Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Tutor Menggabungkan 2 Table dengan Join SQL

Belajar Data Science di Rumah 29-Maret-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/c92e6a82bd3146fb036e87a27f588cda_x_Thumbnail800.jpeg

Segala sesuatu yang berhubungan dengan database, pasti akan berkaitan dengan SQL. Pasalnya, SQL merupakan bahasa umum yang digunakan untuk mengakses database, termasuk pada proses pendefinisian seperti membuat database, menambahkan tabel, proses modifikasi data; seperti menambahkan input data, menampilkan data, mengupdate, dan lain sebagainya.


Structured query language atau SQL adalah salah satu bahasa pemrograman yang wajib Sahabat DQ kuasai jika ingin bekerja di bidang data. Meski kalian menggunakan bahasa pemrograman Python dalam proses eksplorasi data dan membuat algoritma Machine Learning, biasanya kalian tetap membutuhkan SQL untuk mengakses dan juga melakukan manajemen database relasional.


Database relasional ini adalah sebuah kumpulan item data yang telah ditentukan hubungannya dan kemudian disusun menjadi satu set tabel yang berisi kolom dan juga baris. Tabel ini berfungsi untuk menyimpan informasi-informasi yang ada di dalam database.


Tapi tahukah kamu bagaimana caranya menggunakan bahasa SQL agar data dari tabel yang berbeda bisa digunakan secara bersamaan? Nah, pembahasannya akan kita bahas dalam artikel berikut ini. Yuk, simak pembahasannya!


1. Mengapa JOIN SQL Dibutuhkan?

Digunakan untuk Menghindari Redundansi

Fungsi JOIN adalah untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya. Kenapa penggunaan JOIN pada SQL itu penting? Penggunaan join memperbolehkan kalian untuk mengambil data dari beberapa tabel dengan menggunakan satu query. 


JOIN sangat diperlukan karena rancangan tabel pada sistem biasanya sudah di normalisasi untuk menghindari redudansi pada data. Pada bahasa pemrograman SQL, operasi JOIN antar tabel merupakan operasi dasar pada database yang sangat penting.


Digunakan untuk Memperkaya Data

Dalam proses analisis data, terkadang data yang tersedia dalam satu tabel saja belum mampu untuk menghasilkan insight yang bisa menjawab permasalahan yang ada. Sehingga tidak jarang praktisi data dituntut untuk menggabungkan beberapa tabel data, baik dalam database yang sama maupun database yang berbeda.


Tujuannya adalah agar sumber data yang diolah menjadi lebih “rich”. Semakin lengkap data yang kita miliki tentu akan membuat insight yang dihasilkan semakin jelas, sehingga pembuatan keputusan bisa dilakukan dengan tepat.


Baca juga : Saatnya Belajar SQL, Kenali Rekomendasi Query SQL Bagi Pemula

 

2. Menggabungkan Data Harus Menggunakan Key Column yang Sama

Sebelum mulai mempelajari tentang metode join tabel yang ada di SQL, ada baiknya kita memahami dasar dari join. Untuk bisa menggabungkan antara tabel yang satu dengan tabel lainnya, tentu akan membutuhkan hal yang sama antara kedua tabel.


Tentu nya sistem akan bingung akan menggabungkan data data yang mana dengan yang mana jika tidak ada acuan. Dalam SQL, biasanya paling tidak ada satu kolom yang sifatnya unik yang akan dijadikan acuan untuk melakukan join tabel atau biasa dikenal dengan istilah key column.

 

3. Metode Join SQL: “FROM Table1, Table2”

Kita masuk pada cara yang pertama yaitu dengan mengetikkan sintaks “FROM Table1, Table2”. Cara ini dipakai pada umumnya dalam menggabungkan kedua tabel.


Dengan sintaks ini, kita cukup mencantumkan tabel yang ingin digabungkan dalam klausa berupa FROM lalu diikuti dengan perintah WHERE untuk menambahkan kondisi gabungan apabila diperlukan.


Jika memang yang diinginkan oleh user adalah setiap kombinasi dari dua tabel maka kita tidak perlu menyertakan klausa yang menyatakan kondisi penggabungan dalam bentuk apapun. Kalian cukup menggunakan kueri sebagai berikut untuk menggabungkannya:

  • Menuliskan dua nama tabel yang akan digunakan dengan dipisahkan operator koma (,).

  • Menuliskan pasangan key columns dengan penghubung operator sama dengan (=) di bagian filter atau kondisi.


4. Metode Join SQL: CROSS JOIN

Lanjut pada metode kedua yaitu CROSS JOIN. Kalau cara pertama tadi menghasilkan kombinasi yang umum antara kedua tabel tersebut. Padahal kita tahu bahwa bahasa pemrograman SQL lebih suka menggunakan kata kunci secara eksplisit.


Salah satunya dengan memakai operator CROSS JOIN. Sebelumnya, kalian bisa mengetikkan sintaks dengan CROSS JOIN sebagai berikut:

 

Kueri diatas menambahkan operator CROSS JOIN sebagai penegas bahwa tabel yang kita tuju ini adalah tabel main_course.


Dibandingkan dengan cara pertama, cara ini lebih disukai oleh pengguna karena secara rinci menyatakan maksud mengapa kita melakukan CROSS JOIN dan secara struktur lebih mudah dipahami pengguna dengan melihat kode SQL kamu.


Sedangkan pada cara pertama justru terbilang umum dan masih belum merujuk pada tabel mana yang ingin dituju.


Baca juga : Catat! Ini 3 Keuntungan Belajar SQL dalam Mengolah Data


SQL menjadi salah satu skill yang wajib dikuasai praktisi data seperti Data Analyst. Profesi ini akan berhadapan dengan data setiap harinya dan memiliki tugas mengolah data untuk memperoleh informasi yang berguna. Belajar SQL bisa dari mana saja contohnya buku, internet, atau kursus online DQLab


Ingin perdalam skill secara bertahap? Yuk, gabung di DQLab.id! Dengan subscribe paket premium kamu bisa mengakses module SQL yang disusun oleh mentor data profesional dengan menggunakan real case study. Dengan begitu pemula data akan lebih paham bagaimana kondisi data di industri dan lebih siap menjadi Data Analyst handal.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login