PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 1 Jam 38 Menit 57 Detik

Yuk Cari Tahu Contoh Analisis Sumber Data Sekunder di Sekitarmu

Belajar Data Science di Rumah 08-Juni-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/b1d4e5749e43ad5755ddb178959d8d39_x_Thumbnail800.jpg

Data sekunder merupakan salah satu dari dua jenis data utama yang sering digunakan dalam penelitian. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan yang dapat digunakan oleh peneliti lain untuk penelitian mereka. Jenis data ini sudah dikumpulkan di masa lalu dan biasanya sudah melalui tahap preprocessing sehingga datanya bisa langsung digunakan. Rata-rata data sekunder merupakan data yang berasal dari proyek tertentu yang bisa digunakan oleh peneliti lain. Namun data sekunder juga dapat berasal dari kumpulan informasi yang dikumpulkan untuk penggunaan umum tanpa tujuan penelitian khusus, seperti sensus nasional. Data sekunder lebih mudah dikumpulkan dari pada data primer karena peneliti tidak perlu melakukan observasi, wawancara, survei, dan lain sebagainya untuk mendapatkan data. Namun, kelemahan dari data sekunder adalah perlu adanya cross check atau validasi informasi mengingat data yang dikumpulkan bukanlah data yang diambil langsung pada objek penelitian.

Data sekunder dapat berasal dari berbagai sumber, bahkan sumber-sumber tersebut bisa saja ada di sekitar kita, seperti buku, jurnal, surat kabar, website, catatan pemerintah, dan lain sebagainya. Dengan perkembangan teknologi internet yang sangat pesat, sumber data sekunder semakin cepat dan mudah diakses. Pada artikel kali ini DQLab akan menjelaskan apa saja sumber-sumber data sekunder yang ada di sekitar kita. Penasaran? Yuk simak artikel ini sampai akhir!

1. Buku dan Jurnal

Buku merupakan salah satu sumber tradisional untuk mencari dan mengumpulkan data. Di era modern, buku sudah sangat mudah diakses, bahkan kita bisa membaca buku tanpa memegang bentuk fisiknya. Cukup bermodalkan gadget dan internet, kita bisa membaca buku dengan topik apapun. Saat melakukan penelitian, seorang peneliti akan mencari buku sesuai dengan topik yang diteliti. Jika dipilih dengan cermat, buku dapat menjadi sumber data yang otentik dan dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan tinjauan pustaka.

Akhir-akhir ini jurnal dirasa lebih penting daripada buku dalam hal pengumpulan data. Hal ini karena jurnal diupdate dan dipublikasikan secara berkala sehingga memberikan informasi yang lebih up to date. Selain itu, jurnal juga biasanya lebih spesifik dalam hal penelitian karena objek yang dibahas dan diteliti pada jurnal lebih mengerucut jika dibandingkan dengan buku yang bahasanya lebih luas.

Baca juga : Data Analisis : 2 Jenis Metode yang Penting Untuk Kamu Tahu dalam Analisis Data

2. Koran dan Website

Dalam beberapa kasus, informasi yang disampaikan melalui koran sangat bisa diandalkan. Oleh karena itu, koran merupakan salah satu sumber data sekunder yang paling otentik. Jenis data yang biasanya dapat ditemukan di koran adalah data yang bersifat politik, ekonomi, dan pendidikan. Pada koran sangat jarang ditemukan data ilmiah, namun masih ada beberapa kolom yang menyangkut penelitian ilmiah, walaupun tidak banyak. Jika seorang peneliti ingin mencari informasi terkait studi ilmiah, kurang cocok jika menjadi data yang diperlukan di koran.

Dalam situs website, informasi yang dibagikan tidak diatur dan kurang dapat dipercaya jika dibandingkan dengan sumber data sekunder yang lain. Namun, ada beberapa situs web yang memang khusus membagikan data asli dan dapat dipercaya oleh peneliti. Sebagian besar situs web ini adalah situs web milik pemerintah atau organisasi swasta berbayar yang bergerak di dunia pengumpulan data.

3. Blog dan Buku Harian

Blog adalah salah satu sumber data sekunder online paling umum namun kurang otentik. Hal ini karena saat ini hampir semua orang memiliki blog dan mereka menggunakan blog untuk menghasilkan uang dengan membagikan informasi yang mungkin tidak diverifikasi terlebih dahulu. Contohnya, seorang food blogger mereview makanan karena ia dibayar. Kita tidak bisa memastikan apakah informasi makanan yang ia tulis dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Buku harian adalah catatan pribadi dan sangat jarang digunakan untuk sumber data sekunder oleh para peneliti, kecuali jika seseorang menulis kisah hidupnya dan dipublikasikan. Namun, buku harian tetap bisa digunakan sebagai sumber data sekunder, bahkan informasi yang didapatkan lebih dapat dipercaya karena ditulis langsung oleh orang yang mengalami suatu kejadian. Contoh penggunaan buku harian untuk mengumpulkan data sekunder adalah buku harian Anne Frank yang berisi catatan akurat dan rinci mengenai Perang Nazi.

4. Catatan Pemerintah dan Podcast

Catatan pemerintah merupakan sumber data sekunder yang paling sangat penting dan otentik. Catatan ini berisi informasi berguna di bidang pemasaran, manajemen, humaniora, dan penelitian sosial. Beberapa contoh catatan pemerintah yang dapat digunakan sebagai sumber data sekunder adalah data sensus, catatan kesehatan, catatan lembaga pendidikan, dan lain sebagainya. Catatan pemerintah biasanya digunakan untuk membantu perencanaan yang tepat, alokasi dana yang efektif, dan penentuan prioritas proyek.

Podcast saat ini sedang naik daun dan lebih banyak didengarkan sebagai alternatif pengganti radio. Pada dasarnya, cara kerja podcast mirip dengan stasiun radio online. Podcast dapat berisi wawancara dengan narasumber, monolog, dan lain sebagainya. Informasi-informasi yang dibagikan di podcast bisa menjadi sumber data sekunder yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan terkait penelitiannya.

Baca juga : Langkah-Langkah Menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif

5. Belajar Cara Mengaplikasikan Data Sekunder Bersama DQLab

Di era modern, data merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Namun, data mentah perlu diolah dan diproses agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat. Untuk menghasilkan informasi yang insightful, data perlu diproses secara benar, mulai dari metodenya hingga tools yang digunakan. Mau belajar cara mengolah data sekunder menjadi informasi yang bermanfaat? Yuk belajar bersama DQLab! Klik tombol di bawah ini dan rasakan sensasi belajar asik dan menarik. Selamat mencoba!


Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login