Contoh Machine Learning pada Augmented Reality
Daftar Isi:
Machine Learning dan Augmented Reality adalah dua teknologi canggih yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ketika keduanya dikombinasikan, inovasi luar biasa lahir, mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital. AI in Augmented Reality memungkinkan pengalaman yang lebih personal, interaktif, dan efisien, mulai dari navigasi hingga hiburan dan edukasi.
Bagi yang belum familiar, Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan elemen digital dalam bentuk 2D atau 3D secara real-time. AR sering digunakan pada perangkat seperti smartphone, tablet, hingga kacamata pintar. Kini, dengan bantuan Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI), AR dapat bekerja lebih cerdas, memahami lingkungan sekitar, dan memberikan pengalaman yang lebih intuitif bagi pengguna.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui contoh penerapan AI dalam AR, baik disadari maupun tidak. Beberapa aplikasi dan layanan telah mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan fungsionalitas dan kenyamanan pengguna. Berikut beberapa contoh penerapannya!
1. Google Maps Live View – Navigasi yang Lebih Akurat
Google Maps telah mengintegrasikan AR dan AI dalam fitur Live View, yang memberikan navigasi berbasis realitas tertambah. Dengan fitur ini, pengguna tidak hanya melihat peta statis tetapi juga petunjuk arah secara langsung melalui kamera smartphone. AI membantu mengenali bangunan atau landmark yang ada di sekitar, memberikan informasi detail, serta menyesuaikan rute dengan kondisi lalu lintas secara real-time.
Fitur ini sangat berguna terutama di kota-kota besar dengan jalan yang kompleks. Misalnya, saat berada di lingkungan yang padat seperti stasiun atau pusat perbelanjaan, Live View membantu pengguna menemukan arah dengan menampilkan panah digital langsung di layar, membuat navigasi lebih intuitif dan mengurangi risiko tersesat.
Baca juga: Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner
2. Filter Instagram – AI untuk Hiburan dan Marketing
Pernah menggunakan filter wajah di Instagram? Teknologi yang membuat efek ini bekerja adalah kombinasi dari AI dan AR. AI menganalisis wajah pengguna secara real-time, mendeteksi titik-titik wajah, dan menyesuaikan efek agar tampak alami.
Selain untuk hiburan, teknologi ini juga digunakan dalam dunia marketing. Banyak brand menciptakan filter khusus untuk kampanye produk mereka, meningkatkan keterlibatan pengguna, dan membangun interaksi yang lebih menyenangkan dengan audiens. Fitur ini telah mengubah cara pemasaran digital bekerja, membuatnya lebih interaktif dan personal.
3. Google Translate AR – Penerjemahan Real-Time
Google Translate kini tidak hanya dapat menerjemahkan teks yang diketik, tetapi juga dapat menerjemahkan teks dari dunia nyata melalui fitur kamera AR. Dengan bantuan AI, aplikasi ini mampu mengenali tulisan dari berbagai bahasa, menyesuaikan tata letak, dan menampilkan hasil terjemahan secara langsung di layar perangkat pengguna.
Fitur ini sangat membantu wisatawan atau siapa saja yang berhadapan dengan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat membaca menu restoran atau rambu jalan dalam bahasa asing, cukup arahkan kamera ke teks, dan terjemahan akan muncul secara real-time, memberikan kemudahan dalam memahami informasi.
4. Google Lens – Mengenali Dunia dengan AI
Google Lens adalah aplikasi berbasis AI dan AR yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi objek hanya dengan mengarahkan kamera ke suatu benda. AI akan menganalisis gambar, mengenali objek, dan memberikan informasi terkait, seperti harga produk, spesifikasi, atau tempat pembelian.
Selain itu, Google Lens juga dapat mengidentifikasi tanaman, hewan, hingga memindai teks dan menerjemahkannya. Teknologi ini semakin memudahkan pengguna untuk mencari informasi tanpa harus mengetik manual di mesin pencari, menjadikannya alat yang sangat berguna dalam berbagai situasi.
5. Star Walk – Observasi Bintang dengan AR
Bagi pecinta astronomi, Star Walk adalah aplikasi berbasis AR yang memungkinkan pengguna mengamati bintang dan planet secara interaktif. Dengan hanya mengarahkan smartphone ke langit malam, aplikasi ini akan menampilkan informasi lengkap tentang benda langit yang sedang diamati.
AI berperan dalam mengidentifikasi posisi bintang berdasarkan lokasi pengguna, menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendalam. Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk hiburan tetapi juga sebagai alat edukatif yang memperkaya pemahaman tentang tata surya dan luar angkasa.
6. AR dalam Dunia Medis – Simulasi dan Pelatihan Kesehatan
AI dan AR juga mulai memainkan peran penting dalam dunia medis, terutama dalam simulasi dan pelatihan kesehatan. Dengan bantuan AR, dokter dan mahasiswa kedokteran dapat melakukan simulasi prosedur medis tanpa perlu langsung berhadapan dengan pasien. AI membantu dalam menganalisis data medis secara real-time, memberikan rekomendasi, dan meningkatkan akurasi dalam diagnosis.
Misalnya, aplikasi seperti Touch Surgery memungkinkan tenaga medis berlatih melakukan prosedur bedah dengan bantuan visualisasi AR yang realistis. Dengan teknologi ini, pelatihan menjadi lebih efektif dan risiko kesalahan dalam praktik nyata dapat dikurangi secara signifikan.
Baca juga: Machine Learning Specialist, Karir Hot Sampai 2025
Perkembangan AI in Augmented Reality membuka banyak peluang dalam berbagai bidang, mulai dari navigasi, komunikasi, edukasi, hingga dunia medis. Teknologi ini terus berkembang dan semakin berperan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan cara baru untuk berinteraksi dengan dunia sekitar.
Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang AI, Machine Learning, dan penerapannya dalam AR, kamu bisa mulai belajar dari dasar di DQLab. DQLab menyajikan materi secara teori maupun praktek. Selain itu di DQLab pun menyediakan berbagai modul dan ebook dengan materi yang beragam sesuai kebutuhan. Gabung di Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner dari DQLab!
Tunggu apa lagi? Yuk, sign up di DQLab.id sekarang dan mulai perjalananmu dalam dunia AI dan Machine Learning!