-ide sebelumnya. Karena, bagi mereka, mengatakan sesuatu dengan lantang membantu mereka memahami konsepnya. Pembelajar auditori belajar paling baik ketika informasi disajikan kepada mereka melalui strategi yang melibatkan pembicaraan, seperti ceramah dan diskusi kelompok. Mereka dapat memperoleh manfaat dari mengulang kembali pelajaran, memiliki rekaman kuliah, kegiatan kelompok yang mengharuskan teman sekelas menjelaskan ide, dll.


3. Gaya belajar kinestetik

Pembelajar kinestetik adalah individu yang lebih suka belajar sambil melakukan. Mereka menikmati pengalaman langsung. Mereka biasanya lebih berhubungan dengan kenyataan dan lebih terhubung dengannya, itulah sebabnya mereka membutuhkan pengalaman taktil untuk memahami sesuatu dengan lebih baik. Cara terbaik untuk menyajikan informasi baru kepada pelajar kinestetik adalah melalui pengalaman pribadi, praktik, contoh, atau simulasi. Misalnya, mereka dapat mengingat eksperimen dengan membuatnya sendiri.


4. Membaca/Menulis

Pembelajar membaca/menulis paling baik mengonsumsi informasi dalam bentuk kata-kata, baik itu dengan menuliskannya atau membacanya. Bagi mereka, teks lebih kuat daripada representasi visual atau auditori dari sebuah ide. Orang-orang ini biasanya berkinerja sangat baik pada tugas-tugas tertulis. Ada berbagai cara untuk membuat pelajar membaca/menulis terlibat dan memahami pelajaran tertentu. Misalnya, akan lebih baik jika mereka menjelaskan bagan dan diagram dengan pernyataan tertulis, mengerjakan kuis tertulis tentang topik tersebut, atau memberi mereka tugas tertulis.


Baca juga:  Memahami Keunggulan dan Manfaat Data Science dalam Dunia Bisnis


5. Belajar Data Otodidak dan Mandiri Bersama DQLab

Halo sahabat data, Yuk Belajar dirumah aja bersama DQLab. Nikmati modul interaktif dan pembelajaran aplikatif bersama DQLab dan tentunya kamu tidak perlu melakukan instalasi environment anti ribet. DQLab sudah menyediakan semua yang kamu butuhkan untuk belajar. Mulai dari Modul sampai ke sertifikat Completion. Yuk Mulai Karir Datamu bersama DQLab.




Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!