MAU PUNYA SKILL DATA SCIENCE YANG AMAYZING?
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 150K  | Pakai Kode: AMAYZING
BURUAN SERBU!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 2 Jam 7 Menit 11 Detik 

Perbedaan Data Sekunder vs Data Primer dalam Melakukan Penelitian

Belajar Data Science di Rumah 08-Februari-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/d614c10dbef35d51c915b7d35c79683b_x_Thumbnail800.jpg

Berbicara tentang perbedaan data primer dan data sekunder, apakah kalian pernah melakukan sebuah penelitian? Entah untuk keperluan tugas sekolah? Atau penelitian tugas akhir? Dalam proses penelitian pastinya kalian membutuhkan sebuah data, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif yang berhubungan langsung dengan ilmu statistika. Data sendiri memiliki jenis dan fungsinya masing-masing yang tergantung dari kebutuhan kita saat mengolah data dan tujuan penelitiannya seperti apa.

Sebuah data pada dasarnya menjadi salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian. Hal ini sangatlah wajar, melihat data yang akan digunakan dalam penelitian pastinya perlu dikumpulkan terlebih dahulu dengan cara-cara tertentu berdasarkan jenis penelitiannya. Berdasarkan metode pengumpulannya, data terbagi menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder.

Data primer maupun data sekunder ini mempunyai karakteristik tersendiri yang menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Meskipun begitu, kedua jenis data ini dapat saling melengkapi sehingga bisa memudahkan peneliti dalam melakukan pengamatannya. Pada artikel kali ini, DQLab akan membahas keunggulan dan kelemahan yang membuat kedua jenis data ini berbeda. Simak hingga akhir ya!


1. Keunggulan Data Primer

data sekunder

Data primer merupakan jenis data dimana peneliti secara langsung mengambil data dari sumber aslinya. Dengan kata lain, peneliti adalah tangan pertama yang mengumpulkan data tersebut. Keuntungan dari penelitian menggunakan data primer yaitu kualitas data yang terjamin. Alasannya adalah karena data tersebut secara langsung dikumpulkan di lapangan melalui beberapa metode seperti melakukan survei, wawancara, FGD (Focus Group Discussion) serta observasi. Sehingga kemungkinan data yang akan digunakan masih murni dan belum dimodifikasi.


Berikut beberapa keunggulan dari data primer:

  • Saat dilakukan pengumpulan data, peneliti dapat menentukan seperti apa karakteristik data yang dibutuhkan secara spesifik untuk penelitian yang sedang dilakukan, sehingga data dapat disesuaikan.

  • Lebih akurat dibandingkan data sekunder karena data tidak bersifat subjektif terhadap kepentingan pribadi.

  • Peneliti dapat mengakui data yang dikumpulkan di penelitian primer. Ia berhak untuk membuatnya bisa diakses secara umum, mematenkannya, hingga menjualnya.

  • Bersifat up-to-date karena dikumpulkan secara real-time dan tidak mengumpulkan dari sumber data yang telah lama.

  • Peneliti berhak untuk memutuskan desain, metode, dan teknik analisis data mana yang akan digunakan.


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Kelemahan Data Primer

data sekunder


Selain keunggulan, tentu saja data primer juga memiliki kelemahan, yaitu:

  • Biaya yang dibutuhkan jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan data sekunder. Hal ini bisa jadi disebabkan karena proses pengumpulan data primer yang terbilang lebih susah.

  • Memakan banyak waktu.

  • Di beberapa kasus, pengumpulan data primer mungkin tidak bisa dilakukan karena kompleksitasnya dan juga dibutuhkan kekonsistenan.


3. Kelebihan Data Sekunder

data sekunder

Data sekunder merupakan jenis data yang bersumber dari pihak eksternal dimana data diambil bukan dari tangan pertama. Misalnya ketika melakukan riset konsumen, jika pada data primer data didapatkan dari melakukan survei atau wawancara kepada konsumen. Berbeda dengan data sekunder, data bisa diambil dari internet atau laporan perusahaan, lembaga riset, artikel berita dan lain sebagainya. 


Tidak hanya data primer, data sekunder juga memiliki beberapa keunggulan seperti berikut:

  • Lebih mudah diakses dibandingkan dengan data primer karena data sekunder sudah tersedia di berbagai platform yang dapat diakses oleh peneliti.

  • Biaya yang dibutuhkan sangat terjangkau atau bahkan bisa didapatkan secara gratis.

  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data sekunder biasanya lebih singkat dibandingkan dengan data primer.

  • Data sekunder memungkinkan peneliti untuk melakukan studi longitudinal tanpa harus menunggu lama untuk menarik kesimpulan.

  • Menambah insight baru dan menjadi pelengkap dari data primer yang telah ada.


4. Kekurangan Data Sekunder

data sekunder


Sama seperti data primer, data sekunder juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:

  • Peneliti perlu melakukan validasi lebih lanjut terhadap data yang dikumpulkan dari sumber yang tersedia karena data sekunder ini tidak bersifat otentik dan reliabel.

  • Sebelum menemukan data yang sesuai dengan kebutuhan, mungkin peneliti akan bertemu dengan data yang tidak relevan dan tidak valid.

  • Data bisa bersifat subjektif karena bias terhadap kepentingan pribadi.

  • Data yang dijadikan sebagai sumber data terkadang merupakan data yang telah lama sehingga sudah ketinggalan zaman dan tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Menjadi Praktisi Data Walau Tanpa Background IT

Tidak punya background IT? Jangan khawatir, kamu tetap bisa jadi praktisi data. Mulailah belajar jenis-jenis data, metode pengolahan data, tools-tools data, hingga menyajikan data secara interaktif dan mudah dipahami. Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu portofolio data. Sambil belajar sambil membangun portofolio data, kamu bisa belajar menggunakan modul-modul menarik dari kursus Data Science DQLab. Daftar sekarang di DQLab.id untuk akses modul gratisnya. Yuk, mulai belajar data!

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!