Belajar Data Science DQLab Diskon 85% Claim Promo
Berakhir 3 Days 2 Jam : 44 Menit : 59 Detik

Sukses Beralih Profesi dari QC Supervisor menjadi Data Analytics, Intip Kisah Inspiratif Arya Andhika, Member DQLab

Belajar Data Science di Rumah 02-Mei-2020

Bahkan saat saya menjabat di perusahaan baru pun sebagai QC supervisor,saya jadi mulai tertarik gitu untuk mempelajari hal-hal lain terkait sama data analisis gitu.” Ujar Arya.


1. Mulai dari Belajar Excel

Arya Andhika, seorang member DQLab yang kini sukses beralih profesi sebagai Data Analytics ternyata memiliki kisah unik untuk meraih cita-citanya bergelut di dunia data. Saat Arya berprofesi sebagai QC Supervisor ia mengaku bahwa dirinya banyak mengenal penggunaan grafik dan analisa statistik. 


Karena memiliki ketertarikan pada dunia data, Arya pun mencoba mempelajari data dengan menggunakan Excel. Arya mengaku tidak mengetahui sama sekali rumus-rumus yang dapat diterapkan dalam pengolahan data. Dengan modal rasa ingin tahu yang tinggi, Arya pun tidak patah semangat mempelajari excel untuk diterapkan dalam pekerjaannya.


Kira-kira hal apa saja ya yang mendorong Arya untuk pindah profesi sebagai Data Analytics? Yuk, simak bersama!


2. Bukan dari Background Matematika Bukan Halangan

Arya merupakan member DQLab yang bukan berasal dari latar belakang pendidikan matematika memiliki keinginan yang gigih untuk mempelajari ranah data. Ia pun mencari jati untuk menemukan ketertarikannya pada dunia kerja.


“Waktu itu sih masih belum begitu yakin, karena ngerasa backgroundnya bukan orang

statistic, orang matematik gitu. Masih tertarik sama bidang lain sih waktu itu.” Tutur Arya.


Baca juga : Bangun Portofolio Data Science dengan Mengakses Program Baru DQLab “Data Analyst Python Career Track”


3. Mantap Berprofesi sebagai Data Analytics

“Ternyata ada salah satu job yang saya kira itu cocok dengan saya, yaitu di bidang data analytics. Nah itu, saya juga akhirnya malah cari tau lebih banyak kan tentang data analytics ini.”

 

Tidak pantang menyerah dalam mempelajari ilmu data, Arya mengaku selama ini ia hanya mengolah data yang bersifat deskriptif. Dengan data yang ada Arya mencoba mempelajarinya dan menghasilkan output visualisasi data yang ternyata diluar dugaan bahwa rekan-rekan kerjanya menaruh rasa berkesan pada insight yang dihasilkan.


“Dan saya juga baru tau yang saya pelajari selama ini QC Tools yang sifatnya hanya deskriptif analytics gitu kan, mengolah masa lalu untuk mencari insight, padahal ada lebih berkembang lagi, sekarang yang lebih kompleks itu prediktif analytics gitu kan.”


Baca juga : Pentingnya Belajar Python untuk Hadapi Dunia Kerja, Yuk Coba DQLab Learning Module di Rumah!


4. Ciptakan Motivasi Diri

Sebagai seorang pekerja yang masih haus akan ilmu, Arya memiliki strategi unik untuk terus menciptakan motivasi diri dalam mempelajari ilmu data science. Menurutnya membangun motivasi merupakan hal yang wajib agar kita dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam dunia nyata.


“Jadi orang dewasa itu butuh motivasi gitu ya buat belajar gitu dan waktu itu sih saya juga termotivasi karena kan memang harus mengeluarkan investasi kan untuk belajar online. Tapi menurut saya sih bagus gitu, daripada yang gratisan gitu ya orang jadi cenderung gak termotivasi gitu.”


“Tapi ketika harus mengeluarkan investasi untuk belajar, kita jadi dalam tanda kutip harus memaksa untuk mempelajarinya kan.”


5. Mengenal Ilmu Data Science Pertama Kali Bersama DQLab

“Jadi waktu pertama kali diminta kembangin data analytics gitu ya di perusahaan yang sekarang tuh ya saya masih blank sih terus terang, walaupun saya punya ketertarikan tuh saya blank nih mau Belajar dari mana ya, mulai dari mana ya, saya gak tau sama sekali gitu.”


Arya mengaku sama sekali tidak memiliki bekal untuk beralih profesi sebagai seorang Data Analytics. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, Arya menemukan tempat belajar ilmu data science secara online yang dikemas secara praktis dan aplikatif.


“Ya karena memang saya bener-bener nol dari data analytics, bersama DQLab saya belajar yang bener-bener basic dan menyebutkan DQLab juga memberikan fasilitas belajar untuk orang yang belum punya basic sebagai programmer atau IT. Disitu saya memilih DQLab.”


6. Persiapkan dirimu untuk berkarir sebagai Praktisi Data

Semoga kisah Arya bisa menjadi inspirasi rekan-rekan yang ingin berkarir sebagai seorang Praktisi Data. Tidak memiliki background matematika atau statistika, dan tanpa background IT, tidak mematahkan semangat Arya Andhika untuk meraih karir menjadi Data Analytics.

Tertarik untuk mempersiapkan diri berkarir sebagai praktisi data, yuk langsung signup di DQLab.id sekarang. DQLab juga baru meluncurkan program baru, Data Analyst Python Career Track yang dapat di akses oleh semua Member Premium DQLab dengan masa membership minimum 1 bulan. 




Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!