Ragam 5 Jenis Grafik Anti Meanstream di Excel 2024
Dalam analisis data, pemilihan jenis grafik yang tepat sangat penting untuk menyajikan informasi dengan jelas dan efektif. Selain grafik umum seperti bar chart atau line chart, Excel juga menyediakan berbagai jenis grafik yang lebih unik dan mampu memberikan perspektif berbeda dalam visualisasi data.
Artikel ini akan menjelaskan lima jenis grafik yang kurang umum digunakan tetapi sangat bermanfaat, yaitu Treemap, Waterfall Chart, Bubble Chart, Radar Chart, dan Heatmap. Kalian akan mengetahui fungsi masing-masing grafik serta bagaimana cara membuatnya di Excel untuk memperkaya analisis data.
1. Treemap
Treemap adalah grafik berbentuk persegi panjang yang menampilkan data dalam bentuk hierarki. Setiap kategori direpresentasikan sebagai kotak, di mana ukuran kotak menunjukkan proporsi data dibandingkan dengan keseluruhan. Grafik ini sangat berguna untuk analisis yang melibatkan perbandingan proporsi antar kategori, seperti kontribusi penjualan tiap produk, distribusi anggaran, atau jumlah pengguna di berbagai segmen pasar.
Misalkan kita ingin menganalisis kontribusi penjualan tiap kategori produk dalam satu toko. Pertama, siapkan tabel dengan dua kolom: Kategori Produk (misalnya: Elektronik, Fashion, Makanan) dan Total Penjualan. Setelah data siap, select semua cell yang berisi data, lalu buka tab Insert, pilih Hierarchy Chart, dan klik Treemap. Excel akan secara otomatis menampilkan grafik yang menunjukkan proporsi masing-masing kategori dalam bentuk blok berwarna.
juga: Bootcamp Data Analyst with Excel
2. Waterfall Chart
Waterfall chart digunakan untuk menggambarkan perubahan nilai dari suatu titik awal ke titik akhir melalui beberapa tahap. Grafik ini sangat cocok untuk menunjukkan bagaimana elemen-elemen tertentu berkontribusi terhadap perubahan total, misalnya dalam analisis keuangan (pendapatan vs. biaya), pelacakan perubahan stok barang, atau evaluasi kenaikan dan penurunan jumlah pelanggan dari waktu ke waktu.
Misalkan kita ingin menganalisis bagaimana sebuah perusahaan mencapai total pendapatannya setelah memperhitungkan berbagai sumber pemasukan dan pengeluaran. Siapkan tabel dengan dua kolom: Kategori (Pendapatan Awal, Biaya Operasional, Laba Bersih, Pajak, dll.) dan Nilai. Pilih semua data, lalu buka tab Insert, pilih Waterfall Chart, dan klik opsi Waterfall.
Grafik akan muncul, di mana batang positif menunjukkan peningkatan (misalnya pemasukan dari berbagai sumber), sedangkan batang negatif menampilkan pengurangan (misalnya biaya operasional dan pajak). Untuk menandai jumlah total, klik batang terakhir dan pilih opsi Set as Total, sehingga Excel menampilkan nilai kumulatifnya dengan warna berbeda.
3. Bubble Chart
Bubble chart adalah pengembangan dari scatter plot, di mana setiap titik data tidak hanya memiliki sumbu X dan Y, tetapi juga ukuran gelembung (bubble) yang menunjukkan variabel ketiga. Grafik ini sering digunakan dalam analisis bisnis untuk menampilkan hubungan antara tiga faktor sekaligus, seperti dampak pengeluaran iklan terhadap jumlah pelanggan dan pendapatan yang dihasilkan.
Misalkan kita memiliki data tentang efektivitas iklan berdasarkan jumlah uang yang dikeluarkan (sumbu X), jumlah pelanggan baru yang didapat (sumbu Y), dan total pendapatan yang dihasilkan (ukuran bubble). Siapkan tabel dengan tiga kolom: Pengeluaran Iklan, Jumlah Pelanggan Baru, dan Pendapatan. Pilih semua data, lalu buka tab Insert, pilih Scatter Chart, dan klik Bubble Chart.
Excel akan secara otomatis menampilkan gelembung dengan ukuran yang berbeda-beda, di mana semakin besar nilai pendapatan, semakin besar bubble-nya. Untuk memperjelas interpretasi data, kita bisa menambahkan label data dan mengatur warna gelembung berdasarkan kategori tertentu.
4. Radar Chart
Radar chart digunakan untuk membandingkan beberapa variabel dalam bentuk pola berbentuk jaring laba-laba. Grafik ini sangat efektif dalam menampilkan kekuatan dan kelemahan suatu entitas berdasarkan berbagai aspek, seperti evaluasi kinerja karyawan, perbandingan spesifikasi produk, atau analisis kompetitif antara beberapa perusahaan dalam industri yang sama.
Sebagai contoh, kita ingin membandingkan kinerja tiga cabang restoran berdasarkan lima aspek: Layanan, Kecepatan, Rasa, Kebersihan, dan Harga. Buat tabel di Excel dengan setiap cabang restoran sebagai baris dan aspek-aspek penilaian sebagai kolom. Pastikan setiap aspek memiliki skala penilaian yang sama (misalnya 1-10).
Pilih seluruh tabel, lalu masuk ke tab Insert, pilih Other Charts, dan klik Radar Chart. Excel akan membuat grafik berbentuk jaring laba-laba yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan setiap cabang berdasarkan aspek yang dinilai. Untuk memperjelas perbandingan, kita bisa menyesuaikan warna dan garis pada setiap seri data.
Baca juga: Belajar Fungsi Tanggal & Waktu di Excel
5. Heatmap
Heatmap adalah visualisasi data dalam bentuk warna, di mana intensitas warna menunjukkan nilai numerik dalam dataset. Grafik ini sangat berguna untuk mengidentifikasi pola dalam data, seperti tren penjualan berdasarkan hari dan jam, perbandingan kinerja antar departemen, atau distribusi kepadatan pelanggan dalam suatu lokasi geografis.
Misalkan kita ingin melihat pola penjualan berdasarkan hari dalam seminggu dan jam operasional toko. Siapkan tabel dengan hari sebagai baris dan jam sebagai kolom, lalu isi dengan angka penjualan di setiap slot waktu. Pilih semua data, lalu masuk ke tab Home, klik Conditional Formatting, pilih Color Scales, dan pilih salah satu skema warna yang tersedia.
Excel akan otomatis memberikan warna berbeda berdasarkan nilai, misalnya hijau untuk nilai tinggi dan merah untuk nilai rendah. Dengan cara ini, kita bisa dengan mudah melihat kapan waktu penjualan paling tinggi dan kapan toko cenderung sepi.
Menggunakan berbagai jenis grafik yang tidak biasa seperti Treemap, Waterfall Chart, Bubble Chart, Radar Chart, dan Heatmap di Excel dapat membantu menyajikan data dengan cara yang lebih informatif dan menarik. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakannya, kalian bisa meningkatkan kualitas analisis data serta membuat laporan yang lebih mudah dipahami oleh audiens.
Jika kamu ingin lebih mahir dalam menggunakan Excel untuk analisis data, mengikuti pelatihan yang terstruktur bisa menjadi pilihan terbaik. Bootcamp Data Analyst with Excel dari DQLab menawarkan pembelajaran interaktif dengan studi kasus nyata, latihan praktis, serta metode pembelajaran yang ramah untuk pemula. Apa manfaatnya?
Belajar dari nol hingga mahir dengan kurikulum yang sistematis
Studi kasus berbasis industri untuk pengalaman lebih nyata
Hands-on practice agar semakin terbiasa dengan tools data
Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan data kalian! Mulai perjalanan sebagai data analyst sekarang dengan bergabung di bootcamp ini!
FAQ:
1. Bagaimana cara memilih antara Bubble Chart dan Scatter Plot?
Bubble Chart adalah versi lanjutan dari Scatter Plot yang menambahkan dimensi ukuran (bubble size) untuk merepresentasikan variabel tambahan. Jika hanya ingin melihat hubungan antara dua variabel, Scatter Plot cukup. Namun, jika ingin menambahkan dimensi ketiga (misalnya volume penjualan selain harga dan jumlah pelanggan), Bubble Chart lebih tepat.
2. Apakah jenis grafik ini bisa digunakan di semua versi Excel?
Sebagian besar grafik ini tersedia di Excel 2016 ke atas, tetapi untuk versi yang lebih lama mungkin perlu menggunakan add-ins atau teknik khusus seperti formatting manual (terutama untuk Heatmap).