[LAST CALL!] BANGKITKAN SKILL DATA SAMPAI SUKSES BERKARIR
BELAJAR DATA SCIENCE 6 BULAN CUMA 127 RIBU  | Pakai Kode: DQBANGKIT
KLAIM PROMONYA!
Pendaftaran ditutup dalam 0 Hari 19 Jam 23 Menit 7 Detik 

Bahasa Python : Pahami Konsep & Penerapan Else IF Python

Belajar Data Science di Rumah 31-Desember-2021
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/7bd6327d299e0fa71ca40dee2e947d1c_x_Thumbnail800.jpg

Else if Python adalah pilihan alternatif dari penyeleksian untuk mencari kondisi yang diinginkan, else if memiliki fungsi yang sama seperti pernyataan if dan diletakan setelah pernyataan if. Dengan memahami konsep dasar else if python kamu akan terbantu dalam memenuhi syarat kebutuhan skill sumber daya manusia dibidang data science semakin meningkat seiring dengan membengkaknya ketersediaan data dan juga perkembangan teknologi yang kian canggih. Sifat bahasa pemrograman python yang fleksibel membuatnya banyak memiliki penggemar fanatik. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk belajar python, karena python merupakan salah satu skill wajib yang harus dikuasai oleh seorang praktisi data khususnya data scientist. Untuk mempelajari python kamu bisa mulai dari fundamental python dengan belajar else if python. 


Karena python merupakan bahasa pemrograman high level jadi sangat memungkinkan jika pemula yang tidak memiliki background STEM sekalipun mempelajarinya. Untuk itu, artikel ini akan membahas else if python. Penasaran? Yuk, simak artikel dibawah ini sampai selesai ya.


1. Apa itu Percabangan?

Percabangan atau branching merupakan suatu perintah yang memungkinkan suatu perintah dieksekusi jika suatu kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi. Artinya, jika ada suatu kondisi yang terpenuhi, maka perintah akan dilaksanakan, tapi jika kondisi tidak terpenuhi, maka perintah lainnya yang akan dilaksanakan.

if kondisi:

      statements()

Bagian kondisi adalah sebuah variabel / atau nilai yang bertipe data boolean. Baik berupa nilai True/False secara langsung, ataupun sebuah ekspresi logika.

Jika kondisi bernilai True, maka statements() akan dieksekusi oleh sistem.

Contoh:

a = 33

b = 200

if b > a:

  print("b lebih besar dari a")


Baca juga: Belajar Python, Keunggulan Membuat Aplikasi dengan PTKINTER


2. Konsep Dasar Else IF Python

Jika kebetulan kamu belum pernah belajar tentang algoritma atau barangkali mendengar istilah flowchart akan terdengar asing mendengar materi ini. Jadi flowchart atau diagram alir ini biasa digunakan untuk melakukan percabagnan dalam  bahasa pemrograman yang merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang disebut dengan conditional statement. Dalam bahasa pemrograman python khususnya, terdapat tiga jenis logika percabangan antara lain IF, ELIF, dan ELSE IF dan ELSE. Fungsi IF digunakan untuk perintah percabangan yang akan menentukan tindakan apa yang dilakukan sesuai dengan kondisi tersebut. Struktur penulisan percabangan IF yaitu

if kondisi: 

            statements()

Kondisi berisi variabel atau nilai dengan tipe data boolean baik berupa nilai TRUE atau FALSE secara langsung atau ekspresi logika.


3. Struktur Percabangan Else If

Seperti yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya bahwa else if adalah pilihan alternatif dari penyeleksian untuk mencari kondisi yang diinginkan, else if memiliki fungsi yang sama seperti pernyataan if dan diletakan setelah pernyataan if. Else adalah pilihan terakhir yang akan dijalankan jika semua pilihan tidak memiliki nilai benar (true) pada kondisi yang ada. else merupakan pernyataan opsional untuk digunakan berdasarkan kebutuhan, jika tidak menggunakan pernyataan else maka keseluruhan dari pernyataan if akan diabaikan. Berikut ini adalah flowchart dari struktur percabangan else if:


4. Contoh Penerapan Else If

Else if dan percabangan python sudah banyak diterapkan dan diimplementasikan di berbagai macam studi kasus. Contohnya studi kasus sederhana tentang membuat program untuk menentukan anak yang masih dibawah umur agar mereka memiliki pendamping untuk melakukan kegiatan berenang, minimal umur anak yang wajib didampingi dari mulai usia 1-10 tahun. Berikut ini adalah source code dan hasilnya.


 

Berdasarkan contoh diatas anak bernama mira berumur 1 tahun dan memiliki pendamping bernama anita lengkap dengan kontaknya. Karena sesuai dengan rule sebelumnya bahwa anak dengan usia 1-10 harus memiliki pendamping. Nah, lantas apa yang akan terjadi jika kamu menginputkan mira berusia 12 tahun. Yuk, perhatikan gambar dibawah ini:


maka mira tidak memiliki pendamping untuk mengikuti kegiatan berenang


Baca Juga : Belajar Python: Mengenal Array pada Bahasa Pemrograman Python


5. Nikmati Modul Python  Lengkap dengan Studi Kasus Lainnya Bersama DQLab!

Dengan modul dan materi yang update, belajar pemrograman python menjadi lebih mudah dan terstruktur bersama DQLab selain itu fitur live code juga akan melatih kamu dalam mengimplementasikan materi yang telah kamu pelajari. DQLab menyediakan modul-modul up-to-date dan sesuai dengan penerapan industri yang disusun oleh mentor-mentor berpengalaman dibidangnya dari berbagai unicorn, dan perusahaan besar seperti Tokopedia, DANA, Jabar Digital dan masih banyak lagi. Yuk, belajar terstruktur dan lebih interaktif cukup dengan Sign up sekarang di DQLab.id atau klik button dibawah ini untuk nikmati pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan!


Penulis: Rian Tineges

Editor: Annissa Widya Davita

Postingan Terkait

Sign Up & Mulai Belajar Gratis di DQLab!