BELAJAR DATA SERU, AKSES PAKET DATA SCIENCE 6 BULAN 180K!
Diskon Spesial 90% + 50% Belajar Data Science Bersertifikat
DAFTARKAN DIRIMU
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 7 Jam 9 Menit 46 Detik 

Teknik Pengolahan Data Kualitatif dengan Analisis Hermeneutik

Belajar Data Science di Rumah 25-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d9e2b204fae2cd035b9ffae95bb7fad9_x_Thumbnail800.png

Sastra adalah suatu bentuk pekerjaan seni kreatif yang objeknya manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Sastra sebagai karya kreatif yang mengandung emosi, imajinasi dan budi. Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada awal dan akhirnya bersangkut-paut dengan karya sastra yang harus diinterpretasi dan dimaknai. Semua kegiatan kajian sastra terutama dalam prosesnya pasti melibatkan peranan konsep hermeneutika. Oleh karena itu, hermeneutika menjadi hal yang prinsip dan tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah hermeneutika perlu dianalisis secara komprehensif guna memperoleh pemahaman yang memadai dalam bidang pendidikan, khususnya belajar sastra. Dalam perspektif kehidupan manusia yang disebut kebudayaan maka sastra menempati posisi yang sangat urgen. Peneliti berpendapat bahwa semakin akrab seseorang dengan sastra maka semakin halus kepribadian dan lebih utuh rasa kemanusiaannya. Untuk membaca dan memahami sastra diperlukan pengetahuan yang kompleks. Artinya, pembaca bukan hanya sekadar memiliki pengetahuan kebahasaan, melainkan dia harus mempunyai pengetahuan yang lain, misalnya etika dan sosial.


Analisis hermeneutik sangat urgen dimiliki oleh seorang peneliti dan apresiator di dalam mengungkap makna yang terkandung dalam karya sastra, khususnya cerpen. Karya sastra yang berbentuk cerpen mempunyai makna yang sangat kompleks. Penelitian Kualitatif menyatakan bahwa analisis hermeneutik terfokus pada persoalan-persoalan interpretasi dan pemahaman, yang berhubungan dengan dua konsep wacana, yaitu: wacana lisan maupun wacana tulis atau teks, yang merupakan kesimpulan dari teori yang disampaikan oleh Madison dan Ricoeur. Analisis hermeneutik merupakan salah satu pendekatan penelitian yang berkaitan langsung dengan penafsiran atau interpretasi yang erat kaitannya dengan konsep wacana tulisan. Biasanya analisis ini lebih ke arah tata bahasa, gramatikal, fonetik, sintaksis dan berbagai sudut pandang kebahasaan lainnya. Selain itu hermeneutik lebih ke arah psikologi penulis. Hal tersebut berkaitan dengan apa yang dirasakan penulis, pesan-pesan apa yang tersirat yang sejatinya disampaikan kepada pembaca. Kira-kira apa saja yang menjadi ciri utama analisis ini sehingga menjadi sebuah teknik pengolahan data kualitatif yang seringkali digunakan oleh periset atau peneliti dalam meneliti tata bahasa dari sudut pandang penelitian hermeneutika. Mari kita cari tahu lebih dalam. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai contoh teknik pengolahan data kualitatif yang disebut analisis hermeneutik. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, peneliti maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys!


1. Definisi Analisis Hermeneutik dari Sudut Pandang Sastra

Hermeneutik dipakai untuk menginterpretasi sebuah teks supaya dapat dipahami. Gadmer mengatakan bahwa untuk memahami karya sastra diperlukan tiga tahapan, yaitu pemahaman, penafsiran, dan penerapan di kehidupan nyata. Dalam proses aplikasi, seorang pembaca dapat memahami teks karya sastra jika cakrawala kesejarahan teks melebur dengan cakrawala pembaca. Hermeneutik menurut pandangan kritik sastra adalah sebuah metode untuk memahami teks yang diuraikan dan diperuntukkan bagi penelaahan teks karya sastra. Hermeneutik cocok untuk membaca karya sastra karena dalam kajian sastra, apapun bentuknya, berkaitan dengan suatu aktivitas yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada awal dan akhirnya, bersangkut paut dengan karya sastra yang harus diinterpretasi dan dimaknai. Semua kegiatan kajian sastra terutama dalam prosesnya pasti melibatkan peranan konsep hermeneutika. Oleh karena itu, hermeneutika menjadi hal yang prinsip dan tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah hermeneutika perlu dianalisis secara komprehensif guna memperoleh pemahaman yang memadai dalam bidang pendidikan, khususnya belajar sastra.


Baca juga : Teknik Pengolahan Data Kualitatif: Ketahui Macam-Macam Metode Pengumpulan Data


2. Analisis Hermeneutika Sebagai Pondasi Pemahaman Sejarah

Hermeneutika jika dilihat asal usul bahasanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu hermeneia yang berarti penafsiran, kemudian bahasa itu dikembangkan menjadi hermeneuein yang artinya menafsirkan. Namun pada intinya kedua kata tersebut memiliki keterkaitan erat dengan dewa mitologi Yunani yang bernama Hermes atau Hermeios. Hermes dianggap memiliki tugas dalam menyampaikan dan menerjemahkan pesan dari dewa Olympus ke dalam bahasa manusia, agar manusia tersebut dapat mengikuti kehendak dewa. Hal utama dari hermeneutika secara konsekuensi adalah memastikan dari sebuah kata, kalimat, teks, ataupun sebagainya. Bentuk-bentuk simbolis dari pemahaman instruksi juga berkaitan dengan hermeneutika. Maka dari itu, hermeneutika erat kaitannya dengan kegiatan penafsiran dan pemahaman makna. Pada dasarnya hermeneutika adalah refleksi tentang upaya pemahaman, dalam konteks sejarah upaya pemahaman teks, simbol dan lainnya dilakukan dari berbagai aspek tersebut dilakukan untuk kesadaran historis.


3. Cara Kerja Metode Analisis Hermeneutik

Pengasosiasian hermeneutika dengan Hermes secara sekilas menunjukkan adanya tiga unsur yang pada akhirnya menjadi variabel utama pada kegiatan manusia dalam memahami, tiga unsur itu adalah; Tanda, atau teks yang menjadi sumber atau bahan dalam penafsiran yang diasosiasikan dengan pesan yang dibawa oleh Hermes. Perantara atau penafsir (Hermes) Penyampaian pesan oleh sang perantara agar bisa dipahami dan sampai kepada penerima.


4. Contoh Penelitian Analisis Hermeneutik

Analisis hermeneutik biasanya diaplikasikan pada penelitian kebahasaan. Salah satu contoh penelitiannya adalah analisis pada cerpen-cerpen karya I.B. Keniten. Dalam penelitiannya menjelaskan bahwa penggunaan analisis hermeneutik ini dianalisis dengan pendekatan nilai-nilai pendidikan karakter siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) aspek hermeneutik yang terkandung pada cerpen-cerpen karya I.B. Keniten, terdapat 11 cerpen dengan tema yang mengandung nilai pendidikan karakter. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dominan protagonis sehingga memberikan nilai-nilai positif bagi pembaca. Selain itu, antara alur dan latar juga memiliki relevansi yang mendukung nilai-nilai pendidikan karakter, 2) secara hermeneutik cerpen-cerpen karya I.B. Keniten mengandung 17 nilai dari 18 nilai karakter bangsa, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan dan sosial, serta tanggung jawab. 


Dari 17 nilai pendidikan karakter di atas, nilai agama dan kejujuran yang paling dominan karena 12 dari 14 cerpen yang dianalisis terkandung nilai agama dan kejujuran. Secara hermeneutik makna yang tersurat (eksplisit) lebih banyak terkandung dalam kumpulan cerpen I.B. Keniten daripada makna secara tersirat (implisit), dan 3) siswa berpendapat nilai-nilai pendidikan karakter pada cerpen cerpen karya I.B. Keniten mudah dipahami dengan bahasa yang sederhana, mengandung tema pendidikan, dan dapat dijadikan bahan pengayaan pembelajaran sastra di SMA.


Baca juga : Kenali 3 Jenis Metode Pengolahan Data Kuantitatif


5. Belajar Teknik Pengolahan Data Paling Mudah Bersama DQLab!

Penelitian merupakan kegiatan yang terpenting dalam sebuah riset untuk menggali sebuah permasalahan yang terjadi di lapang. Tidak terkecuali dengan adanya pemahaman akan pentingnya analisis data tentunya juga membutuhkan keuletan dan kepiawaian dalam melakukannya. Hal ini juga tidak boleh diabaikan karena pada tahap ini peneliti harus menentukan jenis penelitiannya. Apalagi penentuan teknik pengolahan data juga tidak boleh dianggap enteng. Justru itulah yang merupakan kunci dalam sebuah penelitian. Karena pada dasarnya penerapan analisis data berbeda jika jenis penelitiannya berbeda. Salah satu penerapannya adalah data science yang terdiri dari bidang ilmu matematika, statistik, dan komputer. Dengan mempelajari Data Science, kamu akan terlatih dan terbiasa untuk menghasilkan informasi dari olahan data mentah dan insight yang valuable. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science dan pengolahan data secara langsung, caranya mudah banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. Kamu juga bisa loh cobain Modul lain untuk mengasah kemampuan data science kamu biar lebih oke lagi dan bisa diakses tanpa batas. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik dan cobain berlangganan bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu. Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!



Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :