TERMURAH HARGA RAMADHAN!
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 99K!
1 Hari 19 Jam 35 Menit 9 Detik

Apakah ChatGPT Bisa Menggantikan Pekerjaan Data Analyst?

Belajar Data Science di Rumah 29-Maret-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-jumat-09-2025-03-30-093527_x_Thumbnail800.jpg
Follow Instagram dan LinkedIn kami untuk info karir dan topik menarik

Dalam dunia nyata, pekerjaan data analyst terdengar menjanjikan. Ini karena permintaan akan analisis data semakin meningkat di berbagai industri, mulai dari bisnis, keuangan, teknologi, hingga kesehatan. Peran seorang Data Analyst sangat penting dalam membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data, mengidentifikasi tren, serta meningkatkan efisiensi operasional.


Namun, seiring berjalannya waktu, kecerdasan buatan (AI) mulai berkembang pesat dan merambah ke berbagai bidang pekerjaan, termasuk lingkup analisis data. ChatGPT, sebagai salah satu model AI berbasis bahasa, kerap digunakan dalam berbagai tugas yang berkaitan dengan data.


Tetapi, pertanyaannya sederhana. Apakah ChatGPT bisa sepenuhnya menggantikan pekerjaan seorang Data Analyst? Tentu, jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Meskipun AI dapat membantu dalam beberapa aspek analisis data, masih ada banyak faktor yang membuat peran Data Analyst tetap relevan dan tidak tergantikan sepenuhnya. Mari kita bahas dari berbagai aspek!


1. Peran dan Tanggung Jawab Data Analyst

Sebagai seorang Data Analyst, kamu memiliki peran penting dalam mengubah data mentah menjadi wawasan berharga bagi perusahaan. Tugasmu tidak hanya sekadar mengumpulkan data, tetapi juga memastikan data tersebut bersih dan dapat diandalkan. Kamu harus mampu mengekstrak informasi dari berbagai sumber, baik itu database internal, API, maupun data eksternal lainnya. Setelah data dikumpulkan, tahap berikutnya adalah membersihkan dan merapikan data agar tidak ada duplikasi, nilai yang hilang, atau inkonsistensi yang bisa mengganggu proses analisis.


Lebih dari sekadar bekerja dengan angka, kamu juga dituntut untuk memiliki kemampuan analitis yang tajam. Analisis yang kamu lakukan tidak hanya terbatas pada statistik dasar, tetapi juga mencakup pemodelan data, segmentasi pelanggan, hingga pembuatan prediksi menggunakan teknik machine learning dasar.


Hasil analisis yang kamu buat harus dapat disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami, baik melalui visualisasi dengan Tableau, Power BI, atau Matplotlib, maupun dalam bentuk laporan yang membantu pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan strategis. Oleh karena itu, peran Data Analyst tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membutuhkan pemahaman bisnis yang kuat.


Baca Juga: Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner


2. Kemampuan ChatGPT dalam Analisis Data

Dalam dunia analisis data, ChatGPT bisa menjadi alat yang sangat membantu. Dengan kemampuannya dalam memproses bahasa alami, kamu dapat menggunakannya untuk memahami konsep statistik, mendapatkan contoh kode analisis data, atau bahkan melakukan eksplorasi data awal. Jika kamu membutuhkan skrip SQL untuk mengambil data dari database atau kode Python untuk melakukan analisis regresi, ChatGPT bisa menyediakannya dalam hitungan detik. Hal ini tentu mempercepat pekerjaan, terutama dalam tugas-tugas yang bersifat teknis dan repetitif.


Selain membantu dalam penulisan kode, ChatGPT juga bisa digunakan untuk merangkum data dan memberikan insight awal. Misalnya, jika kamu memiliki dataset yang besar dan ingin memahami pola di dalamnya, kamu bisa meminta ChatGPT untuk memberikan ringkasan tren berdasarkan deskripsi dataset yang kamu masukkan.


Bahkan, dalam beberapa kasus, ChatGPT dapat memberikan saran tentang metrik apa yang perlu dianalisis atau metode statistik yang paling sesuai. Dengan kemampuannya ini, AI seperti ChatGPT bisa menjadi mitra kerja yang sangat membantu bagi seorang Data Analyst.


3. Keterbatasan ChatGPT dalam Menggantikan Data Analyst

Meskipun ChatGPT memiliki kemampuan luar biasa dalam membantu analisis data, ia tetap memiliki keterbatasan yang membuatnya belum bisa menggantikan peran seorang Data Analyst sepenuhnya. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya pemahaman konteks bisnis. Sebagai Data Analyst, kamu tidak hanya bekerja dengan angka, tetapi juga harus memahami industri tempatmu bekerja.


Setiap bisnis memiliki tantangan dan dinamika tersendiri yang tidak bisa diinterpretasikan oleh AI hanya dari sekadar angka. Pemahaman terhadap latar belakang bisnis, tujuan perusahaan, dan perilaku konsumen merupakan aspek yang masih membutuhkan intuisi serta pengalaman manusia.


Selain itu, ChatGPT juga terbatas dalam melakukan eksplorasi data yang kompleks. Meskipun AI dapat menjalankan analisis statistik dasar, ia tidak bisa menggantikan naluri dan kepekaan manusia dalam menemukan insight yang lebih mendalam. Analisis data sering kali melibatkan banyak iterasi dan eksperimen, yang membutuhkan keputusan subjektif berdasarkan pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap domain tertentu.


Bahkan, dalam hal validasi data, seorang Data Analyst tetap lebih unggul karena mampu mendeteksi bias, anomali, atau kesalahan dalam dataset yang mungkin tidak terdeteksi oleh AI. Oleh karena itu, AI saat ini lebih cocok sebagai alat pendukung daripada pengganti peran Data Analyst.


Baca Juga: Tata Cara Menggunakan AI Chat GPT Anti Ribet!


4. ChatGPT Bukan Pengganti, tapi Alat Bantu

Daripada melihat AI sebagai ancaman, kamu sebaiknya menganggapnya sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. ChatGPT bisa membantumu dalam banyak aspek teknis, seperti otomatisasi tugas berulang, pembuatan skrip analisis data, hingga penyusunan laporan awal. Dengan memanfaatkan AI, kamu bisa menghemat waktu dalam proses pemrosesan data dan lebih fokus pada pengambilan keputusan strategis. Ini berarti bahwa alih-alih menghilangkan pekerjaan Data Analyst, AI justru dapat membuat pekerjaannya lebih efektif dan efisien.


Namun, AI tetap tidak bisa menggantikan intuisi dan kreativitas manusia dalam memahami serta mengolah data menjadi wawasan bisnis yang mendalam. Keterampilan seperti berpikir kritis, komunikasi yang baik, dan pemahaman konteks bisnis masih menjadi faktor utama yang membuat Data Analyst tetap relevan di era kecerdasan buatan. Jadi, daripada khawatir akan tergantikan, kamu sebaiknya mulai mengasah kemampuan dalam mengintegrasikan AI ke dalam workflow-mu, sehingga kamu bisa bekerja lebih cerdas dan produktif di era digital ini


ChatGPT memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi kerja Data Analyst, tetapi belum bisa sepenuhnya menggantikannya. AI dapat mempercepat tugas-tugas teknis, tetapi keputusan berbasis data masih memerlukan pemahaman bisnis, intuisi, dan keterampilan komunikasi manusia.


Jadi, bagi para Data Analyst, alih-alih takut tergantikan, lebih baik menggunakan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas analisis data.


FAQ

Yuk, eksplorasi ChatGPT untuk kebutuhan belajar tentang data bersama DQLab. Kenapa harus DQLab? Sebagai platform belajar online terbaik, modul ajarnya dilengkapi studi kasus yang membantu kalian belajar memecahkan masalah dari berbagai industri. DQLab juga mengintegrasikan modulnya dengan ChatGPT, sehingga:

  • Membantu kalian menjelaskan lebih detail code yang sedang dipelajari

  • Membantu menemukan code yang salah atau tidak sesuai

  • Memberikan solusi atas problem yang dihadapi pada code

  • Membantu kalian belajar kapanpun dan dimanapun


Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi? Yuk, segera persiapkan diri dengan modul premium atau kamu juga bisa mengikuti Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner sekarang juga!


Penulis: Reyvan Maulid

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login