MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 0 Jam 26 Menit 43 Detik 

Tutorial Python Dasar Untuk Menampilkan Output

Belajar Data Science di Rumah 18-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b8ea4fd4abef4f2c763491ba879ee277_x_Thumbnail800.png

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif. Python juga didukung oleh komunitas yang besar. Dalam bahasa pemrograman, hal mendasar dari suatu program adalah jika ia mampu memperoleh data yang dimasukkan oleh user dan menampilkan hasil keluarannya kembali kepada user. Pada dunia programming hal ini disebut sebagai input dan output. Dalam berbagai bahasa pemrograman kedua cara tersebut sudah diwakili oleh suatu fungsi dengan nama yang berbeda-beda untuk setiap bahasa. Input adalah masukan yang kita berikan ke program. Program akan memprosesnya dan menampilkan hasil outputnya. Input, proses, dan output adalah inti dari semua program komputer. Python menyediakan banyak fungsi built-in yang bisa kita pergunakan. Salah satunya adalah yang berkenaan dengan fungsi i/o atau input output adalah fungsi input() dan fungsi print(). Fungsi bawaan untuk melakukan operasi output adalah print(), dan fungsi untuk melakukan operasi input adalah fungsi input(). 


Output atau keluaran (dalam bahasa Indonesia) merupakan setiap nilai atau data atau informasi yang dikirimkan oleh mesin / komputer kepada user (manusia) setelah tahap pemrosesan tertentu. Secara umum output bisa berupa teks, gambar, suara, atau bahkan berupa informasi yang dicetak di atas kertas, dan sebagainya. Pada python sendiri, output bisa berbagai macam seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Akan tetapi yang paling dasar ada 2 jenis yaitu: Output yang ditampilkan di layar (CLI) dan output yang dikeluarkan (ditulis) dalam bentuk file. Output yang ditampilkan di layar (secara CLI), sehingga pembahasannya akan lebih banyak mengenai variasi cara menggunakan fungsi print() pada python. Cara menampilkan output dalam bahasa pemrograman Python. Contoh: print "Hello World!" print nama_variabel print "Gabung dengan", variabel. Pada contoh di atas kita menggunakan tanda koma (,) untuk menggabungkan teks dan variabel yang akan ditampilkan. nama = "Ali" print "Hello",nama Hasil: Hello Irfan antara kata Hello dan Irfan terdapat spasi sebagai pemisah, karena kita menggunakan tanda koma atau bisa juga dengan tanda plus (+). Pas banget artikel kali ini kita akan sedikit bahas tutorial dasar Python. So, penting banget buat kita untuk mengerti apa saja jenis-jenis output dalam Python. Mari kita cari tahu lebih dalam. Pada artikel DQLab kali ini, kita akan membahas mengenai jenis-jenis output dalam Python. Dengan harapan bisa menjadi tambahan insight dan rekomendasi bagi kalian calon praktisi data, pemula data maupun data enthusiast. Jangan lewatkan artikel berikut ini, pastikan simak baik-baik, stay tune and keep scrolling on this article guys!


1. Perintah Output Print

Untuk membuat output di layar, perintah atau fungsi yang paling sering kita gunakan adalah fungsi print(). Bagi kalian para pemula yang baru belajar bahasa pemrograman python pasti tidak asing untuk menggunakan fungsi yang satu ini. Fungsi ini seringkali digunakan untuk menghasilkan output dalam sintaks yang akan kita ketikkan di berbagai tempat. Kalau kita perhatikan lagi, kita bisa menggunakan print dalam pola berikut ini:

Pola Biasa:

Output:

Selain menggunakan fungsi print dengan pola biasa, kita juga bisa memulai argumen dengan pemisah koma seperti ini:

Output:

Perbedaan:

Seperti yang bisa kita lihat di atas, bahwa memanggil fungsi print() bisa dengan berbagai cara:

Cara pertama yaitu cara biasa, hanya menggunakan satu buah string saja. Cara kedua menggunakan fungsi print yaitu menampilkan lebih dari satu argumen string, dan memisahkan antar string tersebut menggunakan tanda koma. Pada model kedua ini, python akan menambahkan pemisah berupa spasi secara default.


Baca juga : Yuk Cari Tahu Perbedaan Python R dan SQL


2. Pemisah Fungsi Print

Ketika kita memanggil fungsi print() untuk menampilkan multi argument, python akan otomatis menambahkan karakter spasi sebagai pemisah antar argumen tersebut. Jika kita tidak ingin pemisah spasi, maka kita bisa menambahkan parameter sep (separator) saat memanggil print().

Perhatikan contoh berikut:

Output:

Pada contoh diatas, saya menampilkan 4 buah string:

1.Agnes

2.Yunita

3.Via

4.Orlin

Perintah print() yang pertama tanpa parameter sep, sehingga python otomatis menjadikan karakter spasi sebagai pemisah. Sedangkan perintah print() yang kedua, saya menggunakan parameter sep dengan nilai _^_. Hal itu akan membuat python mengganti karakter pemisah bawaan-nya dengan karakter yang saya definisikan sendiri


3. Karakter Akhir Pada Fungsi Print

Selain parameter sep, kita juga bisa menggunakan parameter lain yaitu parameter end. Parameter end berfungsi untuk mengganti karakter terakhir bawaan yang dicetak di layar. Jadi secara bawaan, setiap kali kita memanggil fungsi print() untuk mencetak sesuatu, python akan mencetak karakter ganti baris ( ) di setiap output.

Perhatikan contoh berikut:

Output:

Sedangkan dengan parameter end, kita bisa mengganti karakter ganti baris bawaan python dengan karakter lain sesuai keinginan kita:

Output:

Kita juga bisa menggunakan parameter end dan sep secara bersamaan:

Output:

Fungsi escape karakter pada contoh kedua adalah untuk menampilkan ganti baris. Karena tanpa diakhiri , perintah print selanjutnya tidak akan dimulai dari baris baru


4. Jenis Format Pada Output

Selain dengan operator +, kita juga bisa menyisipkan sebuah variabel atau nilai kedalam sebuah string dengan memanggil fungsi str.format().

Perhatikan contoh berikut:

Output:

Selain menggunakan {}, kita juga bisa mendefinisikan index supaya yang ditampilkan tidak sesuai urutan parameter.

Perhatikan contoh berikut:

Pada contoh di atas, kita menggunakan {} tanpa index, dan juga menggunakan {0} dan {1} yang berupa index dari argumen fungsi format()


Baca juga : Mengenal Perbedaan R Python dan SQL


5. Belajar Python dan Hasilkan Portofolio Datamu Bersama DQLab!

Python didapuk menjadi bahasa yang memiliki trending terbaik versi StackOverflow. Alasan yang mendasarinya adalah tidak seperti bahasa lain yang susah untuk dibaca dan dipahami, python lebih menekankan pada keterbacaan kode agar lebih mudah untuk memahami sintaks. Hal ini membuat Python sangat mudah dipelajari baik untuk pemula maupun untuk yang sudah menguasai bahasa pemrograman lain. Bahasa ini biasa digunakan untuk komputasi ilmiah dan matematika, bahkan proyek Artificial Intelligence juga menggunakan bahasa Python.. Dengan mempelajari Data Science, kamu akan terlatih dan terbiasa untuk menghasilkan informasi dari olahan data mentah dan insight yang valuable. Jika kamu penasaran dengan data science dan ingin belajar data science lebih jauh, caranya gampang banget. Kamu bisa loh untuk coba bikin akun gratisnya kesini di DQLab.id atau bisa klik button di bawah ini yap. 


Kamu juga bisa loh cobain Modul lain untuk mengasah kemampuan data science kamu biar lebih oke lagi dan bisa diakses tanpa batas dengan berlangganan paket belajarnya. Nikmati pengalaman belajar data science yang menarik dan cobain berlangganan bersama DQLab yang seru dan menyenangkan dengan live code editor. Cobain juga free module Introduction to Data Science with R dan Introduction to Data Science with Python untuk menguji kemampuan data science kamu gratis! Kalian juga bisa mencoba studi kasus penerapan real case industry. Ayo persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai praktisi data yang kompeten!



Penulis: Reyvan Maulid


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!