BELAJAR DATA SERU, AKSES PAKET DATA SCIENCE 6 BULAN 180K!
Diskon Spesial 90% + 50% Belajar Data Science Bersertifikat
DAFTARKAN DIRIMU
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 6 Jam 36 Menit 46 Detik 

Data Sekunder : Kenali Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan

Belajar Data Science di Rumah 26-Desember-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/1c706765a7d3fb9980603f1d66411501_x_Thumbnail800.jpg

Data sekunder semakin banyak digunakan dalam penelitian beberapa tahun ini. Kemudahan untuk mendapatkan data sekunder membuat banyak peneliti dari berbagai negara bisa mengakses data dari penelitian yang telah dilakukan oleh negara lain. Tentu hal ini akan sangat membantu karena kita bisa mendapatkan data dalam jangkauan yang lebih luas sehingga hasil penelitiannya akan lebih beragam dan lebih mampu menggambarkan keadaan yang ingin diteliti. Meskipun begitu, ketika menggunakan Data sekunder tetaplah harus berhati-hati dan melakukan cross cek apakah data tersebut memang valid atau tidak.

Data sekunder merupakan salah satu dari dua jenis data yang dibedakan berdasarkan cara pengumpulannya. Baik data sekunder maupun data primer keduanya juga sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menjadi seorang peneliti tentu harus paham benar keadaan yang sedang terjadi termasuk ketersediaan data, waktu, biaya serta tenaga yang tersedia, sehingga peneliti bisa memutuskan dengan bijak data mana yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang data sekunder secara lengkap mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan, serta contohnya. Yuk, simak artikelnya!


1. Pengertian Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh pihak/peneliti lain di masa sebelumnya. Untuk menjadi data sekunder, data ini haruslah bersifat terbuka untuk umum dan tersedia ketika ingin digunakan oleh orang lain. Namun sayangnya karena data ini merupakan data yang terbuka untuk umum, kemungkinan besar bahwa data yang ada akan bersifat umum dan tidak dirancang secara spesifik untuk memenuhi keadaan tertentu saja. Bisa jadi data sekunder yang didapatkan oleh peneliti ini sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan penelitian. Itulah mengapa peneliti harus siap sedia untuk mengumpulkan lebih banyak data yang berhubungan dengan penelitiannya sehingga memiliki pilihan untuk digunakan.

Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Kelebihan Data Sekunder

Kelebihan yang bisa dimanfaatkan dari data sekunder adalah:

  • Akses data yang lebih mudah dibandingkan data primer karena tersedia di berbagai platform yang bisa dimanfaatkan oleh peneliti.

  • Biaya yang dikeluarkan untuk data sekunder lebih sedikit jika dibandingkan dengan data primer, bahkan di beberapa keadaan bisa didapatkan secara gratis.

  • Selain biaya, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data sekunder terbilang jauh lebih singkat jika dibandingkan data primer.

  • Data sekunder memungkinkan dilakukannya studi longitudinal tanpa harus menunggu lama untuk menarik kesimpulan.

  • Bisa digunakan untuk menjadi data tambahan sehingga bisa memberikan wawasan baru yang tidak bisa diberikan oleh data primer.


3. Kekurangan Data Sekunder

Selain kelebihan, tentu saja data sekunder juga memiliki kekurangan, misalnya:

  • Untuk menggunakan data sekunder, peneliti perlu melakukan observasi tambahan serta memverifikasi lebih lanjut data yang telah dikumpulkan. Data sekunder bisa jadi tidaklah otentik dan tidak bisa diandalkan sepenuhnya.

  • Karena data sekunder tersedia untuk umum, bisa jadi peneliti akan bertemu dengan data-data yang tidak relevan dengan penelitiannya, sehingga dibutuhkan kejelian tingkat tinggi sampai bertemu data yang dibutuhkan.

  • Tidak jarang data sekunder akan sedikit tidak valid akibat bias pribadi dari orang yang telah mengumpulkan data. Tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa data memang telah dilebih-lebihkan.

  • Terkadang data sekunder sudah tidak relevan lagi dengan permasalahan yang dihadapi saat ini. Perbedaan waktu dalam proses pengumpulan data primer hingga akhirnya berubah menjadi data sekunder juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.


4. Contoh Data Sekunder

Contoh data sekunder bisa ditemui di berbagai sumber data yang sifatnya umum dan diakses secara bebas, misalnya publikasi perdagangan, jurnal, website, data kependudukan, dan masih banyak lagi. Di beberapa kasus, data sekunder terkadang tidak begitu valid dan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi. Sehingga peneliti perlu melakukan studi lanjutan mengenai data yang akan digunakan agar dapat memastikan apakah data tersebut valid atau tidak. Ketidak validan data dalam penelitian dapat berdampak fatal untuk hasil penelitiannya.

Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Apa Saja Tools yang Bisa Digunakan untuk Mengolah Data Sekunder? Belajar Bareng DQLab Yuk!

Data sekunder sebenarnya sama saja dengan data primer, sehingga kita bisa memanfaatkan tools yang sama, seperti R, Python, dan SQL. Kamu bisa mempelajari ketiga bahasa pemrograman ini dengan cara mengambil kursus dan menjadi member premium DQLab. Kamu cukup membayar 32.500 per bulan untuk mengakses semua modul yang ada di DQLab. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan free modul dari DQLab yaitu œIntroduction to Data Science with R dan œIntroduction to Data Science with Python. Yuk, tunggu apa lagi? Buruan gabung menjadi member DQLab!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :