Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS

Tips Visualisasi Data Excel dengan Tornado Chart

Belajar Data Science di Rumah 12-Juli-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/11d8a227-8f1f-44f3-92fb-4d748b10ee34-2023-07-13-010433_x_Thumbnail800.jpeg

Microsoft Excel merupakan salah satu software yang memiliki segudang fungsi untuk pengolahan data. Mulai dari pengolah angka, pengolah data, hingga visualisasi data. Ragam visualisasi data yang disajikan oleh Excel ini bervariasi, mulai dari yang sederhana sampai advanced. Salah satu visualisasi Excel yang bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk mengolah data adalah Tornado Chart. Tornado Chart merupakan jenis grafik yang digunakan untuk memvisualisasikan dampak variabel atau parameter terhadap hasil atau output tertentu. Grafik Tornado biasanya digunakan dalam analisis sensitivitas dan “what-if” di berbagai bidang seperti keuangan, bisnis, risiko, maupun perencanaan proyek.


Tornado chart membantu pengguna untuk memahami dan memprioritaskan variabel yang memiliki dampak terbesar terhadap hasil atau output yang diamati. Dengan melihat grafik ini, kita dapat mengidentifikasi variabel-variabel yang paling signifikan dan mempertimbangkan tindakan atau keputusan yang diperlukan. Pastinya dengan menggunakan chart tersebut, pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah. Penasaran dengan bagaimana cara menggunakan dan membuat Tornado Chart dengan Microsoft Excel? Selengkapnya kalian bisa nih untuk kepoin tips dan tricknya melalui penjelasan dibawah ini. Simak sampai habis yuk sahabat DQLab!


1. Apa itu Tornado Chart

Tornado chart adalah jenis grafik yang digunakan untuk memvisualisasikan perbedaan antara dua skenario atau variabel dalam hal dampaknya terhadap suatu hasil atau hasil akhir. Grafik ini digunakan secara luas dalam analisis sensitivitas dan pengambilan keputusan. Tornado chart sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti analisis risiko, pengambilan keputusan, manajemen proyek, dan keuangan. 


Dengan memvisualisasikan dampak variabel input dalam bentuk yang jelas dan terstruktur, tornado chart membantu pengambil keputusan dalam memahami sensitivitas suatu sistem atau model terhadap perubahan dalam variabel input dan mengidentifikasi area-area yang perlu mendapatkan perhatian lebih atau yang memiliki dampak yang paling signifikan.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Karakteristik Tornado Chart

Tornado chart terdiri dari serangkaian batang vertikal yang disusun secara berurutan dari batang terpanjang ke batang terpendek. Batang ini mewakili dampak atau pengaruh variabel terhadap hasil yang diinginkan. Bagian tengah tornado chart mewakili nilai tengah atau baseline, sedangkan bagian atas dan bawah batang mewakili perubahan nilai parameter dari baseline. Garis tengah yang biasanya ada di tengah tornado chart menghubungkan batang atas dan batang bawah. Garis ini menunjukkan perubahan hasil ketika variabel dinaikkan atau diturunkan dari nilai baseline.


3. Keunggulan Tornado Chart

Tornado chart memberikan visualisasi yang jelas tentang dampak relatif dari variabel input terhadap hasil akhir. Dengan menggunakan batang vertikal yang saling terhubung dan garis tengah, tornado chart memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memahami dan membandingkan dampak positif dan negatif dari setiap variabel input. Excel adalah platform yang luas digunakan dan fleksibel, dan tornado chart dapat dengan mudah dibuat dalam Excel menggunakan grafik batang dan fitur-fitur yang ada. Pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan format, tampilan, dan detail grafik sesuai kebutuhan dan preferensi mereka.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


4. Langkah-Langkah untuk Membuat Tornado Chart Excel

Untuk lebih jelasnya, kita akan membuat tornado chart Excel melalui langkah-langkah berikut ini:

  1. Pertama-tama kamu perlu siapkan data seperti ini

  1. Setelah itu, pergi ke menu Insert Tab - Pilih Charts - Pilih Bar Chart. Pada bagian ini, diagram yang berbentuk batang ini akan terlihat dari dua sisi. Sisi pertama adalah sisi positif dan sisi lainnya adalah negatif

  1. Dari sini, pilih axis label dan buka formatting options. Kemudian atur axis options dengan klik Labels kemudian label position. Lalu, atur label positionnya dengan low

  1. Selanjutnya, jika kamu butuh untuk mengubah axis position dan bilah dari kedua sisi, kamu bisa pilih Axis options - Axis position - tick mark “Category in reverse order”

  1. Selanjutnya kamu bisa merubah series gap dan lebar gapnya. Pada bagian ini akan membantu untuk merampingkan bilah data satu sama lain. Caranya adalah klik series options - change series overlap to 100% and gap width to 10%

  1. Selanjutnya pilih Axis Options - Number - Select Custom - Paste Following Format and Click add

  1. Akhirnya, Tornado Chart selesai dan berhasil dibuat. Untuk memastikan anda perlu mengubah format label data untuk Store-1 agar tidak menunjukkan tanda negatif dengan cara label options - Number - Select Custom - Paste Following Format and Click Add


Tertarik untuk belajar Excel lebih lanjut? Kamu bisa mengakses modul Excel di DQLab dengan cara membeli modul Platinum Excel. Selain program tersebut, DQLab juga kerap kali mengadakan Bootcamp Excel yang sangat cocok bagi pemula.


DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science & Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan bahasa pemrograman populer, serta platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur Chat GPT.  Selain itu DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. 


Ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik. Daftar sekarang dan kejar impianmu untuk menjadi Data Analyst!


Penulis: Reyvan Maulid






Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login