SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 3 Jam 34 Menit 56 Detik

Simak Serba Serbi Rumus Dasar Deviasi Excel, Yuk!

Belajar Data Science di Rumah 28-Mei-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/c3f9dd29b22dbd71c07ae6cc09e0ae20_x_Thumbnail800.jpeg

Ketika kalian sedang mempelajari excel pastinya tidak lupa dengan mempelajari rumus-rumus dasarnya. Nah, salah satu rumus dasar dari excel adalah Deviasi Excel. Standar deviasi atau bisa disebut dengan simpangan baku merupakan sebuah angka yang biasa mengukur sebuah sebaran distribusi dari data kalian. Ketika standar deviasi tersebut semakin besar maka semakin lebar juga distribusi data kalian dari meannya. Ini menandakan bahwa banyak variasi yang kalian punya di dalam data milik kalian.


Angka deviasi tidak ada yang baik atau buruk secara pasti, karena semua hal tersebut tergantung dari harapan kalian terhadap seberapa tersebarkah data milik kalian. Jika kalian memiliki standar deviasi yang sudah sesuai dengan yang kalian harapkan maka itu adalah nilai standar deviasi yang bisa dianggap baik. Nah jika kalian masih bingung bagaimana rumus dasar deviasi Excel ini, maka kalian bisa simak artikel dibawah ini!


1. Apa itu Rumus Dasar Deviasi Excel?

Rumus standar deviasi excel merupakan fungsi spreadsheet yang bisa digunakan untuk menghitung seberapa jauh sekelompok data yang tersebar dari nilai mean mereka. Standar deviasi adalah sebuah ukuran sebaran data dan juga memberikan informasi tentang bagaimana setiap nilai di dalam suatu kelompok data yang memiliki perbedaan dari nilai meannya. Rumus standar deviasi dapat dituliskan seperti di bawah ini:

Excel

Bisa kalian lihat rumus di atas, kalian dapat menjumlahkan kuadrat pengurangan setiap nilai data kalian dengan rata-rata sebelum kalian membaginya dengan banyak data lainnya. Setelah kalian menghitung jumlah kuadrat pengurangan, kalian dapat menghitung akar kuadrat dari hasil pembagian data tadi untuk bisa mendapatkan sebuah nilai standar deviasi kalian. Kalian sebaiknya menggunakan rumus yang sudah ada di dalam excel untuk menghitung nilai standar deviasinya.


Baca juga : Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja


2. Menghitung Deviasi Dari Data Populasi

Nah, jika kalian sudah mengetahui apa rumus dasar dari standar deviasi maka pada poin kali ini kalian akan menghitung deviasi dari data populasi. Untuk menghitung deviasi dari data populasi yang ada di excel, kalian bisa menggunakan rumus STDEV/STDEV.P/STDEVPA. Untuk penulisannya adalah seperti berikut ini:


=STDEV/STDEV.P/STDEVPA(angka1, [angka2], ….)


Kalian juga bisa menggabungkan bentuk penulisan rumus tersebut menjadi satu, karena bentuk dari penulisan rumus tersebut cukup mirip. Kalian juga hanya memerlukan penulisan nama rumus yang ingin kalian gunakan sebelum memberikan sebuah input angka-angka yang ingin kalian hitung berapa standar deviasi yang dihasilkan dari data tersebut, seperti contoh dibawah ini:

Excel


3. Menghitung Deviasi Dari Data Sampel

Jika kalian sudah mulai memahami tentang bagaimana caranya menghitung deviasi dari data populasi, nah sekarang kita akan membahas bagaimana menghitung deviasi dari data sampel. Untuk menghitung deviasi dari data sampel, kalian bisa menggunakan salah satu tiga rumus standar deviasi seperti STDEV, STDEV.S, dan juga kalian bisa memakai STDEVA. Untuk bentuk penulisannya mirip dengan rumus deviasi data populasi, bentuknya seperti berikut ini:


=STDEV/STDEV.S/STDEVA(angka1, [angka2], …)


Salah satu hal yang harus kalian tentukan adalah ketika kalian memilih rumus untuk digunakan, apakah kalian ingin mengabaikan atau memproses nilai logika yang ada dan juga teksnya. Karena untuk rumus STDEV dan juga STDEV.S itu adalah rumus untuk mengabaikan mereka, sedangkan untuk STDEVA itu akan memproses mereka semua ke dalam perhitungan standar deviasi. Untuk lebih jelasnya lagi kalian bisa lihat contoh dibawah ini:

Excel


Baca juga : Kenali Rumus IF pada 3 Kondisi dengan Excel


4. Menghitung Deviasi Tertimbang

Selanjutnya adalah menghitung deviasi tertimbang, data-data yang kalian ingin hitung deviasinya mungkin memiliki bobot yang pastinya berbeda-beda dari masing-masing data yang kalian punya. Beberapa data juga memiliki bobot kontribusi yang lebih terhadap perhitungan tersebut, dibandingkan dengan data-data lainnya yang kalian sudah miliki. Untuk rumus dari deviasi tertimbang adalah seperti di bawah ini:


=SUMPRODUCT(range_angka,range_bobot)


Kalian bisa menggunakan rumus SUMPRODUCT untuk bisa mengalikan setiap angka kalian dengan bobotnya sebelum kalian menambahkan hasilnya. Untuk contohnya kalian bisa melihat gambar dibawah ini.

Excel


Yuk, tunggu apalagi? Buruan Gabung dengan DQLab adalah solusi buat kamu yang ingin self learning tapi takut overdosis informasi. Kamu bisa belajar materi dasar hingga kompleks meskipun kamu ngga punya basic IT, lho. Disini kamu akan belajar skill data science mulai dari tools-tools pengolahan data dasar seperti excel secara online tanpa perlu keluar rumah. 


Dengan bermodalkan koneksi internet kamu bisa belajar secara fleksibel dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Materinya pun disusun oleh mentor-mentor yang kompeten di bidangnya dari perusahaan unicorn dan startup. 


Jadi, jangan khawatir, kamu bisa mulai kursus data science online bersama DQLab! Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan! 



Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login