GEBRAKAN TAHUN BARU!! DISKON 98%
Belajar Data Science Bersertifikat, 6 BULAN hanya Rp 100K!
0 Hari 3 Jam 38 Menit 15 Detik

Retensi & Revenue Naik Drastis Berkat Analisis Data E-commerce

Belajar Data Science di Rumah 14-Juli-2025
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3-longtail-senin-03-2025-06-30-163721_x_Thumbnail800.jpg

Di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat ini, mempertahankan pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan bukan lagi target yang mustahil untuk diwujudkan. Ini merupakan salah satu strategi yang powerful untuk memperkuat bisnis. Tapi, pertanyaannya adalah “bagaimana cara merealisasikannya?” Salah satu jawabannya terletak pada analisis data yang menjadi penentu keputusan bisnis.

Bukan cuma tren sementara, analisis data kini telah menjadi senjata utama bisnis untuk membaca perilaku konsumen, memahami preferensi pasar, dan membuat keputusan yang tepat sasaran. Nah, supaya tidak penasaran, MinQ akan mengajak kamu menelusuri bagaimana analisis data e-commerce mampu menjadi kunci utama dalam menaikkan tingkat retensi dan revenue secara drastis. Yuk, langsung kita kulik satu per satu!


1. Apa yang Dimaksud dengan Analisis Data E-commerce?

Analisis data e-commerce adalah proses mengumpulkan, memproses, dan menginterpretasi data yang berasal dari berbagai aktivitas pelanggan di platform online. Mulai dari klik, pencarian, pembelian, hingga ulasan produk. Data ini kemudian dikemas dalam bentuk insight yang berguna untuk memahami apa yang diinginkan pelanggan, bagaimana mereka berperilaku, dan langkah strategis apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Misalnya, dengan menganalisis histori pembelian pelanggan, brand bisa membuat rekomendasi produk yang lebih personal. Atau dari data abandoned cart (keranjang belanja yang tidak jadi dibayar), e-commerce bisa menyusun strategi pengingat melalui email marketing. Semua keputusan berbasis data ini bertujuan pada satu titik: menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan mendongkrak konversi secara signifikan.


2. Peran Penting Analisis Data untuk Retensi dan Revenue

Pernah dengar pepatah “mempertahankan pelanggan lebih murah daripada mencari yang baru”? Dalam dunia e-commerce, fakta ini sangat relevan. Retensi pelanggan berkontribusi besar terhadap revenue, karena pelanggan lama cenderung membeli lebih sering dan dalam jumlah lebih besar. Nah, disinilah analisis data mengambil peran krusial.

Dengan insight dari data, brand bisa memahami apa yang membuat pelanggan betah, produk apa yang paling disukai, bahkan kapan waktu terbaik untuk melakukan promosi. Contohnya, jika data menunjukkan pelanggan sering kembali setelah menerima diskon loyalitas, maka strategi tersebut bisa dijadikan andalan untuk menjaga mereka tetap aktif.

Tak hanya itu, analisis data juga membantu dalam segmentasi pelanggan. Dengan memahami demografi, perilaku, dan kebiasaan belanja, e-commerce bisa memberikan penawaran yang lebih relevan dan personal. Hasil akhirnya? Revenue naik, karena pelanggan merasa dipahami dan dihargai.


Baca juga: Data Analyst vs Data Scientist


3. Bagaimana Cara Melakukan Analisis Data E-commerce?

Melakukan analisis data e-commerce sebenarnya bukan hal yang rumit, asal dilakukan dengan pendekatan yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah penting yang bisa kamu ikuti:

  1. Tentukan Tujuan Bisnis Terlebih Dahulu
    Sebelum mulai mengumpulkan data, kamu perlu tahu dulu apa tujuan utama analisis ini. Apakah ingin meningkatkan retensi pelanggan? Meningkatkan penjualan produk tertentu? Atau sekadar memahami perilaku user di website? Tujuan ini akan jadi fondasi arah analisis.

  2. Kumpulkan Data yang Relevan
    Setelah tahu tujuannya, saatnya menentukan data apa saja yang perlu dikumpulkan. Ini bisa berupa data transaksi penjualan, traffic website, interaksi media sosial, klik pada email marketing, hingga review produk. Semua data ini akan jadi bahan baku insight yang berharga.

  3. Lakukan Data Cleaning dan Integrasi
    Data mentah seringkali tidak langsung bisa dipakai. Kamu perlu membersihkannya dari duplikasi, data kosong, atau error input. Jika data berasal dari berbagai sumber (misalnya marketplace, website, CRM), pastikan semuanya terintegrasi secara rapi dalam satu sistem atau dashboard.

  4. Gunakan Tools Analitik yang Tepat
    Tools seperti Google Analytics, Mixpanel, Tableau, atau CRM seperti HubSpot dan Salesforce bisa membantu dalam mengolah dan memvisualisasikan data. Tools ini bisa menyajikan insight seperti: kapan pelanggan paling aktif, produk apa yang paling banyak diklik, atau halaman mana yang membuat pengunjung keluar.

  5. Lakukan Segmentasi dan Identifikasi Pola
    Dengan data yang sudah terstruktur, kamu bisa mulai menganalisis pola. Misalnya, segmen pelanggan mana yang sering repeat order? Kapan waktu terbaik untuk launching promo? Atau konten mana yang paling efektif menarik perhatian? Segmentasi pelanggan bisa membantu strategi menjadi lebih personal dan relevan.

  6. Terapkan Machine Learning untuk Insight Prediktif
    Kalau ingin naik level, kamu bisa mulai menggunakan machine learning. Misalnya, membuat model prediktif yang bisa meramalkan pelanggan mana yang berisiko churn (berhenti beli), atau pelanggan mana yang potensial jadi loyal customer. Ini memungkinkan tim kamu melakukan intervensi lebih awal dan lebih strategis.

  7. Visualisasikan dan Komunikasikan Insight
    Terakhir, semua insight ini harus disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami. Gunakan visualisasi seperti grafik tren, heatmap, atau dashboard interaktif. Ini penting agar tim marketing, sales, dan manajemen bisa cepat memahami dan mengambil keputusan yang tepat.


Dengan langkah-langkah di atas, proses analisis data e-commerce kamu akan lebih terarah dan berdampak nyata terhadap peningkatan retensi dan revenue.


Baca juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


4. Aspek Penting dalam Menganalisis Data

Meski terdengar menjanjikan, analisis data bukan tanpa tantangan. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kualitas data. Data yang tidak akurat atau tidak lengkap bisa menyesatkan dan menghasilkan keputusan yang keliru. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan data validation dan cleansing secara berkala.

Hal lain yang juga krusial adalah etika penggunaan data. Privasi pelanggan harus menjadi prioritas utama. Pastikan bahwa pengumpulan dan pemrosesan data dilakukan sesuai regulasi, seperti GDPR atau UU Perlindungan Data Pribadi di Indonesia. Transparansi kepada pelanggan soal data yang dikumpulkan juga bisa menjadi nilai plus yang membangun kepercayaan.

Nah, jangan lupa juga kalau analisis data yang efektif membutuhkan kolaborasi lintas tim. Tim marketing, produk, hingga customer service harus duduk bersama untuk membaca insight dari data secara menyeluruh. Karena pada akhirnya, data bukan hanya milik analis, tapi seluruh bagian dalam ekosistem bisnis.


FAQ

Q: Apakah bisnis kecil bisa menerapkan analisis data e-commerce?
A: Tentu! Bahkan bisnis kecil bisa memulai dengan data sederhana seperti catatan penjualan, feedback pelanggan, atau traffic media sosial. Tools gratis seperti Google Analytics bisa jadi langkah awal yang efektif.

Q: Apakah perlu background IT untuk bisa menganalisis data?
A: Tidak harus. Banyak tools analitik saat ini yang user-friendly dan tidak memerlukan kemampuan teknis tinggi. Namun, pemahaman dasar tentang data dan logika analisis akan sangat membantu.

Q: Berapa lama biasanya hasil dari analisis data bisa terlihat?
A: Tergantung dari kompleksitas strategi yang diambil. Untuk kampanye promosi berbasis data, efek bisa terlihat dalam hitungan minggu. Tapi untuk retensi pelanggan jangka panjang, hasil biasanya terasa setelah beberapa bulan konsisten dijalankan.

Jadi, jangan cuma nunggu. Mulai riset tempat belajar yang tepat, cari beasiswa, dan rancang langkahmu mulai dari sekarang. Butuh bantuan cari info pendidikan data di dalam dan luar negeri atau jalur karier data analyst? Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python sekarang juga!


Penulis: Lisya Zuliasyari


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini