PROMO PUNCAK LEBARAN DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan BERSERTIFIKAT hanya Rp 99K!

0 Hari 1 Jam 6 Menit 17 Detik

Perjalanan Safira, Kuliah Bio Engineering yang Berkarir di Bidang Data

Belajar Data Science di Rumah 22-Desember-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/55ac9ad1d1f9ba54452f1d322aa45203_x_Thumbnail800.jpeg

Kita memang tidak pernah tahu ya Sahabat DQ bagaimana perjalanan hidup yang akan kita temui di depan. Tak jarang, rencana yang sudah disusun berubah di tengah jalan. Seperti kisah yang dialami Safira Kemala Dewi. Safira yang semula bekerja sebagai Content Tech Developer, merubah pilihannya untuk menjadi praktisi data sebagai Data Analyst. Bagaimana bisa ya? Seperti apa ya cerita di balik itu semua? Yuk, simak sampai habis ya, Sahabat DQ!


1. Bootcamp Jadi Jalan Pintas Eksplorasi Diri

Sebenarnya, Safira memang sudah tertarik pada dunia data science sejak lulus dari bangku kuliahnya. Ia pun sempat memberanikan diri untuk mencari tahu beberapa profesi di bidang data. Setelah merasa cukup, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk memantapkan pilihannya berkarir sebagai Data Analyst. Namun, perempuan yang memiliki background pendidikan Bio Engineering ini tentu perlu melatih kemampuannya di bidang data scicence.


Sadar akan kondisi lapangan kerja yang kian dipenuhi peminat, ia pun memotivasi dirinya untuk bisa lebih mengeksplorasi kemampuannya, serta kejeliannya dalam mencari celah kesempatan yang ada. Salah satu cara yang ia lakukan dalam mengeksplorasi kemampuannya yakni dengan turut aktif mengikuti sejumlah pelatihan di berbagai bootcamp.


“Salah satu cara saya untuk berani explore adalah, saya mengikuti beberapa bootcamp data science. Saya lihat Python cukup populer dan saya banyak cari tahu tools yang digunakan di bidang data apa saja,” ucap Safira.


Baca juga: Keuntungan Menggunakan Bahasa Pemrograman Python


2. Mengenal DQLab di Media Sosial

Menurut Safira, pengalaman kerja sebelumnya sebagai Content Tech Developer semakin meningkatkan ketertarikannya pada Data Science. Karena menurutnya, pekerjaannya saat itu seringkali melibatkan tim divisi data, sehingga ia bisa mengulik hal seputar data saat berinteraksi. 


Seiring berjalannya waktu, tekadnya untuk bisa menjadi Data Analyst pun semakin bulat. Singkat cerita, ia pun akhirnya mengenal DQLab melalui media sosial. Dari situ, ia kemudian mendapat teman baru yang sudah lebih dulu bergabung bersama DQLab. Saat itulah Safira akhirnya tergoda untuk mengikuti program belajar data science yang ditawarkan DQLab.


Tetris Batch 2, salah satu program beasiswa yang dihadirkan DQLab ini pun juga sukses mencuri perhatian Safira. Kesempatan Job Connector yang ditawarkan menjadi incarannya. Menurutnya, selain mendapatkan pengalaman belajar secara langsung bersama para mentor, ia juga berkesempatan untuk bisa mendapatkan peluang berkarir di industri data.


3. Lika-liku Safira Belajar Data Science 

Berbekal pengalaman belajar yang ia miliki, Safira mengaku sudah sedikit mengenal SQL. Sehingga saat pemaparan tentang materi SQL di Tetris, ia merasa tidak kesulitan untuk bisa mengikuti pembalajaran. Beda cerita dengan Pentaho, tools yang satu ini diakui olehnya baru pertama kali dipelajari saat mengikuti Tetris. Tentunya, pertemuan perdananya kali ini dengan Pentaho cukup memberikan tantangan tersendiri dalam proses pembelajarannya.


Bak berjalan di atas bebatuan, Safira tak menampik jika proses yang ia lalui tak selalu berjalan mulus. Rintangan yang ia temui, ia jadikan semangat untuk bisa ia lewati. Oleh karena itu, ia juga kerap merasa stuck saat belajar.

 

“Tentunya selama belajar banyak lika likunya, kadang ada momen stuck juga, jadi itu masa-masa challenging yang aku rasakan,” ungkapnya.


Baca juga: Belajar Data Science, Galuh Berhasil Berkarir Sebagai Data Analyst


4. Tips Belajar Data Science Otodidak Ala Safira

Sahabat DQ, semua orang pasti memiliki caranya masing-masing ya untuk bisa belajar dengan mudah. Menurut Safira ada sensasi tersendiri ketika belajar secara otodidak dan berhasil memahami apa yang ia pelajari. Karena itu, Safira ingin berbagi tips untuk Sahabat DQ yang juga sedang berjuang dalam dunia data science. Yang pertama, Sahabat DQ harus tahu apa yang kalian suka. Dengan begitu, Sahabat DQ bisa memetakan rencana tahap demi tahap yang akan lebih memudahkan arah dan proses belajar.


Jika Sahabat DQ ingin terjun ke dunia data, satu hal yang perlu diingat adalah angka, tabel, dan data sudah menjadi bagian dalam hidup kalian. Oleh karena itu, kalian harus senang dan nyaman dengan ketiga hal tersebut. Yang tidak boleh dilupakan, selain memiliki pemahaman data, Safira mengatakan praktisi data juga perlu memiliki softskill, salah satunya jago dalam berkomunikasi.


Safira juga menambahkan untuk menikmati setiap proses yang kalian lalui. Tentunya hal ini agar membuat kalian merasa senang apapun kesulitannya. Dan jangan lupa membiasakan diri kalian untuk memberikan semangat dalam diri kalian sendiri, Sahabat DQ!


“Mulai dari sehari-hari, terbiasakan untuk push diri dan menyelesaikan masalah-masalah kecil untuk mengasah critical thinking kita,” pungkasnya.


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login