Klaim Voucher Potongan Rp 50.000 untuk 100 Transaksi Pertama
Kode Voucher: MULAIBELAJARDATA . Berakhir 2 Days 14 Jam : 28 Menit : 33 Detik Claim Now

Data Scientist VS Data Analyst: Intip Apa Saja Perbedaannya Agar Tidak Salah Kaprah!

Data Scientist VS Data Analyst: Intip Apa Saja Perbedaannya Agar Tidak Salah Kaprah!

Belajar Data Science di Rumah 14-Oktober-2020
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/89432939e894223e1afdfa2a2a1bd9b8_100_persen.jpg

Mengenal Data Scientist vs Data Analyst, munculnya berbagai profesi baru karena lahirnya era big data tentunya akan berdampak pada pengurangan tingkat pengangguran. Namun karena banyaknya profesi baru ini, sebagian besar masyarakat masih tidak mampu membedakan antara profesi satu dan profesi lainnya. Misalnya saja Data Scientist dan Data Analyst. Jika dilihat secara sepintas, keduanya tampak mirip karena kedua profesi ini sama-sama bergerak di bidang big data. Tapi sebenarnya Data Scientist VS Data Analyst berbeda loh!

Ternyata profesi Data Scientist telah ada cukup lama, namun baru booming beberapa tahun terakhir, khususnya di Indonesia. Nah, mulai lah muncul berbagai lowongan pekerjaan yang katanya untuk Data Scientist, akan tetapi jika diperhatikan job descriptionnya malah lebih ke arah Data Analyst. Pernah gak sih teman-teman menemukan kasus yang seperti itu? Lalu kira-kira apa saja sih yang membedakan antara profesi Data Scientist dan Data Analyst? Penasaran kan? Ikutin terus ya ulasan di bawah ini!

1. Siapa sih Data Scientist dan Data Analyst itu?

Ternyata yang membedakan profesi Data Scientist dan Data Analyst terletak di proses pengerjaannya, loh. Seorang Data Analyst harus mampu memahami cara menangani data, pemodelan, pemahaman bisnis yang kuat, dan juga teknik pelaporan yang baik. Singkatnya dapat dikatakan bahwa untuk menjadi seorang Data Analyst harus memiliki kemampuan untuk mengolah dan menganalisis data sehingga dapat menemukan tren yang kemudian akan ditampilkan dan bentuk visualisasi untuk membantu perusahaan mengambil keputusan.

Kemudian bagaimana dengan Data Scientist? Nah, sedangkan profesi Data Scientist merupakan pekerjaan yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan Data Analyst. Umumnya Data Scientist bertugas untuk menganalisis, membuat model, kemudian menentukan insight yang tepat bagi perusahaan. Misalnya untuk menentukan menentukan siapa saja customer yang akan berhenti berlangganan, maka seorang Data Scientist dapat membuat Churn Model.

Baca Juga : Berkenalan dengan Data Scientist, Salah Satu Pekerjaan yang Sedang Naik Daun di Era Industri 4.0

2. Skill yang Harus Dikuasai

Untuk menjadi seorang Data Scientist harus memiliki kemampuan di bidang statistika dan analisis serta Hadoop-based analytics. Data Scientist juga harus menguasai konsep dari Data Mining, Machine Learning, Deep Learning. Selain itu, pemahaman akan bahasa pemrograman seperti SAS, R, dan Python juga sangat dibutuhkan. Dan yang tidak kalah pentingnya, seorang Data Scientist harus paham akan problem solving dan bagaimana caranya mengambil keputusan (desicion making). Singkatnya, Data Scientist harus menguasai skill dari Data Analyst dan Data Engineer secara bersamaan.

Sementara skill yang harus dikuasai oleh Data Analyst berkisar pada proses penanganan dan pemrosesan data seperti Data Warehousing, Adobe dan Google Analytics, serta Spread-sheet. Selain itu seorang Data Analyst juga harus menguasai reporting dan visualisasi hasil analisis (misalkan dengan menggunakan Tableau), serta pemahaman akan database (misalkan SQL). Selain itu Data Analyst juga harus memiliki kemampuan akan scripting dan pengetahuan akan Statistika juga, loh!

3. Background Pendidikan

Ternyata kedua profesi ini memiliki kesamaan dalam background pendidikan yang dibutuhkan, yaitu sama-sama dari jurusan Matematika, Statistika, da Teknik Informatika. Akan tetapi untuk Data Scientist memiliki cakupan yang lebih luas, seperti Ilmu Ekonomi, Fisika, dan juga ilmu-ilmu lain yang berbau hitungan. Namun untuk kalian yang memiliki background pendidikan selain yang telah disebutkan gak perlu khawatir. Kalian juga bisa bekerja sebagai Data Analyst ataupun Data Scientist dengan mengambil pendidikan non formal, seperti kursus di DQLab ini.

Baca Juga : Business Intelligence : Yuk Kenali Kelebihan dan Kekurangan Business Intelligence di Era Modern

4. Tertarik? Yuk, Belajar Data Science Gratis sekarang!!

Terapkan ilmunya sekarang dengan bergabung bersama platform belajar online DQLab! Selain bisa meningkatkan ilmu data yang dimiliki, kamu juga bisa membangun portofolio datamu di DQLab guna mempersiapkan dirimu berkarir di industri data. 

Sign Up untuk nikmati module GRATIS “Introduction to Data Science” dengan pengalaman belajar yang seru menyenangkan serta aplikatif pada industri nyata! Untuk kamu yang ingin mulai belajar Data Science atau siap berkarir jadi Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer, persiapkan diri kamu dengan tepat sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yuk #MulaiBelajarData di DQLab.

Dengan belajar di DQLab, kamu bisa:

  • Menerapkan teknik mengolah data kotor, hasilkan visualisasi data dan model prediksi dengan studi kasus Retail dan Finansial

  • Dapatkan sesi konsultasi langsung dengan praktisi data lewat data mentoring

  • Bangun portofolio data langsung dari praktisi data Industri

  • Akses Forum DQLab untuk berdiskusi.

Simak informasi di bawah ini untuk mengakses gratis module ‘Introduction to Data Science’:

  1. Buat Akun Gratis dengan Signup di DQLab.id/signup

  2. Akses module Introduction to Data Science

  3. Selesaikan modulenya, dapatkan sertifikat & reward menarik dari DQLab.

Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri

Editor : Annissa Widya 

Share

Postingan Terkait

Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!