TIKET DQGRATIS UNTUK KAMU!
Sesi Belajar Excel Basic hingga Visualisasi Data Sederhana bersama DQLab  
DAFTAR SEKARANG
Pendaftaran ditutup dalam 1 Hari 15 Jam 50 Menit 33 Detik 

Rumus IF Excel: Mengenal Penggunaan Fungsi IF Pada Berbagai Kondisi

Belajar Data Science di Rumah 23-Maret-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/f433911e1c2e9242e25bb6ecbc84e2ea_x_Thumbnail800.png

Rumus IF merupakan salah satu fungsi yang disediakan oleh Excel yang digunakan untuk melakukan uji logika tertentu pada Excel. Rumus IF pada Excel bekerja dengan menghasilkan nilai tertentu sesuai dengan kondisi yang diterapkan, jika kondisi terpenuhi (TRUE) maka nilai untuk kondisi benar yang dihasilkan sedangkan jika kondisi tidak terpenuhi (FALSE) maka nilai lainnya untuk kondisi tersebut yang dihasilkan.


Dalam menggunakan fungsi IF dalam Excel biasanya bersamaan dengan penggunaan operator pembanding yaitu = (sama dengan), < (kurang dari), > (lebih dari), <= (kurang dari sama dengan), >= (lebih dari sama dengan), atau <> (tidak sama dengan). Operator pembanding ini penting untuk dipahami terlebih dahulu sebelum mulai menggunakan fungsi IF. Terdapat beberapa kondisi dalam menerapkan fungsi IF. Apa saja ya? Yuk, simak pembahasannya.

1. Bagaimana Cara Menggunakan Fungsi IF Di Excel?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai fungsi IF pada Excel, dalam penggunaannya formulanya dituliskan seperti ini.

IF(logical_test; true_condition; false_condition)

Logical_test berisikan nilai atau kondisi tes logika yang diinginkan. True_condition berisikan nilai yang akan dihasilkan jika kondisi pada logical_test terpenuhi. Sedangkan false_condition berisikan nilai yang akan dihasilkan jika kondisi tidak terpenuhi. Contoh IF(2<3; "Benar"; "Salah) maka hasil yang akan ditampilkan adalah "Benar" karena 2 lebih kecil dari 3. Bila fungsi IF(2>3; "Benar"; "Salah) maka hasil yang akan ditampilkan adalah "Salah" karena 2 tidak lebih besar daripada 3.

Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Fungsi IF Tunggal Dan Ganda

Penggunaan IF ada berbagai kondisi seperti fungsi IF tunggal dan ganda. Fungsi IF tunggal biasanya digunakan untuk membandingkan nilai pada satu kondisi saja. Contohnya kita akan menerapkan kondisi dimana mahasiswa yang memiliki IPK diatas 3,5 adalah mahasiswa yang direkomendasikan mengikuti kompetisi sedangkan yang dibawah 3,5 tidak direkomendasikan untuk mengikuti kompetisi. Maka bisa dituliskan yaitu IF(nilai>3,5;"Direkomendasikan";"Tidak direkomendasikan").

Fungsi IF ganda atau disebut juga nested IF function merupakan fungsi IF yang dituliskan di dalam fungsi IF yang lain. Formulanya dituliskan yaitu IF(logical_test1; kondisi_benar1;(IF(logical_test2; kondisi_benar2; kondisi_salah2)). Contohnya kita akan membandingkan nilai ujian siswa dengan rumus IF(nilai >= 75; "Lulus"(IF nilai < 65; "Kurang"; "Cukup")). Maka akan menghasilkan "Lulus" untuk siswa dengan nilai diatas atau sama dengan 75, "Kurang" untuk nilai dibawah 65, dan "Cukup" untuk siswa dengan nilai diantara 65 sampai 75.


3. Fungsi IF AND Dan OR

Fungsi IF AND digunakan ketika dua kondisi harus terpenuhi untuk menghasilkan nilai benar. Rumusnya bisa dituliskan yaitu IF(AND(logical_test1; logical_test2); kondisi_benar; kondisi_salah). Misalnya kita akan membandingkan nilai pengetahuan dan praktikum dengan rumus IF(AND(nilai_pengetahuan >= 70; nilai_praktikum >= 80); "Lulus"; "Tidak lulus"). Siswa dengan nilai pengetahuan lebih atau sama dengan 70 dan nilai praktikum lebih atau sama dengan 80 dinyatakan "Lulus" sedangkan yang tidak dinyatakan "Tidak lulus".

Fungsi IF OR digunakan ketika ada dua kondisi dimana salah satu saja atau semua kondisi terpenuhi maka akan menghasilkan kondisi benar. Rumusnya dapat dituliskan yaitu IF(OR(logical_test1; logical_test2); kondisi_benar; kondisi_salah). Misalnya kita menggunakan kasus yang sama seperti IF AND yaitu membandingkan nilai pengetahuan dan praktikum siswa dengan rumus IF(OR(nilai_pengetahuan >= 70; nilai_praktikum >= 80); "Lulus"; "Tidak lulus"). Jika ada siswa yang hanya nilai pengetahuan atau nilai praktikum yang memenuhi kondisi maka akan dinyatakan "Lulus" karena masih memenuhi salah satu kondisi yang ditetapkan. Begitu juga dengan siswa yang memenuhi kedua kondisi akan dinyatakan "Lulus". Namun siswa yang tidak memenuhi salah satu atau kedua kondisi yang ditetapkan akan dinyatakan "Tidak lulus".

Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel

4. Pelajari Rumus Excel Lebih dalam Bersama DQLab Talkshow!

Tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar! Kamu ingin memperdalam Excel? Yuk, mulai bersama DQLab. Dengan menghadirkan DQLab Talkshow gratis bertema “Tahun Baru Semangat Baru, Belajar Excel dari Basic hingga membuat Dashboard Sederhana”, semua peserta dengan latar belakang apapun baik IT maupun NON IT tetap bisa ikut lho! DQLab Talkshow ini merupakan salah satu wadah untuk calon praktisi data mengenal Basic Excel dan bagaimana pembuatan Dashboard sederhana pada Excel. Dengan pembicara mentor DQLab Tantut Wahyu selaku Data Analyst Ruparupa.com dan Yunika Laurensia, Data Analyst salah satu Marketplace terbesar di Indonesia. Program ini merupakan peluang yang baik untuk kamu menambah kompetensi dan juga relasi dengan praktisi data.


Catat tanggalnya! DQLab Talkshow akan diselenggarakan pada 13 Januari 2022. Yang akan kamu pelajari dengan mengikuti DQLab Talkshow ini adalah :

  • Membahas tentang rumus - rumus excel untuk mengelola data dari skala kecil hingga besar 

  • Belajar conditional & REGEX 

  • Membuat dashboard untuk pemula! 

  • Tips and trick untuk peserta agar bisa mempelajari excel dengan mudah dan cepat - sesi tanya jawab dengan 2 mentor profesional di ranah data

    Masa registrasi terbuka dari 6 hingga 13 Januari 2022 pukul 23.59 WIB, Yuk Daftar Sekarang pada link registrasi!


    Penulis : Dita Kurniasari

    Editor : Annissa Widya Davita


      Postingan Terkait

      Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!