[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 19 Jam 47 Menit 19 Detik 

Sudah Tahu Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Data Sekunder Belum? Yuk, Simak Penjelasannya

Belajar Data Science di Rumah 02-Juni-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/1f2b320ac362b9ecce021bb9e88dd74b_x_Thumbnail800.jpg

Data sekunder merupakan salah satu jenis data yang bisa digunakan oleh peneliti. Berbeda dengan data primer yang didapatkan langsung oleh peneliti dengan berbagai metode, seperti observasi langsung, wawancara, ataupun meminta respondennya mengisi kuesioner, data sekunder didapatkan dengan cara tidak langsung atau melalui perantara pihak lain. Data sekunder memiliki berbagai macam bentuk, misalnya seperti bukti, catatan, laporan yang telah disusun dalam bentuk arsip, baik yang dipublikasikan ataupun tidak.

Tentu saja selain berbeda cara pengambilan, keakuratan yang dihasilkan juga berbeda. Data sekunder karena diambil dari pihak lain, apalagi jika diambil dari berbagai sumber, mungkin saja memiliki keakuratan yang lebih rendah dibandingkan data primer yang diambil langsung oleh peneliti. Namun sebenarnya keadaan yang seperti apa sih yang akhirnya membuat kita lebih memilih untuk menggunakan data sekunder? Dalam artikel ini akan dibahas mengenai keadaan-keadaan yang membuat data sekunder bisa digunakan. Penasaran apa saja? Yuk, simak artikel berikut!

1. Biaya yang Terbatas

Salah satu alasan penggunaan data sekunder sebagai data penelitian adalah ketika peneliti hanya memiliki budget yang terbatas. Data primer membutuhkan biaya yang lebih banyak, karena kita perlu mengunjungi objek yang dapat menghasilkan data. Tidak jarang jika objek penelitiannya adalah orang, maka peneliti mungkin perlu memberikan bingkisan sebagai tanda terima kasih karena telah bersedia dijadikan objek penghasil data. Berbeda dengan data primer, data sekunder karena kemudahannya untuk didapatkan maka akan membutuhkan biaya yang jauh lebih sedikit.

Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data

2. Waktu Penelitian yang Singkat

Alasan lain yang bisa dipertimbangkan untuk menggunakan data sekunder adalah karena waktu penelitian yang relatif singkat. Beberapa penelitian mungkin membutuhkan waktu lebih banyak di proses analisa data. Apalagi jika waktu yang diberikan untuk penelitian tersebut cukup singkat, sehingga mau tidak mau peneliti harus mempersingkat waktu yang digunakan untuk pengumpulan data. Tentu saja jika dibandingkan dengan data primer, penggunaan data sekunder sangat mampu mempersingkat waktu karena tidak membutuhkan waktu untuk mengunjungi narasumber penghasil data.

3. Data Primer Tidak Mampu Menjawab Permasalahan

Tidak jarang dalam penelitian, data primer yang telah susah payah dikumpulkan ternyata tidak mampu menjawab permasalahan yang ada. Sehingga dari pada harus membuang waktu dan biaya lebih banyak, maka peneliti dapat menggunakan data sekunder. Data sekunder ini dapat digunakan sebagai pelengkap dari data primer, atau bahkan digunakan untuk menggantikan data primer yang telah ada. Saat ini penelitian yang hanya menggunakan data sekunder sudah banyak dilakukan, tujuannya lebih ke arah menguji metode yang telah ada sebelumnya.

Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif

4. Terapkan Data Sekunder pada Kompetensi Data Science Mu!


Tunggu apa lagi? Yuk, sign up sekarang dan implementasikan data sekunder dalam data science! Nikmati pengalaman belajar yang seru dan aplikatif serta kamu bisa mulai belajar dimanapun dan kapanpun! Siap berkarir di revolusi industri 4.0? Mulai belajar data science sekarang bersama DQLab!

Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!