[LAST DAY] MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 1 Jam 3 Menit 58 Detik 

Yuk Intip Tools Big Data Analytics Selain R dan Python

Belajar Data Science di Rumah 19-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/cd0abf8419ecb2acd511438971da1979_x_Thumbnail800.png

Tujuan dari big data analytics adalah menggali sumber data untuk mendapatkan insight yang bermanfaat dan informasi tak terbatas yang banyak digunakan oleh organisasi, lembaga, dan perusahaan untuk meningkatkan operasional dan menemukan peluang baru untuk memperbanyak pendapatan. Big data analytics hampir digunakan di semua industri, mulai dari personalisasi konsumen, audit dan manajemen risiko, deteksi fraud atau penipuan, hingga analisis kinerja internal perusahaan, organisasi, maupun lembaga. Nilai tersembunyi dari big data yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan perusahaan, lembaga, dan organisasi menyebabkan pengembangkan operasi analitik berkembang pesat.


Di era big data, produksi data meningkat cukup drastis setiap harinya. Bahkan ukurannya bukan lagi kilobyte atau megabyte, tetapi sudah menyentuh terabyte. Namun, data-data ini tidak ada artinya apabila tidak diolah dengan benar. Untuk mengolah big data, perlu tools analytics khusus karena ukuran, volume, dan kecepatan produksi data yang besar memerlukan tools yang powerfull. Jika selama ini dua tools yang banyak digunakan untuk big data analytics adalah R dan Python, ternyata ada tools lain yang bisa digunakan untuk mengolah big data. Penasaran apa saja tools tersebut? Yuk simak artikel ini sampai akhir!


1. Xplenty

Xplenty adalah platform untuk mengintegrasikan, memproses, dan menyiapkan data untuk analitik di cloud. Tools ini dapat digunakan untuk menyatukan semua sumber data yang kita miliki. Interface graphic yang dimiliki akan mempermudah kita untuk menerapkan ETL, ELT, dan replication solution. Xplenty adalah toolkit lengkap untuk membangun saluran data dengan coding minimum bahkan tanpa coding. Tools ini banyak digunakan untuk marketing, supporting, dan development. Kelebihan dari tools ini adalah termasuk dalam platform tools yang elastis dan skalabel, dapat dihubungkan secara langsung ke berbagai penyimpanan data, dan memiliki komponen API sehingga kinerjanya lebih fleksibel.


Baca juga : Belajar Big Data: Karakteristik, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan Big Data


2. Adverity

Adverity merupakan platform analisis pemasaran dari ujung ke ujung yang fleksibel sehingga perusahaan bisa melacak kinerja marketing dalam satu tampilan dan dengan mudah mengekstrak insight baru secara real time. Tools ini memiliki fitur yang mumpuni seperti dapat terintegrasi dengan lebih dari 6000 sumber data, memiliki visualisasi data yang powerful, dan analisis prediktif yang didukung artificial intelligence. Selain itu, Adverity dapat mentransformasi data juga sangat cepat dan tampilan report yang out of the box.


3. Datadoo

Datadoo adalah platform ETL berbasis cloud tanpa coding yang mengutamakan fleksibilitas dengan berbagai konektor dan membuat jalur data yang stabil, sederhana, dan cepat. Tools ini terhubung ke berbagai sumber data yang ada sehingga kita tidak perlu menambahkan elemen lagi pada arsitektur data dan mengubah flowchart dasar. Interface yang menarik dan pengaturan yang cepat akan membantu kita untuk mengintegrasikan data. Kelebihan dari Datadoo adalah user friendly sehingga mudah digunakan oleh user non teknis dengan interface yang sederhana, cepat untuk menyebarkan saluran data, dan dapat disambungkan dengan berbagai data secara fleksibel.


4. Apache Hadoop

Apache Hadoop adalah framework software yang digunakan untuk clustered file system dan penanganan big data. Tools ini memproses kumpulan big data melalui model pemrograman MapReduce. Hadoop adalah framework open source yang ditulis dalam java dan menyediakan fitur lintas platform. Hadoop merupakan tools big data analytics terbaik yang banyak digunakan oleh data scientist saat ini. Buktinya, lebih dari setengah perusahaan Fortune 50 menggunakan tools ini, seperti Amazon, Hortonworks, IBM, Intel, Microsoft, Facebook, dan lain-lain.


Baca juga : Big Data Analytics dan Kegunaanya untuk Perkembangan Bisnismu


5. Keuntungan Menguasai Big Data Analytics

Di era big data, skill menguasai berbagai tools dan metode analisis big data akan menjadi nilai tambah karena saat ini perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengekstrak kumpulan data yang berukuran besar dan cenderung tidak terstruktur menjadi insight yang sangat bermanfaat. Dengan menguasai big data analytics, kita akan berada beberapa level di atas ‘pesaing’ kita di dunia kerja sehingga peluang kita untuk diterima semakin besar. Yuk persiapkan diri untuk terjun ke dunia data bersama DQLab! Klik button di bawah ini untuk menikmati berbagai program belajar berupa modul pembelajaran menarik, challenge, bahkan job connector yang akan menghubungkan kita dengan berbagai recruiter. Selamat belajar!



Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!