PROMO 12.12 YES! BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 122K!
Diskon Spesial 97% Belajar Data Science Bersertifikat!
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 13 Jam 30 Menit 45 Detik 

Kenali Contoh Data Sekunder yang Ada Di Sekitar Kita

Belajar Data Science di Rumah 12-Oktober-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/66861ed74634dc9eb67efd593a2f90d7_x_Thumbnail800.png

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan melalui sumber primer oleh orang lain dan digunakan kembali oleh seorang peneliti untuk melakukan penelitian. Jenis data ini merupakan data histori atau data masa lalu. Data sekunder juga disebut data bekas karena jenis data ini sudah digunakan oleh seseorang di masa lalu, dipublikasikan, dan digunakan oleh beberapa orang untuk tujuan yang lain atau penelitian lanjutan dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, data yang dikelompokkan menjadi data sekunder untuk penelitian tertentu bisa jadi merupakan data primer untuk penelitian yang lain. 

Berbeda dengan data primer yang membutuhkan effort untuk mendapatkan datanya, data sekunder cenderung lebih mudah untuk didapatkan karena sudah ada di buku, jurnal, koran, website, instansi pemerintahan, dan lain sebagainya. Data sekunder banyak tersedia di platform publik dan tidak memerlukan metode khusus untuk mengumpulkannya. Dengan bantuan media elektronik dan internet, kita sudah bisa mendapatkan berbagai sumber data sekunder. Pada artikel kali ini kita akan membahas beberapa sumber informasi di sekitar kita yang ternyata bisa digunakan untuk menemukan data sekunder. Jadi tunggu apa lagi? Yuk simak artikel ini sampai akhir!


1. Buku

Sesuai istilah, buku merupakan jendela ilmu. Hal ini tidak salah karena kita bisa menemukan berbagai informasi dari buku. Saat ini topik dalam buku sudah bervariasi, bahkan sepertinya hampir semua topik sudah dibukukan. Didukung dengan kemajuan teknologi, buku saat ini tidak hanya dalam bentuk cetak, tetapi juga ada dalam bentuk elektronik yang sering dikenal dengan e-book. Dengan adanya e-book, kita tidak perlu lagi datang ke toko buku atau perpustakaan untuk mencari buku, karena kita bisa membelinya melalui internet dan menyimpannya di gadget atau komputer. Jika dipilih dengan cermat, buku bisa menjadi sumber otentik dan dapat digunakan sebagai dasar pembuatan sumber pustaka.

 

Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Jurnal

Sumber data sekunder kedua yang ada disekitar kita adalah jurnal. Seorang pelajar pasti familiar dengan jurnal. Ternyata jurnal ini juga dapat digunakan sebagai sumber data sekunder yang akurat karena berkaitan dengan penelitian sehingga informasi yang ada pada jurnal merupakan informasi yang telah melalui tahap pengujian. Jurnal dianggap lebih up to date daripada buku karena jurnal diupdate secara berkala sehingga informasi yang disampaikan merupakan informasi yang aktual.


3. Blog dan Website

Blog dan website merupakan salah satu sumber online paling umum untuk data. Walaupun sama-sama menggunakan internet, kedua platform ini memiliki perbedaan salah satunya adalah blog kurang otentik jika dibandingkan dengan website karena dalam blog masih berisi opini pribadi dari si penulis. Selain itu, tampilan blog juga dinilai kurang menyenangkan karena berisi beberapa kolom iklan yang tidak jarang mengganggu pembaca. Walaupun demikian, jika kita bisa cermat memilih blog, kita akan menemukan informasi yang bermanfaat.


4. Podcast

Di era modern, podcast merupakan salah satu platform yang banyak dimanfaatkan untuk menyalurkan ekspresi, opini, diskusi, informasi, dan lain sebagainya. Podcast hanya menampilkan audio dan dianggap sebagai alternatif radio. Walaupun terkesan informal, namun podcast juga menyediakan informasi dari hasil wawancara atau diskusi yang dilakukan oleh podcaster dengan narasumber.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Tools untuk Mengolah Data Sekunder

Di era big data, beberapa data sekunder memiliki ukuran dan volume yang besar sehingga perlu tools khusus untuk mengolahnya. Biasanya tools yang digunakan adalah bahasa pemrograman multi fungsi seperti Python dan R. Kedua bahasa pemrograman ini banyak digunakan karena bersifat open source dan memiliki berbagai fitur powerful untuk mengolah data berukuran besar dengan berbagai metode. Yuk belajar R dan Python dengan modul lengkap dari DQLab! Modul-modul ini berisi penjelasan dan contoh pengaplikasiannya menggunakan data yang mencerminkan data real di dunia industri. Klik button di bawah ini untuk mengakses modul gratis R dan Python sebagai pemanasan sebelum belajar bahasa pemrograman lebih dalam.



Penulis: Galuh Nurvinda K

Editor: Annissa Widya Davita

Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :