SUPER 6.6 SALE! DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 99K!

1 Hari 10 Jam 27 Menit 30 Detik

Yuk Terapkan Data Science pada Bisnis, Dijamin Cuan!

Belajar Data Science di Rumah 25-Januari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/61e6016cb31817c4656fba16360bf579_x_Thumbnail800.jpeg

Ilmu Data Science merupakan skill yang harus dikuasai oleh praktisi data seperti Data Scientist, Data Analyst, dan praktisi data lainnya. Beberapa lowongan untuk praktisi data untuk posisi yang lebih tinggi kerap kali mensyaratkan kandidatnya harus memiliki pengalaman. Dalam hal ini, pengalaman tidak hanya dilihat dari lama masa kerja orang tersebut, namun juga bisa dilihat dari hal apa saja yang sudah pernah dikerjakan dan diselesaikan dengan baik.


Hal inilah yang kemudian membuat seorang praktisi data wajib memiliki portfolio data. Pada dasarnya, portfolio data ini tidak hanya akan menyoroti hasil pekerjaan yang sudah kita lakukan, namun kita juga perlu menunjukkan kepribadian, skill komunikasi, serta branding yang kita miliki. Dalam artikel ini, kita akan membahas gimana sih caranya agar portfolio yang kita buat bisa keliatan menarik di mata recruiter? Yuk, simak tips nya! 


1.Gunakan Kreativitas

Data Science

Portfolio bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menunjukkan skill yang kita miliki di Data Science. Namun yang perlu kita ingat, jangan sampai menjadikan project yang tergolong basic untuk menjadi portfolio data, terlebih jika kita sudah bergelut dengan data cukup lama. Misalnya saja project Kaggle yang cukup populer dan banyak digunakan seperti Titanic Survival Prediction atau Iris Flower Classification. Meskipun project tersebut sangat bagus digunakan untuk melakukan pembelajaran data, namun sayangnya itu tidak cukup mengesankan bagi recruiter.


Banyaknya orang yang menggunakan project ini dalam portfolio mereka membuatmu terlihat memiliki skill yang biasa-biasa saja. Sehingga dibandingkan mengerjakan project basic, ada baiknya kamu mulai memikirkan hal yang lebih unik untuk dijadikan project. Tampilkan sesuatu yang memiliki kisah dan bisa menarik perhatian recruiter. Jika kamu bingung harus memulai dari mana, mungkin kamu bisa melihat contoh project orang lain serta memperhatikan data yang open source yang tersedia di internet untuk mendapatkan beberapa ide. 


Baca juga : Kenapa Data Science Penting? Ini Dia Manfaatnya di Era Digital


2. Tunjukkan Skill dalam Collecting, Pre-Processing, dan Analisis Data

Data Science

Salah satu skill yang bisa ditonjolkan dalam portfolio yang kamu buat adalah skill data collection, pre-processing data, serta analisis data. Seperti yang kita ketahui, seorang praktisi data pekerjaannya tidak akan jauh-jauh dari data, mulai dari proses pengumpulan data, persiapan, hingga analisis dan penyajiannya. Kamu bisa menampilkan skill mu untuk mengekstrak data eksternal dengan bantuan beberapa tools, misalnya Python API. Untuk pre-processing data, kamu bisa menggunakan library-library Python untuk menyiapkan data seperti Pandas yang sangat cocok untuk memanipulasi data.


3. Skill Problem Solving juga Harus Ditampilkan

Data Science

Skill problem solving adalah skill yang harus dimiliki oleh banyak profesi, termasuk para praktisi data. Disadari atau tidak, ternyata kekuatan para praktisi data seperti Data Scientist dan Data Analyst terletak pada kemampuannya dalam memecahkan permasalahan bisnis. Kita mungkin kerap kali mendengar bahwa praktisi data diharapkan bisa membuat model Machine Learning. Pada dasarnya hal tersebut hanyalah alat yang bisa digunakan untuk membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang ada. Namun yang paling penting untuk melakukan problem solving adalah kita harus mengetahui tentang bisnisnya sehingga kita bisa mengambil keputusan terbaik dengan tepat. Di dalam portfolio yang akan kamu buat, pastikan kamu menyajikan hasil dari analisis bahkan akan lebih baik jika bisa lengkap dengan saran untuk permasalahan tersebut.


4.Pamerkan Project Mu di Berbagai Platform

Data Science

Setelah mengerjakan project, kamu bisa menampilkan hasil mu di berbagai platform. Misalnya saja pada GitHub, kamu bisa meng-upload code yang kamu miliki. Untuk memperjelas code tersebut, kamu bisa menambahkan komen di setiap bagiannya. Selain itu, kamu juga bisa menuangkan project yang sudah dikerjakan dengan cara menuliskan blog post. Para recruiter mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk membaca kode yang ada di GitHub mu.Namun dengan menuliskan project mu dalam bentuk artikel, recruiter bisa membaca artikel mu dengan mudah dan menemukan inti dari project yang kamu kerjakan.


Baca juga : 3 Contoh Penerapan Data Science yang Sangat Berguna di Dunia Perindustrian


Data Science ternyata merupakan ilmu yang bisa menempatkan diri dimana saja. Bahkan di dunia marketing dan branding yang penuh dengan kreativitas. Perkembangan Data Science di berbagai sektor membuat kita harus mulai membuka mata untuk melihat peluang besar ini. Jika tidak ingin ketinggalan zaman, maka kita harus mengupgrade diri. Salah satu caranya, kamu bisa mempelajari Data Science bersama DQLab. Di sana kamu akan mendapatkan module lengkap, sertifikat sebagai bukti telah menyelesaikan modul pembelajaran dan juga bisa langsung menerapkan pembelajarannya melalui fitur project yang tersedia. 


Tunggu apalagi? Yuk langsung bergabung dengan cara signup di DQLab kemudian nikmati pembelajaran modul gratis “Introduction to Data Science with Python” atau “Introduction to Data Science with R”. Dengan memulai pembelajarannya dari sekarang, kamu siap menghadapi tantangan di era digital dan mewujudkan karirmu sebagai Data Scientist di tahun 2022.


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login