SUPER 6.6 SALE! DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 99K!

1 Hari 9 Jam 53 Menit 50 Detik

Tutorial Rumus NPV dan Payback Period dalam Excel

Belajar Data Science di Rumah 18-Oktober-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/longtail-selasa-08-2023-10-18-180725_x_Thumbnail800.jpg

Excel menyediakan fungsi yang digunakan untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan. Indikator keuangan biasanya menjadi tolok ukur dalam penilaian bisnis maupun pengambilan keputusan investasi.


Misalnya pada tahun keberapa pemilik usaha akan balik modal, ingin menginvestasikan seluruh aset dalam bentuk uang, dan pada tahun keberapa pemilik usaha mendapatkan keuntungan ketika merintis suatu usaha dari tahun ke tahun.


Dalam penilaian kelayakan bisnis ada indikator yang dinamakan NPV, IRR, maupun Payback Period. Namun pada artikel kali ini, kita akan fokus ke dua jenis indikator secara spesifik yaitu NPV dan Payback Period.


Net Present Value (NPV) digunakan untuk menilai sebuah proyek investasi atau bisnis dengan menghitung selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk (cash inflow) dan nilai sekarang dari arus kas keluar (cash outflow).


Jadi pada NPV ini mempertimbangkan dua nilai sekaligus antara arus masuk maupun arus keluar dari laporan keuangan yang sudah dibuat. Sedangkan Payback period menggambarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan pemilik usaha untuk mengembalikan modal. Kriteria NPV maupun Payback Period dapat dijadikan sebagai indikator penting dalam menilai kelayakan finansial suatu usaha.


Dua indikator tersebut memang terbilang rumit jika dihitung secara manual. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Sebab kamu bisa menghitungnya hanya dengan menggunakan Excel loh! Terdapat formula khusus dalam Excel untuk menghitung besarnya nilai NPV dan Payback Period (PP).


Penasaran tidak bagaimana caranya? Kalian bisa simak artikel ini sampai habis ya sahabat DQLab!


1. Formula Rumus NPV

NPV (Net Present Value) merupakan proyeksi keuntungan yang diperoleh suatu bisnis di masa yang akan datang jika menanamkan modal investasi dengan nilai uang sekarang.


Manfaat lain dari perhitungan NPV adalah unit bisnis dapat memproyeksikan investasi yang mereka kelola di masa mendatang, menentukan apakah investasi yang dipilih merugikan atau menguntungkan berdasarkan kriteria tertentu, dan juga pertimbangan berapa besar profit margin yang didapatkan.


Melalui perhitungan NPV, unit bisnis dapat menentukan dengan segera apakah investasinya dilanjutkan atau tidak.

Berikut adalah formula rumus NPV dalam Excel:

=NPV (rate, [value1], [value2], [value3] ……….)

Excel


Keterangan:

  • rate = suku bunga yang berlaku

  • value1, value2, value3, dst.. = arus kas yang terjadi setiap tahun


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Formula Rumus PP

Payback Period atau PBP/PP merupakan metode penilaian investasi yang menggambarkan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh investasi. Misalnya, suatu bisnis memutuskan berinvestasi dalam sebuah aset dengan biaya awal Rp 2 juta.


Selama lima tahun kedepan, perusahaan akan menerima arus kas positif yang berkurang seiring waktu. Formula payback period merupakan cara paling mudah dan dapat diterapkan pada semua jenis proyek. Terlepas dari adanya durasi waktu maupun ukuran modal.


Berikut adalah formula rumus Payback Period dalam Excel:

Payback Period = investasi awal/payback tahunan.


3. Contoh Penggunaan NPV pada Excel

Setelah tahu formula atau sintaks dari rumus NPV pada Excel, kita masuk ke bagian contohnya yuk! 

Excel


Disediakan data arus kas untuk proyek selama 6 tahun berturut-turut (dinyatakan dalam juta rupiah). Adapun suku bunga yang diketahui adalah 8%. Berarti 8% menggambarkan tingkat diskonto yang berlaku dalam kasus ini ya. Lalu bagaimana cara mencari nilai NPVnya? 


Caranya, kalian bisa mengetikkan rumus berikut untuk mencari nilai NPV dari proyek tersebut.

Excel


Tingkat suku bunga yang diketahui adalah 8% maka kita masukkan 8% secara langsung. Kemudian, arus kas yang terdapat dalam tabel juga akan dimasukkan dalam perhitungan rate saat mengukur nilai NPV. Maka dengan mengetikkan rumus diatas akan muncul di tempat terpisah agar tidak tumpang tindih.


Hasil NPV yang diperoleh sebesar Rp 146,69 (146 juta). Apabila diinterpretasikan maka proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah jika dilanjutkan.


Dalam arti lain, nilai proyek diharapkan melebihi biaya awal yang dikeluarkan (pada tahun ke 0 unit bisnis mengeluarkan 175 juta). Semakin besar nilai NPV, semakin besar pula nilai tambah yang diharapkan.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


4. Contoh Penggunaan PP pada Excel

Misalkan di PT Berkah Jaya berencana untuk menginvestasikan uangnya pada satu unit produksi tambahan yang diperkirakan menelan biaya awal 100 juta.


Dan proyek tersebut diperkirakan akan menghasilkan arus kas masuk sebesar 45 juta di tahun pertama. 40 juta di tahun ke 2, 35 juta di tahun ke 3, 10 juta di tahun ke 4, 6 juta di tahun ke 5, dan 5 juta di tahun ke 6. 


Dengan rumus Payback Periode= B5+(-D5/C6) atau Rumus Payback Period = Investasi awal/payback tahunan.


Excel tidak memiliki formula khusus untuk menghitung payback period, sehingga perlu dilakukan perhitungan manual seperti berikut:

  • Pertama kamu perlu melihat tahun terjadinya arus kas kumulatif menjadi positif dan membagi jumlah yang dibutuhkan untuk menjadikannya positif dengan arus kas di tahun tersebut.

  • Lalu, hasilnya tinggal kamu tambahkan ke tahun terakhir arus kas kumulatif bernilai negatif.

  • Nah, arus kas kumulatif menjadi positif terjadi di tahun ke-3, di tahun ke-3 tersebut arus kas masuknya adalah sebesar 35 juta (cell C6)

  • Kemudian arus kas yang dibutuhkan untuk menjadikan investasi positif pada tahun ke-3 tersebut arus kas kumulatif pada akhir tahun ke-2 (Cell D5)

  • Maka untuk menghitungnya adalah dengan membagi cell D5 dengan Cell C6

  • Hasilnya ditambah dengan tahun terakhir arus kas kumulatif bernilai negatif atau tahun ke 2 (cell B5)

  • Dan berdasarkan perhitungan tersebut maka payback periodnya adalah selama 2, 43 tahun


DQLab adalah platform belajar online yang berfokus pada pengenalan Data Science dan Artificial Intelligence dengan menggunakan bahasa pemrograman populer seperti R dan Python. Menariknya, DQLab adalah platform edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan beginner untuk mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.


DQLab juga menggunakan metode HERO yaitu Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based, yang dirancang ramah untuk pemula. Jadi sangat cocok untuk kamu yang belum mengenal data science sama sekali.


Untuk bisa merasakan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif, yuk sign up sekarang di DQLab.id atau ikuti DQLab LiveClass dengan klik informasi berikut  Bootcamp Data Analyst with Excel


Penulis: Reyvan Maulid


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login