⚡17.8 MERDEKA SALE, DISKON 98%!🇮🇩⚡
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!

0 Hari 0 Jam 54 Menit 6 Detik

Yuk, Kuasai Skill Data Analyst dengan Career Track DQLab

Belajar Data Science di Rumah 26-Agustus-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/6a0cdc56aa6b77bbe4c9f00034aabe1c_x_Thumbnail800.jpg

Tertarik berkarier sebagai Data Analyst, tapi masih bingung harus belajar apa saja dan mulai dari mana? Menguasai Excel saja tentu belum cukup, karena seorang Data Analyst juga perlu memahami cara mengambil, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data.

Supaya proses belajar lebih terarah, kamu bisa mengikuti Career Track Data Analyst yang dirancang untuk membantu membangun skill secara bertahap. Mulai dari SQL dan Python sampai visualisasi data dan portfolio, berikut tahapan yang bisa kamu pelajari.

1. Fundamental SQL Menggunakan Google Big Query

SQL menjadi salah satu skill penting untuk Data Analyst karena digunakan untuk mengambil dan mengolah data yang tersimpan di database. Lewat SQL, kamu bisa melakukan berbagai kebutuhan analisis seperti memilih data, melakukan filter, menggabungkan tabel, hingga membuat agregasi.

Pada tahap fundamental, kamu bisa mulai memahami konsep dan syntax dasar SQL menggunakan Google BigQuery. Setelah terbiasa, kamu dapat menggunakannya untuk mengolah dataset dan menjawab pertanyaan bisnis berdasarkan data yang tersedia.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


2. Fundamental Python Menggunakan Google Colab

Selain SQL, Python juga banyak digunakan untuk membantu proses pengolahan dan analisis data. Bahasa pemrograman ini dapat digunakan untuk melakukan data cleaning, eksplorasi data, sampai membuat analisis yang lebih kompleks.

Untuk memulai, kamu bisa menggunakan Google Colab sehingga tidak perlu repot melakukan instalasi environment Python di perangkat. Fokuskan pembelajaran pada fundamental Python terlebih dahulu sebelum masuk ke library yang lebih spesifik untuk kebutuhan data.

3. Data Visualization dan Storytelling Menggunakan Looker Studio

Data yang sudah dianalisis akan lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bentuk visual yang tepat. Karena itu, Data Analyst juga perlu memahami data visualization dan bagaimana menyampaikan insight melalui storytelling.

Dengan Looker Studio, kamu bisa belajar mengubah data menjadi dashboard dan visualisasi yang lebih mudah dibaca. Namun, membuat dashboard bukan sekadar memilih grafik yang terlihat menarik; kamu juga perlu memahami bagaimana menyusun informasi agar orang lain dapat menangkap insight penting dengan cepat.


Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist


4. Data Science Menggunakan Python

Setelah memiliki dasar SQL, Python, dan visualisasi, kamu bisa mulai memperluas kemampuan dengan mempelajari konsep Data Science menggunakan Python. Tahap ini dapat membantu kamu memahami bagaimana Python digunakan untuk melakukan eksplorasi dan analisis data secara lebih mendalam.

Kamu bisa mulai mengenal proses seperti data preparation, exploratory data analysis, hingga penggunaan berbagai library Python untuk mengolah dataset. Semakin sering berlatih dengan studi kasus, semakin terbiasa kamu menerapkan konsep yang dipelajari pada permasalahan data yang lebih realistis.

5. Bimbingan Portofolio

Skill saja belum cukup kalau kamu ingin mulai mempersiapkan diri untuk berkarier sebagai Data Analyst. Kamu juga perlu menunjukkan kemampuan tersebut melalui portfolio yang berisi project dan hasil analisis yang pernah kamu kerjakan.

Melalui bimbingan portfolio, kamu bisa belajar bagaimana menyusun project agar proses pengerjaan dan insight yang dihasilkan dapat terlihat dengan jelas. Portfolio yang baik tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kamu memahami masalah, mengolah data, melakukan analisis, dan menarik kesimpulan.

Membangun skill Data Analyst memang membutuhkan proses yang bertahap. Mulai dari SQL dan Python, visualisasi data, Data Science, hingga portfolio, setiap kemampuan saling melengkapi untuk membentuk fondasi yang lebih kuat.

Kalau kamu ingin belajar dengan alur yang lebih terstruktur, Bootcamp Data Analyst with Python and SQL DQLab bisa menjadi salah satu langkah yang relevan untuk memulai.

Program ini berfokus pada Python dan SQL dengan pembelajaran live dan praktik untuk membantu kamu mempersiapkan skill menuju karier Data Analyst.

Jadi, nggak perlu bingung harus mulai dari mana. Tentukan targetmu, bangun skill satu per satu, dan mulai kumpulkan project yang nantinya bisa menjadi portfolio untuk mendukung perjalanan kariermu.


FAQ

1. Apa perbedaan belajar Data Analyst secara mandiri dan melalui Career Track?

Belajar mandiri memberikan fleksibilitas dalam menentukan materi, tetapi kamu mungkin perlu menyusun sendiri urutan belajar dan latihan. Career Track memberikan alur pembelajaran yang lebih terstruktur sehingga kamu memiliki panduan skill yang perlu dipelajari secara bertahap.

2. Mengapa portfolio penting untuk Data Analyst?

Portfolio dapat menunjukkan kemampuanmu dalam menerapkan skill data pada project atau studi kasus. Isinya bisa memperlihatkan proses mulai dari memahami masalah, mengolah data, melakukan analisis, hingga menyampaikan insight.

3. Apakah Career Track Data Analyst cocok untuk pemula?

Career Track dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mempelajari skill Data Analyst secara lebih terarah. Pembelajaran dimulai dari fundamental sebelum masuk ke materi yang lebih kompleks.

Career Track DQLab membantu kamu membangun skill Data Analyst secara lebih terarah, mulai dari SQL dengan BigQuery, Python dengan Google Colab, data visualization dan storytelling, Data Science, hingga bimbingan portfolio. Cocok untuk kamu yang ingin belajar secara bertahap sekaligus mempersiapkan project sebagai bekal menuju karier di bidang data.

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini