[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 19 Jam 35 Menit 7 Detik 

Mengenal Python dan Cara Membuat Fungsi di Python

Belajar Data Science di Rumah 08-April-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/21fef820a2f19ed4918c0fbbe820cb60_x_Thumbnail800.jpg

Python menjadi salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan, baik oleh programmer maupun para praktisi data. Python pertama kali dibuat pada tahun 1990 oleh Guido Van Rossum. Python termasuk bahasa pemrograman yang mudah digunakan serta lebih fleksibel dan mampu mengerjakan banyak pekerjaan jika dibandingkan bahasa pemrograman lainnya, seperti untuk mengolah data, mendeploy model ke dalam website, IoT, dan masih banyak lagi. Tentu saja hal tersebut didukung oleh banyaknya library yang disediakan oleh Python.


Dalam proses pembuatan coding, tidak jarang kita akan menemukan keadaan dimana kita harus menuliskan code yang sama secara berulang-ulang. Sehingga untuk mengatasi hal ini, kita bisa memanfaatkan fungsi yang ada dalam Python. Dengan begitu, kita cukup memanggil fungsi yang ingin digunakan dan tidak perlu lagi menuliskannya secara berulang. Dalam Python, fungsi terbagi menjadi dua yaitu built in function (fungsi bawaan dari Python) dan user defined function (fungsi yang kita buat sendiri).


Dalam artikel ini kita akan lebih banyak membahas tentang Python serta bagaimana cara membuat fungsi di dalamnya. Penasaran kan? Yuk, simak artikelnya!


1. Mengapa Harus Belajar Python?

python

Source : Petani Code


Pertanyaan ini mungkin akan kerap terlintas di otak kita, mengapa harus Python dan bukan bahasa pemrograman lainnya? Pada dasarnya, jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya, Python terbilang lebih simpel dan mudah digunakan. Hal ini sesuai dengan sifat Python yang termasuk ke dalam high level programming language, dimana bahasa pemrograman ini mudah untuk dibaca dan ditulis karena bahasa yang digunakan lebih mirip dengan bahasa manusia sehari-hari.


Misalkan untuk menampilkan Hello World, Python hanya memerlukan satu baris coding saja, sementara bahasa pemrograman lainnya membutuhkan lebih banyak. Hal inilah yang kemudian membuat Python banyak digunakan di perusahaan besar baik oleh programming maupun praktisi data.


Baca juga: 4 Tips Coding Python Bagi Beginner, Coba Yuk!


2. Kelebihan Python

python

Tentu saja ada alasan mengapa Python yang telah diciptakan sejak tahun 1990 namun masih tetap eksis hingga saat ini. Hal ini bisa dilihat dari kelebihan yang dimiliki oleh bahasa pemrograman ini. Beberapa diantaranya adalah:

  • Open source. Salah satu kelebihan Python adalah bersifat gratis sehingga siapa saja bisa menggunakan Python dengan mudah.

  • Fleksibel. Python yang bersifat fleksibel sehingga dapat diandalkan untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Selain itu, Python juga mudah diintegrasikan dengan bahasa pemrograman serta software lainnya.

  • Mendukung IoT. IoT atau Internet of Thing merupakan teknologi yang bisa menghubungkan barang-barang yang ada di sekitar kita ke dalam sebuah jaringan yang saling terhubung. Hampir semua hal yang berhubungan dengan IoT akan memanfaatkan Python.

  • Mudah dipelajari dan diaplikasikan karena sifat Python yang merupakan high level programming language.


3. Kekurangan Python

Meskipun Python memiliki banyak sekali kelebihan, namun ternyata Python juga tetap memiliki kelemahan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Batasan kecepatan, jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya seperti C, C++, Python terbilang lebih lambat.

  • Batasan desain, karena diketik secara dinamis.

  • Kurang populer untuk mobile app development. Sangat jarang sekali developer mobile app yang menggunakan Python, sehingga hanya sedikit perusahaan yang yang menggunakan Python untuk mobile app development.

  • Tidak begitu mendukung multiprocessor.

  • Kurang ideal untuk memory intensive task


4. Sekilas Tentang Fungsi dan Cara Membuatnya

python

Source : Petani Code

Untuk membuat fungsi pada Python, kita harus mendefinisikannya dengan def yang berupa indentasi kemudian diikuti oleh nama fungsinya. Barulah setelah itu isi dari fungsi bisa dituliskan di bawahnya. Misalkan:

# Membuat Fungsi

def belajar():

    print "Hello, Belajar Python di DQLab menyenangkan loh!"

## Pemanggilan Fungsi

belajar()

Maka hasilnya akan berupa:

Hello, Belajar Python di DQLab menyenangkan loh!


Baca juga: Belajar Python: Mengenal Array pada Bahasa Pemrograman Python


5. Tertarik Belajar Python? Yuk, Coba Modul Gratis Di DQLab!

Kamu mungkin akan berpikir panjang, apakah lembaga kursus ini cocok denganmu atau tidak. Namun kamu juga tetap ingin belajar Python. DQLab memberikan solusi yang cukup menarik dengan adanya free modul. 


Kamu bisa mulai mengakses free modul Python untuk memastikan bahwa kamu tidak akan rugi jika belajar di DQLab. Tidak hanya free modul Python, DQLab juga menyediakan free modul untuk bahasa R dan juga Excel. Kamu cukup mencari modul dengan label “gratis”. Nah, tunggu apa lagi? Yuk, buruan sign up di DQLab dan nikmati free modul yang tersedia!


Penulis : Gifa Delyani Nursyafitri


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!