FLASH PROMO!! BELAJAR DATA SCIENCE ONLINE 6 BULAN 399K
Diskon 89%, Akses 74 Modul Data Science Premium, Metode Praktek Sandbox, Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 8 Jam 14 Menit 56 Detik 

Tertarik Belajar MySQL? Perhatikan 4 Hal Penting Ini

Belajar Data Science di Rumah 16-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/03dfa055c353ae84e54c6dcb88bfc6aa_x_Thumbnail800.jpeg

MySQL menjadi salah satu software DBMS (Database Management System) yang cukup sering digunakan. Tapi bedanya dengan SQL apa ya? Nah, jika MySQL merupakan software yang berhubungan dengan database, maka SQL merupakan bahasa yang digunakan untuk mengakses database tersebut. SQL sendiri merupakan singkatan dari Structured Query Language.


MySQL termasuk salah satu software yang digunakan dalam pengembangan web bersama Apache dan bahasa pemrograman PHP. Meskipun bersifat open source dan gratis, MySQL juga dapat disandingkan dengan software database yang berbayar seperti Oracle, Microsoft SQL Server, dan lainnya. Selain itu, kepopuleran MySQL juga bertambah karena software ini bersifat user friendly, sehingga banyak digunakan oleh pemula.


Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan MySQL. Apa saja sih hal tersebut? Yuk, simak pembahasannya!


1.Kenali Perbedaan Perintah DDL, DML, dan DCL

SQL


Untuk menjalankan MySQL kita akan menggunakan perintah-perintah yang ada. Secara garis besar, kita bisa mengelompokkan perintah tersebut menjadi 3 macam, yaitu:

  • DDL (Data Definition Language): merupakan query yang berfungsi untuk membangun database, termasuk tabel yang ada. Beberapa contoh perintah dari DDL ini adalah CREATE, ALTER, dan DROP.

  • DML (Data Manipulation Language): merupakan query yang digunakan untuk memanipulasi data yang ada di database. Contoh perintah untuk DML ini seperti SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE.

  • DCL (Data Control Language): merupakan perintah SQL yang digunakan untuk mengontrol serta memanipulasi hak akses dari database. Contoh perintah dari DCL seperti GRANT dan REVOKE.


Baca juga : Saatnya Belajar SQL, Kenali Rekomendasi Query SQL Bagi Pemula


2.Pahami Penulisan Query Dasar

SQL


Penulisan perintah atau yang sering disebut query dasar dari MySQL tentu saja akan sesuai dengan penulisan bahasa SQL. Kita tidak akan bisa membuat nama tabel atau nama database dengan menggunakan spasi, sehingga untuk mengakali hal ini, kita bisa menggunakan underscore ( _ ) sebagai pengganti spasi dalam menghubungkan lebih dari satu kata. Selain itu, hal yang paling dasar dari penulisan query di MySQL adalah kita harus mengakhiri perintah dengan menggunakan tanda titik koma ( ; ), baru kemudian di enter untuk menjalankan perintah. Jika query tidak diakhiri dengan tanda titik koma, maka komputer akan menganggap bahwa kita belum selesai menuliskan query. Meskipun hal ini terbilang sederhana, namun banyak kesalahan dari pemula yang terjadi disini.

SQL

Selain mengakhiri dengan tanda titik koma, kita juga bisa mengakhiri query dengan menggunakan tanda “g”, maka MySQL akan mengeksekusi perintah tersebut. Kemudian jika kita sedang menulis query, namun ingin membatalkannya sebelum query tersebut selesai, kita bisa memanfaatkan tanda “c”.


3.MySQL Case Insensitive untuk Fungsi

SQL


Pada dasarnya, MySQL bisa bersifat case sensitif maupun case insensitive tergantung dari penggunaannya. Ketika kita ingin menuliskan fungsi dan identifier, maka MySQL tidak akan membedakan penulisan huruf besar ataupun huruf kecil atau case insensitive. Sementara untuk penulisan nama database dan nama table akan menyesuaikan sistem operasi yang digunakan. Misalnya ketika menggunakan Windows, database Customer dengan customer akan dianggap sebagai database yang sama. Sementara saat menggunakan Linux, maka database tersebut akan dianggap sebagai dua database yang berbeda.


4.Gunakan Atribut Tipe Data di MySQL

SQL


Atribut tipe data dalam MySQL merupakan aturan yang didefinisikan untuk mengatur kolom yang akan menjadi bagian dari table. Sebenarnya, ada banyak sekali atribut tipe data yang ada, namun kita akan fokus untuk membahas atribut yang umum digunakan, misalnya seperti:

  • NULL: dengan mendefinisikan kolom menggunakan atribut NULL, maka kita diperbolehkan untuk tidak mengisi kolom tersebut.

  • NOT NULL: kebalikan dari NULL, dimana kolom tersebut tidak boleh kosong. Jika di proses input data, kolom dengan atribut NOT NULL dikosongkan, maka akan menghasilkan error.

  • ZEROFILL: berfungsi untuk memberikan tampilan format data dengan penambahan 0 di sebelah kanan data. Digunakan khusus untuk tipe data numerik

  • AUTO INCREMENT: digunakan untuk tipe data numerik. Biasanya, ketika kita menginputkan data, nilai pada kolom selanjutnya akan bertambah 1. Hanya akan ada satu kolom yang bisa menggunakan AUTO INCREMENT, dimana kolom tersebut harus menggunakan atribut NOT NULL juga dan dijadikan sebagai primary key.


Baca juga : Catat! Ini 3 Keuntungan Belajar SQL dalam Mengolah Data


Tertarik untuk belajar SQL lebih lanjut? Kamu gak perlu bingung harus belajar SQL dimana karena DQLab juga menyediakan modul SQL yang sangat cocok bagi pemula karena membahas hal-hal yang bersifat fundamental. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan live code editor yang telah disediakan sehingga kamu tidak repot mengurus proses instalasi software dan bisa fokus pada materi. Agar bisa mengaksesnya, kamu cukup berlangganan untuk menjadi member premium di DQLab

Yuk, tunggu apa lagi? Sekarang giliran mu!

Penulis: Gifa Delyani Nursyafitri


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :