[LAST DAY] MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 2 Jam 13 Menit 8 Detik 

Data Sekunder vs Primer, Kenali Jenisnya untuk Penelitian

Belajar Data Science di Rumah 19-Januari-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/200c55253753280525c2bdf38a3a8974_x_Thumbnail800.jpg

Data sekunder dan data primer mungkin sudah tidak asing lagi bagi teman-teman? Terlebih jika kalian adalah mahasiswa semester akhir atau mahasiswa yang sedang mengerjakan project penelitian ilmiah. Data sekunder dan data primer menjadi sumber data yang banyak digunakan oleh peneliti. Dalam beberapa penelitian, terkadang peneliti akan menggunakan kedua sumber data ini, dimana data sekunder akan berposisi untuk melengkapi data primer. Namun dalam beberapa penelitian lainnya, kedua data ini akan digunakan salah satu nya saja, bisa hanya menggunakan data primer saja atau bahkan hanya menggunakan data sekunder saja.

Data sekunder awalnya merupakan data primer yang telah dikumpulkan oleh orang lain sebelumnya. Biasanya data tersebut telah digunakan untuk penelitian terdahulu atau untuk arsip dari instansi yang bersangkutan. Sementara data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung dan real time oleh peneliti ketika penelitian akan dilakukan. Meskipun kedua data ini sama-sama sering digunakan dalam penelitian, ternyata kita bisa melihat perbedaan kedua data ini dari berbagai aspek loh. Nah, kira-kita perbedaannya dari segi apa saja ya?


1. Keakuratan Data


Sumber: storyset


Perbedaan data sekunder dan data primer dapat dilihat dari keakuratan data yang dimiliki. Pada data primer, peneliti akan mengumpulkan datanya secara langsung dimana data tersebut akan didapatkan langsung dari narasumber maupun melalui observasi, sehingga peneliti dapat memastikan apakah data tersebut memang akurat dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan atau tidak. Sementara pada data sekunder, peneliti tidak bisa 100% menjamin keakuratan data tersebut karena peneliti bukanlah orang yang pertama kali mendapatkan data tersebut. Tidak menutup kemungkinan, orang yang mengumpulkan data tersebut mungkin saja melakukan manipulasi data untuk menyesuaikan kepentingannya.


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Kesesuaian dengan Tujuan Penelitian

Sumber: storyset


Perbedaan lainnya dapat dilihat dari segi kesesuaian data dengan tujuan penelitian. Biasanya peneliti yang menggunakan data sekunder akan lebih sulit menemukan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dilakukan. Apalagi jika penelitian tersebut belum pernah dilakukan oleh orang lain, proses pengumpulan data sekunder akan menjadi lebih sulit. Berbeda dengan peneliti yang menggunakan data primer, karena setelah peneliti menentukan tujuan dari penelitian, barulah peneliti akan mengumpulkan data yang disesuaikan dengan variabel yang dibutuhkan dalam penelitian.


3. Proses Pengumpulan Data

Sumber: storyset


Proses pengumpulan data sekunder dan data primer juga berbeda. Data sekunder bisa didapatkan dengan cara yang lebih mudah atau effortless. Peneliti yang membutuhkan data sekunder bisa memanfaatkan berbagai sumber data seperti website resmi pemerintah, jurnal, buku, catatan yang ada di perusahaan, dan masih banyak lagi. Sementara untuk proses mengumpulkan data primer akan terasa lebih berat, karena peneliti harus melakukan kunjungan maupun berinteraksi langsung dengan orang yang dijadikan narasumber. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah menggunakan wawancara, survey, observasi, atau bahkan meminta narasumbernya mengisi kuesioner yang telah dibuat.


4. Biaya yang Dibutuhkan

Sumber: storyset


Perbedaan lainnya dapat dilihat dari jumlah biaya yang akan dikeluarkan oleh peneliti. Peneliti yang menggunakan data sekunder sebagai sumber data dalam penelitiannya tentu saja akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih sedikit atau bahkan tanpa biaya sama sekali karena tidak harus melakukan kunjungan atau berinteraksi langsung dengan narasumber. Sementara bagi peneliti yang menggunakan data primer, biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak. Selain biaya untuk menuju lokasi penelitian, peneliti terkadang juga membutuhkan biaya tambahan untuk memberikan cinderamata kepada narasumber.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Apakah Tools Pengolahan Data Primer dan data Sekunder Juga Berbeda? Yuk, Cari Tahu Bareng DQLab!

Meskipun berbeda, ternyata baik data sekunder maupun data primer bisa diolah dengan tools yang sama. Contohnya adalah dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman seperti R dan Python. Jika sudah dimasukkan ke dalam Database kamu bisa mengaksesnya dengan SQL. Kamu bisa mempelajari ketiga bahasa pemrograman ini dengan cara mengambil kursus dan menjadi member premium DQLab. Kamu cukup membayar 32.500 per bulan untuk mengakses semua modul yang ada di DQLab. Yuk, tunggu apa lagi? Buruan gabung menjadi member DQLab!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!