[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 18 Jam 41 Menit 6 Detik 

Teknik Pengumpulan Data Sekunder Sebagai Supporting Riset Data

Belajar Data Science di Rumah 05-Mei-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b99cc2c7de67ae7bab81db8ec36367d0_x_Thumbnail800.jpg

Teknik pengumpulan data sekunder merupakan sebuah cara peneliti untuk mendapatkan data sekunder sesuai kebutuhan penelitian atau riset. Peneliti biasanya mengumpulkan data-data dari berbagai instansi terkait maupun website yang dipercaya kredibilitasnya dalam menghimpun suatu data-data tertentu. Pengumpulan data sekunder biasanya diambil dari sumber atau orang kedua dan bukan peneliti sendiri yang melakukan penelitian secara langsung. Teknik pengumpulan data sekunder ini seringkali dipilih oleh peneliti karena selain mudah, cepat dan hemat biaya serta efisiensi waktu. Data sekunder ini biasanya digunakan sebagai supporting data dalam mendukung informasi primer yang telah diperoleh. Data sekunder dapat diperoleh melalui buku-buku, arsip, laporan, publikasi dari pemerintah/swasta, hasil sensus, jurnal, dan lain-lain baik yang telah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan. Sebagai seorang peneliti baik peneliti pemula maupun profesional, perlu memperhatikan bagaimana teknik-teknik pengumpulan data sekunder. Hal ini dikarenakan sumber data yang diperoleh akan menentukan kualitas penelitian yang kita lakukan.


Perlu diperhatikan bahwa penggunaan data sekunder terbilang versatile karena bisa digunakan oleh penelitian dengan topik, sudut pandang keilmuan dan fenomena apapun. Dengan demikian, seorang peneliti biasanya sudah memiliki tujuan mau kemana data ini akan dicari dan didapatkan. Tidak ada salahnya, jika sahabat data bisa mendapatkan data sekunder dari berbagai cara seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Maka dari itu, tidak salah jika data sekunder berperan sebagai supporting data yang biasanya disandingkan dengan data primer. Walaupun memang terkadang cara mengumpulkan datanya memiliki perbedaan satu sama lainnya. Hal ini dilakukan agar penelitian atau riset yang dilakukan berkualitas dan memiliki insight yang valuable. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas tentang analisis uji komparatif dengan statistik non parametrik. Hal ini tentunya sangat penting untuk peneliti pemula maupun profesional dalam melakukan prosedur pengumpulan data sekunder sebagai dukungan dari penggunaan data primer penelitian. Pastikan simak baik-baik dan keep scrolling on this article guys!


1.Analisis Isi 

Menurut Nanang Martono, Analisis isi (AI) dan analisis data sekunder (ADS) adalah sebuah solusi untuk menjawab "ketakutan" akan metode kuantitatif. Dengan menggunakan metode analisis isi atau analisis data sekunder, mahasiswa akan terbebas dari masalah waktu penelitian yang lama atau biaya penelitian yang mahal. AI dan ADS adalah metode penelitian yang relatif lebih mudah karena tidak menggunakan "manusia" sebagai objek penelitiannya. Dalam AI dan ADS, kita menggunakan objek yang "tidak hidup", kita dapat memanfaatkan sumber data yang sudah ada dan kita tinggal memakainya. Kita dapat memanfaatkan majalah, koran, acara TV, buku-buku, syair lagu, cerita film sebagai objek penelitian. Objek-objek tersebut relatif mudah diperoleh, tidak rumit, berbeda dengan objek penelitian yang berbentuk manusia atau masyarakat yang selalu berpindah tempat dan cepat berubah (memiliki mobilitas yang tinggi). Untuk itu, metode AI dan ADS dapat menjadi alternatif bagi peneliti dalam melakukan penelitian.


Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data


2.Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan sebuah proses mencari berbagai literatur, hasil kajian atau studi yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Studi pustaka dapat diibaratkan sebuah kunci yang akan membuka semua hal yang dapat membantu memecahkan masalah penelitian. Ada beberapa sumber pustaka yang memiliki kekuatan ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber-sumber tersebut, yaitu: ensiklopedi; jurnal ilmiah; buku; makalah seminar; dan karya ilmiah. Adapun langkah-langkah ketika melakukan penelitian kepustakaan yang pertama yaitu menentukan topik penelitian. Jika sudah menentukan topiknya, makan akan lebih mudah dalam mencari buku atau artikel yang sesuai dengan topik. Kemudian bacalah bahan yang sudah ditemukan dengan cermat dan bisa juga membuat catatan-catatan kecil dari bahan tersebut. Langkah terakhir adalah menambahkan bahan bacaan lainnya untuk menambah informasi yang dirasa kurang pada bahan bacaan sebelumnya.


Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif



3.Website dan Situs-Situs Terpercaya

Tidak ada salahnya, jika sahabat data bisa menggunakan rekomendasi situs-situs penyedia data sekunder yang biasanya diincar peneliti untuk mendapatkan data penelitian. Misalnya website Badan Pusat Statistik. Data-data yang tersedia maupun publikasi yang dipublikasikan oleh BPS memiliki variasi jenis data mulai dari data sosial dan kependudukan, ekonomi dan perdagangan, pertanian dan pertambangan, statistik perdagangan luar negeri, statistik Indonesia, indikator ekonomi indonesia, usaha kecil dan menengah serta masih banyak lagi ketersediaan data yang disajikan oleh BPS. Di tingkat Kabupaten/Kota tersedia pula series Kabupaten dalam Angka di setiap tahunnya. Misalnya Kabupaten Malang dalam Angka 2018, 2019 dst. Kalian bisa mengunduh publikasinya secara gratis melalui laman bps.go.id. Dalam website BPS, juga tersedia hasil sensus penduduk tahun 2020 kemarin sebagai perbandingan data jumlah penduduk di Indonesia saat ini.


4. Yuk Mulai Belajar Menjadi Data Scientist Bersama DQLab!       


Gunakan Kode Voucher "DQTRIAL", dan simak informasi di bawah ini mendapatkan 30 Hari FREE TRIAL:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Buka academy.dqlab.id dan pilih menu redeem voucher 

  3. Redeem voucher "DQTRIAL" dan check menu my profile untuk melihat masa subscription yang sudah terakumulasi. 

  4. Selamat, akun kamu sudah terupgrade, dan kamu bisa mulai Belajar Data Science GRATIS 1 bulan.


    Penulis : Reyvan Maulid

    Editor : Annissa Widya Davita


      Postingan Terkait

      Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!