MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 2 Jam 22 Menit 44 Detik 

Pentingnya Implementasi Data Sekunder dalam Sebuah Penelitian

Belajar Data Science di Rumah 13-Februari-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d8cb4789dcc754814f63e69e0a70c364_x_Thumbnail800.jpg

Penggunaan data sekunder dalam penelitian atau aktivitas lainnya yang berkaitan dengan data memerlukan ketelitian serta sikap kritis. Pengumpulan data sekunder memang lebih mudah dari data primer karena data sudah tersedia. Namun peneliti harus cermat dalam memilih sumber data yang kredibel dan relevan dengan penelitian. Tidak semua buku, jurnal, atau karya ilmiah dapat dijadikan data sekunder. Terkadang sumber data sekunder menggunakan data yang sudah lama dan kurang sesuai dengan kondisi saat ini. Data sekunder dapat diperoleh dengan melakukan studi dokumen, penelitian kepustakaan, media massa, dan lembaga pemerintahan atau swasta. Bisa dengan mendatangi perpustakaan, mengunjungi website resmi seperti BPS untuk mengakses data yang dipublikasi, koran, radio, dan lain sebagainya. 

Umumnya data sekunder digunakan berdampingan dengan data primer. Data primer berperan sebagai data utama dan data sekunder berperan sebagai data pelengkap atau pendukung. Tingkat akurasi data sekunder tidak seakurat data primer karena sudah melewati berbagai proses analisis dalam penelitian sebelumnya. Akan tetapi ada juga penelitian yang dilakukan berfokus dengan data sekunder. Penelitian yang menggunakan satu sumber yaitu data sekunder disebut meta-study. Nah, artikel kali ini akan membahas secara detail implementasi dari salah satu sumber data, yaitu data sekunder. Yuk, simak pembahasannya dibawah ini!


1. Alasan Mengapa Data Sekunder Digunakan

Data Sekunder

Data sekunder cenderung lebih singkat dan hemat waktu karena sudah tersedia oleh pihak lain sehingga kita tidak perlu melakukan wawancara, survey, observasi dan teknik pengumpulan data tertentu lainnya. Selain itu data sekunder dapat memberikan konteks yang lebih luas dari data primer dan dapat melengkapi serta memperkuat data primer. Di Indonesia sendiri, masih banyak data sekunder yang belum digunakan secara maksimal dan di analisis lanjut, contohnya data survey riset kesehatan dasar, Indonesia family life survey, survey Kohort PTM, ada pula survey-survey data demografi Indonesia. Berikut alasan mengapa kamu perlu menggunakan data sekunder dalam penelitian:

  • Efektivitas Biaya

Biaya yang digunakan untuk pencarian data sekunder lebih murah dibandingkan ketika mengumpulkan data primer. Jika data sekunder yang ada dapat mencukupi kebutuhan data untuk penelitian yang sedang dilakukan, maka peneliti dapat menghemat biaya penelitian dalam jumlah yang besar.

  • Penghematan Waktu

Waktu yang dihabiskan untuk mengumpulkan data sekunder pada umumnya lebih sedikit daripada ketika mengumpulkan data primer. Jika data yang diperlukan sudah tersedia dalam bentuk data sekunder, maka kalaupun pengumpulan data primer masih diperlukan, akan dilakukan dalam jumlah yang lebih kecil. Jadi waktu penelitian yang dibutuhkan secara keseluruhan akan menjadi lebih singkat.


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan? 

 

2. Sumber Internal

Data Sekunder

Ada dua jenis data sekunder, yaitu data internal dan data eksternal. Data internal adalah sumber data yang berasal dari semua jenis organisasi, baik itu organisasi profit maupun non-profit akan menghasilkan informasi dan data dalam kesehariannya. Beberapa sumber data internal yang bisa digunakan oleh peneliti adalah data penjualan, data keuangan, dan data pemasaran, sales invoices, memo kredit, dan kartu garansi. Contohnya pada data sales invoices dapat diperoleh informasi, di antaranya nama dan lokasi perusahaan, volume dan jumlah transaksi keuangan, nama sales dan agen, penggunaan akhir produk yang dijual, lokasi pelanggan di mana produk akan dikirim atau digunakan, diskon yang berlaku, ongkos pengiriman, dan sarana transportasi yang digunakan untuk pengiriman barang

 

3. Sumber Eksternal

Data Sekunder

Data dari sumber eksternal adalah setiap data yang dihasilkan di luar perusahaan atau organisasi. Saat ini data sekunder dari sumber eksternal merupakan dasar pengambilan keputusan yang dilakukan oleh stakeholder dimanapun, baik dalam bisnis, kedokteran, sains, bahkan di bidang statistik. Contoh sumber data eksternal di antaranya seperti laporan keuangan, data-data statistik surat edaran, direktori, dan lain sebagainya. Data eksternal dapat berupa data yang dipublikasi secara umum dan yang diperdagangkan. Yang termasuk dalam kategori pertama di antaranya ialah direktori, data statistik, laporan keuangan. Yang termasuk dalam kategori kedua ialah data demografi, data mengenai promosi, data audit, dan lain lain. 

 

4. Implementasi Data Sekunder

Data Sekunder

Jika data primer biasanya digunakan pada penelitian yang menggunakan metode kuesioner, wawancara atau hasil pengamatan terhadap objek tertentu. Berbeda dengan data sekunder, contoh implementasi data sekunder biasa digunakan seperti pada penelitian akuntansi dengan melibatkan laporan keuangan, mahasiswa kedokteran, peternakan atau pertanian yang melibatkan data laboratorium. Seperti penelitian laboratorium, pengaruh penggunaan obat nyamuk terhadap daya hidup nyamuk. Tentu saja penggunaan obat nyamuk dengan dosis tertentu akan berpengaruh terhadap daya hidup nyamuk. Semakin tinggi dosis yang ada pada obat nyamuk tersebut maka jumlah nyamuk yang hidup pun akan semakin berkurang.

Berikut ini adalah beberapa contoh data sekunder lainnya yang sering digunakan dalam penelitian:

  • Data Kependudukan, seperti data dari Badan Pusat Statistik Nasional maupun regional.

  • Data Impor-Ekspor, seperti data dari Bea Cukai dan otoritas pelabuhan terkait.

  • Data Isu-Isu suatu daerah, yang didapatkan dari liputan di koran, media sosial atau wawancara di kanal berita nasional.

  • Data-data spesifik yang didapatkan dari riset terdahulu yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

  • Data gambar kondisi fisik suatu wilayah yang didapatkan dari peta.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Terapkan Implementasi Data Sekunder Pada Penelitianmu

Saat ini ilmu pengetahuan terus berkembang. Jenis sumber data yang digunakan di berbagai industri pun semakin variatif. Yuk belajar berbagai tipe data di bersama DQLab sebagai bekal untuk berkarir di berbagai industri. DQLab menawarkan berbagai paket belajar yang menyenangkan yang pastinya akan membantu kita untuk mengenal berbagai sumber data di berbagai bidang industri. Yuk klik button di bawah ini untuk mengakses modul interaktif dan berbagai fasilitas belajar pendukung agar proses belajarmu menjadi lebih menyenangkan!


Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!