Tutorial Riset Keyword FAQ (People Also Ask Style) Menggunakan ChatGPT
Riset keyword tidak selalu harus dimulai dari kata kunci pendek yang kompetisinya tinggi. Justru, banyak peluang SEO yang lebih realistis datang dari keyword berbentuk pertanyaan. Inilah yang sering muncul di Google sebagai People Also Ask (PAA) dan biasanya sangat dekat dengan kebutuhan pengguna.
Kabar baiknya, ChatGPT bisa membantu kamu meniru pola PAA untuk menemukan daftar pertanyaan yang siap dijadikan artikel. Jadi, kamu tidak hanya mengumpulkan keyword, tetapi juga paham bagaimana cara orang menemukan solusi. Hasilnya, kamu bisa membuat konten yang “Winning” dan punya potensi traffic yang stabil. Kamu bisa mulai ini cukup mengandalkan ChatGPT aja, lho! Yuk, intip langkah-langkah lewat artikel berikut sahabat DQLab!
1. Kenapa Keyword FAQ itu “Emas” untuk SEO?
Keyword FAQ biasanya berbentuk pertanyaan yang benar-benar muncul dari rasa ingin tahu. Bentuknya bisa “apa itu…”, “kenapa…”, “bagaimana cara…”, atau “mana yang lebih bagus…”. Konten yang menjawab pertanyaan ini sering lebih cepat mendapatkan relevansi di mesin pencari karena intent-nya jelas.
Selain itu, keyword FAQ cenderung lebih spesifik sehingga persaingannya sering lebih rendah dibanding keyword yang pendek (short tail keyword). Ini membuatnya cocok untuk blog baru, website niche, atau penulis pemula yang belum punya otoritas besar. Format tanya jawab semacam ini juga punya peluang lebih tinggi muncul sebagai cuplikan unggulan (featured snippet). Walaupun volumenya tidak selalu besar, kualitas traffic biasanya lebih bagus
Baca Juga: Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner
2. Prompt ChatGPT untuk Menghasilkan Pertanyaan ala People Also Ask
Langkah pertama adalah menentukan topik utama yang ingin kamu target. Misalnya “Cara Belajar Data Analyst”, “label encoding vs one-hot encoding”, atau “Cara Pakai XLOOKUP”. Selain itu, gunakan prompt yang tepat agar ChatGPT tidak memberikan pertanyaan yang terlalu umum dan kurang SEO-friendly.
Contoh prompt yang bisa langsung kamu pakai adalah “Buatkan 30 pertanyaan yang sering ditanyakan orang tentang (isi topiknya) dalam format People Also Ask.” Kamu juga bisa menambahkan arahan seperti fokus pada kesalahan pemula, perbandingan, dan kapan harus digunakan. Jika targetmu audiens Indonesia, minta ChatGPT membuat pertanyaan dengan bahasa sehari-hari karena gaya bahasa ini lebih sesuai dengan pola pencarian di Google.
3. Cara Memilih Keyword FAQ yang Potensial
Masalah umum dari riset keyword pakai ChatGPT adalah hasilnya bisa sangat banyak, tetapi tidak semuanya layak dijadikan artikel. Ada pertanyaan yang terlalu sempit sehingga tidak menghasilkan traffic. Ada juga pertanyaan yang terlalu luas sehingga sulit dijawab dalam satu artikel, apalagi jika website kamu masih baru.
Maka dari itu, kamu perlu tahap seleksi sebelum lanjut menulis. Kamu bisa meminta ChatGPT menilai daftar pertanyaan berdasarkan intent, peluang traffic, dan kemudahan dalam menjawab. Berikut adalah contoh promptnya:
“Dari daftar ini, pilih 10 pertanyaan paling potensial untuk artikel SEO. Jelaskan alasannya singkat.”
Baca Juga: Tata Cara Menggunakan AI ChatGPT Anti Ribet!
4. Mengubah Pertanyaan FAQ Jadi Struktur Artikel yang Siap Publish
Setelah punya daftar pertanyaan yang potensial, tahap berikutnya adalah mengubahnya menjadi outline artikel. Kamu bisa membuat satu artikel besar berisi banyak FAQ atau memecahnya menjadi beberapa artikel turunan. Strategi yang sering dipakai adalah 1 topik utama yang mencakup 5-10 artikel kecil berbasis pertanyaan agar peluang ranking lebih banyak.
ChatGPT bisa membantu menyusun struktur dengan cepat agar tulisan tetap rapi dan SEO-Friendly. Kamu bisa pakai prompt seperti “Buatkan outline artikel SEO dari pertanyaan ini, lengkap dengan pembuka, subjudul, dan penutup.” Jika ingin lebih matang, minta juga meta title, meta description, dan rekomendasi internal link antar artikel. Dengan begitu, hasil riset keyword FAQ kamu benar-benar berubah menjadi pipeline konten yang siap dikerjakan.
Menggunakan ChatGPT untuk riset keyword FAQ adalah cara praktis untuk menemukan peluang SEO yang sering luput dari riset keyword biasa. Kamu tidak hanya mendapatkan ide kata kunci, tetapi juga memahami bentuk pertanyaan yang paling sering dicari pengguna. Ini membuat kontenmu lebih mudah menang, terutama jika website kamu masih berkembang.
Kuncinya adalah tetap melakukan seleksi dan tidak menelan mentah-mentah semua hasil dari ChatGPT. Jadikan ChatGPT sebagai media brainstorming, lalu kamu yang menentukan prioritas berdasarkan search intent dan kebutuhan audiens. Jika workflow ini kamu lakukan konsisten, kamu bisa membangun banyak artikel yang memiliki fondasi SEO yang kuat.
FAQ
1. Apakah riset keyword FAQ pakai ChatGPT bisa dilakukan tanpa tools SEO berbayar?
Bisa. ChatGPT dapat membantu menghasilkan banyak ide pertanyaan ala People Also Ask, lalu kamu bisa memvalidasinya secara manual lewat Google Search, autocomplete, atau Google Trends.
2. Kenapa keyword berbentuk pertanyaan lebih mudah “menang” untuk website baru?
Karena keyword FAQ biasanya lebih spesifik dan kompetisinya lebih rendah dibanding keyword pendek. Selain itu, intent pengguna lebih jelas sehingga konten yang menjawabnya punya peluang ranking lebih tinggi.
3. Apakah semua pertanyaan dari ChatGPT layak dijadikan artikel?
Tidak. Kamu tetap perlu menyaring berdasarkan intent, potensi traffic, dan kemudahan menjawabnya. ChatGPT sebaiknya dipakai sebagai mesin brainstorming, bukan penentu akhir.
Mau jadi yang terdepan dalam tren AI Workflow Automation? Daftar Bootcamp Gen AI & N8N sekarang juga! Kamu akan dibimbing langsung membangun sistem otomatisasi berbasis AI, menguasai integrasi API, dan memahami bagaimana data bisa dimanfaatkan lebih cerdas untuk produktivitas. Bootcamp ini sudah terbukti ramah pemula dengan metode hands-on learning. Selain materi yang bisa diakses selamanya, kamu juga akan dapat progress tracker, portfolio mentoring, dan e-certificate sebagai bukti keahlian. Jangan sampai ketinggalan, kuota terbatas!
Penulis: Reyvan Maulid
Postingan Terkait
Menangkan Kompetisi Bisnis dengan Machine Learning
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
