FLASH PROMO!! BELAJAR DATA SCIENCE ONLINE 6 BULAN 399K
Diskon 89%, Akses 76 Modul Data Science Premium, Metode Praktek Sandbox, Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 4 Jam 20 Menit 2 Detik 

Tips Coding Python Sederhana untuk Pemula

Belajar Data Science di Rumah 17-Januari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0c392f5ad68107f5f4905e00c533116f_x_Thumbnail800.jpeg

Python telah menjadi bahasa pemrograman favorit banyak orang. Dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya, Python jauh lebih sederhana dan jauh lebih ramah umum pemula, atau bisa dikenal dengan istilah high level programming language. Selain itu, Python juga sangat fleksibel untuk menyelesaikan banyak pekerjaan, bukan hanya mengolah data, tapi juga pekerjaan yang berkaitan dengan website dan pembangunan aplikasi. Tidak heran, meskipun bahasa pemrograman yang baru terus bermunculan, Python masih terus menjadi pilihan.


Memiliki skill untuk mengolah data dengan Python menjadi hal yang sangat dibutuhkan agar bisa menjadi praktisi data. Proses pembelajaran Python bisa dibilang gampang-gampang-susah. Sehingga kita harus banyak berlatih untuk membuat kemampuan kita terus meningkat. Seperti kata pepatah, “Practice Makes Perfect”. Ada beberapa contoh coding yang bisa digunakan oleh pemula untuk latihan awal. Nah dalam artikel ini, kita akan membahasnya secara lengkap, yuk simak pembahasannya!


1. Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

Program pertama yang bisa dicoba adalah menentukan apakah angka tersebut ganjil atau genap. Untuk bisa membuat program ini, kita akan memanfaatkan percabangan if else. Jika angka habis dibagi dengan 2, maka angka tersebut merupakan bilangan genap. Namun jika angka tersebut tidak memenuhi kondisi tersebut, maka angka itu adalah bilangan ganjil. Berikut adalah contoh coding yang bisa digunakan, dimana angka yang akan dilihat ganjil atau genap nya bisa ditulis secara interaktif.


Python


Misalkan yang ditulis adalah angka 5, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

Python

Dengan begini, kita bisa mengetahui bahwa coding yang kita buat sudah bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang benar.


Baca juga : Belajar Python: Mengenal Array pada Bahasa Pemrograman Python


2. Mengubah Kilometer menjadi Mil

Python juga bisa dijadikan sebagai kalkulator custom untuk mengkonversi nilai dari satuan tertentu ke satuan lainnya. Misalkan dalam hal ini, kita ingin mencoba untuk mengubah nilai dari kilometer menjadi mil. Yang harus dicari terlebih dahulu adalah berapa persamaan kedua satuan tersebut. Disini diketahui bahwa 1 kilometer sama dengan 0.621371 maka kita hanya perlu mengalikan jumlah kilometernya dengan angka tersebut. Dalam program yang dibuat ini, kita sengaja membuat kilometer yang diinput bisa menjadi interaktif. 


Python


Setelah menginputkan kilometernya, maka hasilnya akan menjadi seperti ini:


Python


3. Menghitung Luas Segitiga

Dengan Python, kita bisa memanfaatkannya untuk menghitung luas dari suatu bangun datar, misalnya seperti segitiga, persegi, persegi panjang, dan lainnya. Kita hanya perlu menuangkan rumus luas ke dalam coding. Berikut adalah contoh saat menghitung luas segitiga:


Python


Dalam coding yang kita buat ini, alas dan tinggi segitiga juga bisa dimasukkan secara interaktif. Misalkan alasnya adalah 3 dan tinggi nya 5, maka luasnya adalah:


Python


Disini kita bisa melihat bahwa di angka lain berbentuk bilangan bulat, namun pada luas segitiga malah berbentuk desimal. Hal ini disebabkan karena kita mendefinisikan penulisan untuk luas dengan menggunakan %0.2f yang artinya ingin menampilkan 2 angka di belakang koma.


4. Menentukan Tahun Kabisat

Tahun kabisat menurut Wikipedia merupakan tahun yang mengalami penambahan satu hari untuk menyesuaikan penanggalan dengan tahun astronomi. Ternyata, satu tahun itu tidak persis 365 hari, melainkan 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik. Sehingga karena hal ini lah perlu dilakukan penyesuaian. Biasanya tahun kabisat akan muncul di bulan Februari, yang biasanya hanya 28 hari menjadi 29 hari.


Penentuan apakah tahun tersebut kabisat atau bukan bisa dicari dengan menggunakan program Python. Tahun kabisat akan terjadi 4 tahun sekali, namun untuk abad baru harus habis dibagi dengan 400. Sehingga untuk membuat coding untuk menentukan tahun kabisat di Python, kita akan menggunakan nested if, dimana akan ada percabangan if else di dalam percabangan if else lainnya. Berikut adalah contoh codingnya:


Python


Misalkan kita masukkan tahun 2024, maka kita bisa melihat bahwa 2024 merupakan tahun kabisat.


Python


Baca juga: Array Python : Array VS List Serupa Namun Tak Sama, Yuk, Kenali Perbedaannya


Sahabat DQ bisa mempelajari coding Python yang lebih mendalam dan detail dengan mengakses modul Premium yang tersedia di DQLab. Ada banyak sekali pembahasan yang dituang dalam berbagai modul dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Tidak hanya itu, begitu Sahabat DQ berlangganan modul premium, maka kalian juga bisa menikmati modul pembelajaran dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya, seperti R dan SQL.


Namun bagi kamu si pecinta gratisan, tenang saja. DQLab juga sudah menyediakan free modul yang bisa kamu jadikan dasar pembelajaran Python mu. Yuk, tunggu apa lagi? Buruan sign up di DQLab!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :