Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Tutorial Visualisasi Pareto Chart dengan Excel

Belajar Data Science di Rumah 18-Oktober-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/1-longtail-rabu-08-2023-10-18-175915_x_Thumbnail800.jpg

Excel merupakan software yang menyediakan banyak visualisasi data untuk kebutuhan pelaporan dan hasil analisis data yang telah diolah. Ada banyak variasi visualisasi yang bisa dipilih. Mulai dari visualisasi sederhana dalam bentuk pie chart, column chart, line chart, bar chart maupun visualisasi yang rumit sekalipun.


Pengguna dapat lebih leluasa untuk menggunakan excel sehingga dapat mempercantik visualisasi yang dibuat. Mulai dari merubah secondary axis, menampilkan label, merubah warna, gaya, dan tata letak suatu grafik. Salah satu penggunaan excel secara grafis adalah visualisasi pareto chart (diagram pareto). 


Pareto chart merupakan diagram berbentuk batang yang menggambarkan masalah berdasarkan urutan banyaknya frekuensi kejadian. Urutan pertama dimulai dari permasalahan yang memiliki frekuensi kejadian paling kecil sampai frekuensi kejadian paling besar.


Diagram pareto biasanya diaplikasikan dalam seven basic quality tools dalam manajemen kualitas. Excel dapat menyediakan visualisasi data diagram pareto dengan mudah dan cepat. Kita juga bisa membuatnya dengan memanfaatkan data yang ada melalui kombinasi grafik yang tersedia untuk membuat diagram pareto.


Artikel kali ini kita akan membahas tentang cara membuat visualisasi pareto chart dengan Excel. Simak tutorialnya sampai habis ya! Kita sama-sama belajar bareng


1. Mengenal Pareto Chart

Diagram Pareto, juga dikenal sebagai Kurva Pareto atau Analisis Pareto, adalah alat manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan sebaran relatif dari berbagai masalah, penyebab, atau faktor yang berkontribusi terhadap suatu masalah atau ketidaksempurnaan dalam suatu sistem atau proses.


Diagram ini dinamai dari Vilfredo Pareto, seorang ekonom dan sosiolog Italia yang pertama kali menggunakannya pada awal abad ke-20.


Excel

Sumber Gambar: Statistics by Jim


Ide dasar dari Diagram Pareto adalah bahwa sebagian kecil penyebab atau faktor dapat menyebabkan sebagian besar masalah atau ketidaksempurnaan dalam suatu sistem atau proses. Oleh karena itu, dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab yang paling signifikan, organisasi atau individu dapat fokus pada perbaikan yang paling penting.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Prinsip Pareto Chart

Dalam pareto chart menganut aturan 80/20. Hal ini mengacu pada pengamatan bahwa sebagian kecil penyebab atau faktor (biasanya sekitar 20%) seringkali menyebabkan sebagian besar masalah atau ketidaksempurnaan (sekitar 80%) dalam suatu sistem atau proses. 


Penerapan prinsip 80/20 dalam Diagram Pareto membantu dalam pengambilan keputusan strategis dan alokasi sumber daya yang efisien. Dengan memahami bahwa sebagian kecil faktor memiliki dampak besar, Anda dapat memprioritaskan upaya perbaikan pada faktor-faktor tersebut untuk mencapai perbaikan yang signifikan dalam sistem atau proses yang dianalisis.


Prinsip 80/20 juga dapat diterapkan dalam berbagai konteks di luar Diagram Pareto, seperti dalam bisnis, manajemen waktu, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya, di mana distribusi ketidakseimbangan dalam kontribusi atau dampak seringkali terjadi.


3. Manfaat dari Pareto Chart

Penggunaan pareto chart diaplikasikan dalam berbagai konteks, terutama dalam manajemen kualitas, perbaikan proses, dan pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa manfaat dalam menggunakan pareto chart:

  • Pareto Chart membantu dalam mengidentifikasi akar masalah. Dengan mengetahui faktor yang paling berkontribusi, Anda dapat menggali lebih dalam untuk memahami mengapa masalah tersebut terjadi dan mengambil tindakan yang sesuai untuk mengatasinya.

  • Pareto Chart memberikan visualisasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang sebaran kontribusi penyebab atau faktor. Hal ini membuatnya efektif untuk berkomunikasi dengan tim dan pemangku kepentingan.

  • Dengan melihat grafik Pareto, pengambil keputusan dapat dengan cepat memahami mana yang perlu diatasi terlebih dahulu. Ini memungkinkan untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan berdasarkan data.


Baca juga : Bootcamp Data Analyst with Excel


4. Cara Membuat Visualisasi Pareto Chart dengan Menggunakan Excel

Sebelum kita membuat visualisasi pareto chart, terlebih dahulu disajikan satu sumber data untuk mempermudah. Berikut adalah contoh datanya:

Excel


Setelah data telah siap, saatnya kita langsung mulai untuk langkah-langkahnya:

  • Selanjutnya, urutkan data secara descending (dari bawah ke atas). Caranya klik Tab Data, pilih sort & filter kemudian klik descending or mengurutkan data dari Z sampai A.

Excel

  • Kalkulasikan perhitungan secara kumulatif dari satu tabel ke tabel lainnya. Agar lebih jelas dan dapat dilakukan perhitungan secara kumulatif, caranya kamu bisa menggunakan rumus (untuk kolom pertama dibiarkan tetap, kolom kedua = kolom pertama ditambah kedua).

Excel

  • Rubah perhitungan kumulatif dalam bentuk angka ke dalam bentuk persen agar lebih mudah.

Excel


Sedikit catatan untuk cell C13, pada cell tersebut terdapat jumlah total komplain. Apabila nilainya kita drag ke bawah maka hasilnya tetap sama.

  • Pilih data pada kolom A, B, dan D dengan cara menekan CTRL dan pilih setiap tabel.

Excel

  • Klik Insert tab kemudian pilih grafik yang column

Excel

  • Klik Clustered Column

Excel

  • Klik kanan pada bagian berwarna orange (Cumulative dalam bentuk persen) kemudian Change Series Chart Type.

Excel

  • Pada bagian cumulative %, pilih Line with Markers as the chart type.

  • Plot hasil cumulative % series tadi di bagian secondary axis

  • Klik Ok

Excel

  • Klik kanan pada bagian persentase, klik Format Axis dan set nilai maksimum hingga 100

Excel

Berikut adalah hasilnya:

Excel


Jadi juga hasil dari diagram pareto pada Excel kawan! Tidak hanya bahasa pemrograman saya lho yang penting dikuasai, ternyata tools Ms.Excel juga tak kalah penting untuk dikuasai terutama untuk kamu yang saat ini berprofesi sebagai Admin. Ingin ukur kompetensi excelmu?


Yuk, coba mini quiz DQLab. Caranya mudah, signup sekarang di DQLab.id lalu pilih menu Quiz atau ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel.


Nikmati pembelajaran yang praktis dan aplikatif untuk jago Excel bersama DQLab! Tunggu apa lagi? Yuk, signup sekarang dan mulai belajar Module Platinum Excel. Caranya dengan Sign Up sekarang untuk #MulaiBelajarData di DQLab:


  • Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup atau isi form dibawah ini ya!

  • Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab

  • Subscribe DQLab.id untuk Akses Semua Module Premium!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login