[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 16 Jam 34 Menit 23 Detik 

Sumber Data Sekunder dan Primer dengan Kenali 4 Langkah Pengumpulan Data

Belajar Data Science di Rumah 10-November-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/2129db24f4e2778dc37265a204439b2f_x_Thumbnail800.png

Era digitalisasi membuat data menjadi peluru suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan. Hal ini terjadi lantaran data merupakan sekumpulan fakta-fakta yang dihasilkan dari sebuah proses pengamatan atau penelitian suatu objek tertentu. Data berdasarkan cara memperolehnya dibagi menjadi dua yaitu, Data Primer dan Data Sekunder. Data Primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian secara langsung biasanya dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data survey, dan kuesioner. Dalam suatu penelitian ada kalanya penggunaan data primer saja belum cukup untuk itu terkadang peneliti memerlukan sumber data sekunder. Sumber data primer dan sekunder memang berbeda tetapi saling melengkapi.


Sumber data sekunder biasanya berasal dari jurnal ,buku, website, catatan pemerintahan dan lain sebagainya. Pesatnya perkembangan internet membuat cara kita untuk mendapatkan sumber data sekunder menjadi lebih mudah dan cepat diakses. Lantas bagaimana cara mengumpulkan data-data tersebut? Pada artikel kali ini DQLab akan membahas 4 langkah pengumpulan data yang bisa kamu langsung Penasaran? Yuk, kita simak artikel dibawah ini hingga selesai!


1. Tentukan Informasi Apa yang Ingin Kamu Kumpulkan

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih detail apa yang ingin kamu kumpulkan. Kamu harus memutuskan topik apa yang akan kamu teliti, dengan siapa kamu ingin mengumpulkannya atau siapa narasumbernya dan berapa banyak data yang kamu butuhkan. Tujuan atau goals yang kamu harapkan yang ingin kamu capai menggunakan data, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul menggunakan data. Sebagai contoh, kamu dapat memutuskan untuk mengumpulkan data tentang jenis artikel yang paling populer di situs web kamu diantara pengunjung website kamu yang berusia antara 18 dan 30 tahun. Kamu mungkin juga memilih untuk mengumpulkan informasi tentang usia rata-rata semua pelanggan yang membeli produk dari perusahaan kamu dalam sebulan terakhir.


Baca juga : Teknik Pengumpulan Data Sekunder, Apa Saja Sumber Data yang Bisa Digunakan?


2. Tetapkan Jangka Waktu untuk Pengumpulan Data

Selanjutnya, kamu dapat mulai merumuskan rencana kamu untuk bagaimana kamu akan mengumpulkan data kamu. Pada tahap pertama proses perencanaan kamu, kamu harus membuat estimasi waktu untuk pengumpulan data kamu. Kamu mungkin ingin mengumpulkan beberapa jenis data secara terus menerus. Ketika kamu melihat data pengunjung di situs web, misalnya kamu ingin melacak data untuk kampanye tertentu, kamu akan melacaknya pada periode yang ditentukan. Dalam hal ini, kamu akan memiliki jadwal ketika kamu akan memulai dan mengakhiri pengumpulan data kamu.


3. Tentukan Metode Pengumpulan Data Kamu

Pada langkah ini, kamu akan memilih metode pengumpulan data yang akan membuat inti dari strategi pengumpulan data kamu. Untuk memiliki metode pengumpulan data yang tepat, kamu harus mempertimbangkan jenis informasi yang kamu ingin kumpulkan, jangka waktu dimana kamu akan mendapatkannya dan aspek-aspek lain yang kamu tentukan. Kamu bisa menggunakan metode wawancara, observasi, survey, online tracking, transactional data tracking, online marketing analytics, hingga social media monitoring.


4. Kumpulkan Data, Analisis dan Implementasikan

Setelah kamu menyelesaikan rencana kamu, kamu dapat menerapkan strategi pengumpulan data kamu dan mulai mengumpulkan data. Kamu dapat menyimpan dan mengatur data kamu. Pastikan untuk membuat jadwal sesuai secara teratur. Setelah kamu mengumpulkan semua data, inilah saatnya untuk menganalisis dan mengatur semua kumpulan data kamu. dase analisis sangat penting karena mengubah data mentah menjadi wawasan berharga yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan strategi pemasaran, produk, dan keputusan bisnis kamu. Setelah menganalisis data-data tersebut kamu dapat mengimplementasikan temuan untuk meningkatkan bisnis kamu.


Baca juga : Metode Pengumpulan Data Sekunder, Bisa Menggunakan Apa Saja Sih?


5. Yuk, Produktif dan Bangun Portfolio Data Kamu Bersama DQLab!

Selama PJJ kamu merasa sibuk tapi kurang produktif dan tidak berkembang? Ingin belajar skill baru seperti data science, machine learning, dan artificial intelligence tapi, bingung atur waktu dan harus mulai dari mana? Join DQLab, dan kamu bisa langsung mengasah skill tanpa perlu mencari sumber data untuk berlatih atau membangun portfolio kamu. Selain itu, belajar kamu jadi lebih terarah dan kamu juga dapat terhindar dari overdosis informasi, selain itu kamu tidak perlu bingung dengan urusan waktu, karena dengan kursus data science online waktu belajar kamu bisa lebih fleksibel dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Materi-materi yang ditawarkan lengkap dan sesuai dengan kebutuhan industri, disusun oleh mentor-mentor yang kompeten di bidangnya dari perusahaan unicorn dan startup. Jadi, jangan khawatir, kamu bisa mulai kursus data science online bersama DQLab.id ! Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan!

 

Penulis: Rian Tineges

Editor: Annissa Widya Davita










Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!