PROMO PAYDAY! SERBU PAKET DATA SCIENCE 3 BULAN CUMA 100K!
Diskon Spesial 95% Belajar Data Science Bersertifikat
SERBU DISINI!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 20 Jam 48 Menit 5 Detik 

Ragam Python pada Struktur dan Operasi Branch IF

Belajar Data Science di Rumah 27-Oktober-2022
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/88e33a93001510ceefea9499bb103b83_x_Thumbnail800.jpg

Bahasa pemrograman Python menyediakan banyak ragam struktur berupa fungsi untuk memudahkan praktisi data melakukan aktivitas pengolahan data. Salah satu operasi yang seringkali dipakai adalah operasi branch IF pada Python. Ada banyak jenis dari operasi branch IF atau percabangan fungsi IF. 


Tapi yang akan dibahas dalam artikel ini lebih ke looping atau perulangan dalam bahasa Python. Konsep percabangan hampir semua bahasa pemrograman ini sama saja. Jadi, struktur dalam percabangan adalah struktur program yang melakukan proses pengujian untuk mengambil suatu keputusan apakah suatu baris instruksi akan dieksekusi atau tidak. Keputusan ini biasanya diambil apabila salah satunya memenuhi syarat.


Pernyataan bersyarat dapat berisi fungsi, operator matematika dan operator logika. Syntax yang digunakan untuk membuat control flow berupa conditional statement di Python adalah if, elif, dan else. Kalau kalian familiar dengan materi matematika logika pastinya pernah dengar logika implikasi yang berbunyi “jika…..maka…..”. 


Begitu juga dengan bahasa pemrograman Python, sintaks else if atau elif ini merupakan percabangan yang bersumber dari alur yang bercabang. Layaknya logika berpikir manusia dalam memikirkan sesuatunya, suatu program juga memiliki kesamaan. Looping atau percabangan dapat membuat suatu program berpikir untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kondisi yang diberikan.


Nah kali ini, kita akan bahas satu-satu tentang struktur IF pada operasi percabangan dalam Python. Yuk kita belajar bersama-sama.


1. If Statements 

Struktur yang pertama yang kita ingin bahas dalam branch if adalah IF Statements. Pernyataan IF dalam bahasa pemrograman Python adalah salah satu operasi yang sering digunakan oleh praktisi data. Pernyataan ini memutuskan apakah pernyataan tertentu perlu dieksekusi atau tidak. Kalau misalnya menggunakan pernyataan IF berarti ada dua pilihan yang harus diperhatikan. Apakah ingin menjalankan kondisi yang TRUE atau FALSE?  


Nantinya operasi IF ini akan memeriksa kondisi yang diberikan. Apabila kondisinya benar maka kumpulan kode yang ada di dalam blok IF akan dieksekusi. Tidak hanya itu, kondisi IF juga mengevaluasi ekspresi Boolean dan mengeksekusi blok kode apabila ekspresi Boolean menjadi TRUE. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah syntax dari operasi IF.

python


Berdasarkan output diatas, kondisi IF akan dievaluasi ke dalam ekspresi Boolean. Hanya ada dua pilihan jawaban saja, mau TRUE atau FALSE? Apabila kondisi dari sintaks tersebut saat dieksekusi bernilai benar, maka pernyataan atau program yang ada di dalam blok “IF” akan dieksekusi. Apabila kondisinya salah maka pernyataan yang ada pada bagian “Else” yang dieksekusi.


python


Jika diamati flow-Chart diatas,  pertama controller akan menuju ke kondisi IF terlebih dahulu. Kemudian dilakukan proses evaluasi dari baris sintaks yang akan dieksekusi. Apabila kondisinya benar maka pernyataan akan dieksekusi. Sedangkan apabila kondisinya salah maka kode yang ada diluar blok akan dieksekusi.


Berikut adalah contoh dari operasi IF pada bahasa pemrograman Python:

python


Disediakan angka yaitu 5. Disitu tersedia ketentuan bahwa jika angka tersebut diatas 10. Kemudian angka tersebut dilakukan print untuk mencetak hasil dari fungsi IF tadi. Berikut adalah hasilnya:

python


Baca juga: Praktek Coding Python Sederhana dengan Built-In-Function


2. If-else Statements

Bentuk operasi yang kedua adalah else if atau if-else. Bentuk operasi percabangan yang kedua ini adalah pilihan alternatif dari penyeleksian untuk mencari kondisi yang diinginkan. Else if memiliki fungsi yang sama seperti pernyataan if dan diletakkan setelah pernyataan if.


Else adalah pilihan terakhir yang akan dijalankan apabila semua pilihan tidak memiliki nilai benar (TRUE) pada kondisi yang ada. Jadi untuk menggunakan fungsi ini disesuaikan dengan kebutuhan. Jika tidak menggunakan pernyataan else maka keseluruhan dari pernyataan IF diabaikan. Berikut adalah sintaks dari operasi if-else.

 python


Pada sintaks diatas, sintaks akan dievaluasi terlebih dahulu. Apabila kondisinya TRUE maka pernyataan yang ada di dalam blok IF akan dieksekusi. Jika kondisinya FALSE maka pernyataan atau program yang ada di dalam Else akan dieksekusi. Berikut adalah contoh dari operasi Else-If:

python


Dalam contoh di atas, kita telah mendeklarasikan sebuah variabel yang disebut 'num' dengan nilai 5 dan dalam pernyataan "jika" kita memeriksa apakah jumlahnya lebih besar dari 5 atau tidak. Jika angkanya lebih besar dari 5 maka blok kode di dalam blok “if” akan dieksekusi dan jika kondisi gagal maka blok kode yang ada di dalam blok “else” akan dieksekusi. Berikut adalah outputnya:

python


3. Elif statements

Selain fungsi IF itu sendiri dan if-else, dalam bahasa pemrograman Python ada satu operasi percabangan khusus yaitu Elif. Kondisi elif merupakan pengembangan dari pengkondisian if else. Perbedaan yang paling mencolok adalah jika dalam kondisi else hanya bisa mengeluarkan satu pilihan atau output, pada kondisi elif bisa mengeluarkan lebih dari satu pilihan.


Pada percabangan, output yang dikeluarkan akan sesuai dengan kondisi yang telah dibuat. Begitu pula dalam elif pada python, karena pilihan output yang diberikan banyak maka output yang keluar pun tetap akan mengikuti kondisi atau statement yang telah kita pilih sebelumnya. Untuk lebih jelasnya terkait dengan fungsi Elif ini, kita akan coba salah satu contoh berikut

python


Dalam contoh di atas kita telah mendeklarasikan sebuah variabel yang disebut 'num' dengan nilai 10, dan dalam pernyataan "if" kita memeriksa kondisi jika kondisinya menjadi benar. Kemudian blok kode yang ada di dalam kondisi "jika" akan dieksekusi.


Jika kondisi menjadi salah maka akan memeriksa kondisi "elif" jika kondisinya benar, maka blok kode yang ada di dalam pernyataan "elif" akan dieksekusi. Berikut adalah outputnya:

python

Berdasarkan hasil output, dari hasil ELIF diketahui bahwa nilai 10 tadi nilainya lebih besar daripada 5.


Baca juga: Belajar Python: Mengenal Array pada Bahasa Pemrograman Python


4. Nested if 

Setelah mempelajari operasi Python IF, IF-ELSE dan ELIF, ada lagi operasi yang disebut dengan Nested IF. Tidak bisa dipungkiri, kita terkadang akan membutuhkan fungsi if...elif...else yang ada di dalam pernyataan if...elif...else yang lain. Ini disebut nesting (bersarang) dalam pemrograman komputer. Sejumlah pernyataan ini dapat bersarang di dalam satu sama lain.


Indentation merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui tingkat nested. Semakin menjorok ke dalam, maka pernyataan tersebut akan semakin ada di tingkat bawah. 


Penggunaan nested IF memang terasa sangat membingungkan, sehingga itulah mengapa fungsi yang satu ini hanya akan digunakan saat terdesak saja. Berdasarkan penjelasan tersebut, mari kita coba praktikkan melalui sintaks berikut

python


Dari sintaks diatas, dapat dilihat bahwa apakah angka yang diberikan tidak sama dengan Nol atau tidak, jika angkanya tidak sama dengan nol maka masuk ke blok if pertama. Jika tidak memenuhi kriteria, diseleksi lagi ke blok if kedua. Apakah angkanya tidak sama dengan nol atau justru lebih besar. Jika benar maka masuk blok if bersarang dan mengeksekusi pernyataan tersebut.


Yuk belajar fungsi python yang lain bersama DQLab! Selain if condition, kita juga bisa belajar library, package, dan fitur-fitur python lainnya. Uniknya, modul DQLab dilengkapi dengan live code editor sehingga kita tidak perlu membuka python di tools lain untuk menulis script code. 


Penasaran dengan live code editor DQLab? Yuk coba modul gratis dan akses live code editor dengan klik button di bawah ini atau sign up melalui DQLab.id kemudian akses module gratis “Introduction to Data Science with Python” untuk mencoba live code editor DQLab.


Yuk segera bikin akunmu sekarang dan jangan lupa untuk aktivasi akun buat mulai belajar bareng!


Penulis: Reyvan Maulid



Mulai Belajar
Data Science Sekarang
Bersama DQLab

Buat Akun Belajarmu & Mulai Langkah
Kecilmu Mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :