SUPER 6.6 SALE! DISKON 99%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 99K!

0 Hari 14 Jam 22 Menit 59 Detik

Tips Buat Donut Chart di Excel untuk Laporan Bisnis

Belajar Data Science di Rumah 01-Februari-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/0bdc71db62b1ae062e04f6ce1b8237a4_x_Thumbnail800.jpeg

Excel sering digunakan dalam kebutuhan bisnis terutama laporan keuangan. Dengan menyajikan hasil laporan ke dalam bentuk chart atau grafik, informasi pada laporan akan jauh lebih mudah dipahami. Kelebihan Excel adalah menyediakan beragam chart dan grafik profesional yang bisa kalian gunakan sesuai kebutuhan. Baik untuk melihat persentase per kategori, membandingkan penjualan, melihat produk yang paling diminati, atau laporan lainnya.


Salah satu chart atau grafik pada Excel yang sering digunakan adalah Donut Chart. Secara sepintas tampilannya hampir sama dengan pie chart namun memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pie chart. Apa saja itu? Bagaimana pula cara membuatnya? Yuk simak pembahasan berikut!


1. Apa Itu Donut Chart?

Excel

Seperti namanya, donut chart pada Excel membuat visualisasi dengan bentuk seperti donat dari kumpulan data yang kalian pilih. Chart ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan pie chart hanya saja memiliki lubang di tengahnya. Donut chart dinilai lebih efektif untuk memvisualisasikan data karena memiliki rasio yang lebih baik dan terdapat ruang di tengahnya yang bisa digunakan untuk menambahkan informasi data. Biasanya seperti label data, jumlah keseluruhan data yang berkaitan dengan pembagian donut chart, atau keterangan lain yang relevan. Donut chart juga lebih efektif untuk memvisualisasikan lebih dari satu data yang berkaitan. 


Donut chart memiliki 2 jenis yaitu:

  • Doughnut. Bentuk ini mewakili data dengan tampilan seperti cincin. Potongan dari data yang relevan saling berkaitan atau menempel sehingga tepat mencakup 100%.

  • Exploded doughnut. Bentuk ini merepresentasikan data dengan visualisasi seperti patah atau terpisah. Sehingga ukuran dari masing-masing potongan data dengan mudah dapat diidentifikasi. Umumnya digunakan untuk representasi data lebih dari satu dataset.


Baca juga : Cara Membuat Grafik Excel dengan Berbagai Jenis Data 


2. Kelebihan dan Kekurangan Visualisasi Donut Chart

Donut chart memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut kelebihan menggunakan donut chart di Excel.

  • Mudah dibuat dan mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan tidak dibutuhkan aturan atau cara khusus untuk memahami selain dengan memperhatikan ukuran masing-masing potongan.

  • Excel dengan otomatis dapat membantu menghitung nilai persentase dari setiap potongan.

  • Ketika ingin membandingkan suatu data, donut chart dinilai cukup akurat dan representatif.

  • Tidak seperti pie chart, donut chart dapat digunakan untuk memvisualisasikan lebih dari satu data set.

Sedangkan kekurangan donut chart adalah sebagai berikut.

  • Jika ada terlalu banyak kategori dalam data, donut chart menampilkan terlalu banyak potongan atau busur dalam satu cincin. Ini terkadang membuat representasi grafis berantakan dan padat.

  • Distribusi atau representasi data sangat terbatas pada bagian dari keseluruhan data.

  • Sulit untuk menghitung ukuran atau panjang irisan yang tepat.

  • Donut chart tidak dapat digunakan untuk menunjukkan perubahan data yang terjadi selama waktu tertentu, dan bagan ini dianggap buruk dalam menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu.


3. Kapan Sebaiknya Menggunakan Donut Chart?

Excel

Dengan adanya keterbatasan atau kelemahan dari donut chart tersebut, maka sebaiknya kalian memperhatikan kapan menggunakan donut chart sebagai pilihan visualisasi data kalian.

  • Saat kalian memiliki satu atau lebih rangkaian data untuk diplot.

  • Ketika data yang ingin kalian plot tidak memiliki nilai negatif.

  • Ketika data yang ingin kalian plot tidak memiliki nilai nol.

  • Saat kalian memiliki tidak lebih lebih dari tujuh kategori per seri data.

  • Saat kalian memiliki data yang dibagi lagi menjadi beberapa kategori.


Baca juga : Buat Grafik di Excel dalam Hitungan Menit? Ini Dia Caranya! 


4. Cara Membuat Donut Chart di Excel

Perhatikan cara berikut untuk membuat donut chart di Excel. Misalkan memiliki data berikut.

Excel


1) Pertama, kita perlu memilih seluruh rentang sel dengan data yang efektif. Dalam contoh ini, data dari sel A3 ke sel B12, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Excel


2) Selanjutnya, kita perlu memilih donut chart dari bagan Excel bawaan. Untuk ini, kita perlu menavigasi ke tab Insert dan pilih menu drop-down Other Chart. Kita perlu mengklik Doughnut dari bagian drop-down, seperti yang ditampilkan pada gambar berikut.

Excel


3) Chart akan muncul pada worksheet kalian seperti berikut ini.

Excel


4) Kita perlu memilih irisan cincin dan menggunakan shortcut Ctrl +1 untuk mengakses menu quick toggle dari Format Data Series. Perhatikan contoh berikut ini.

Excel

Akan diperoleh hasil seperti berikut ini.

Excel


5) Selanjutnya, kita klik kanan pada slice dan pilih opsi Add Data Labels untuk membuat chart lebih informatif.

Excel

Excel akan memasukkan label data dalam format default. Seperti berikut ini.

Excel


6) Kita akan mengubah labelnya dalam bentuk persentase supaya lebih sesuai dengan kebutuhan dan terlihat profesional. Untuk ini, kita perlu mengklik dua kali label data atau menekan Ctrl + 1 setelah memilih label data apa pun. Ini akan memunculkan beberapa opsi untuk memodifikasi label data yang sesuai. Kita perlu mencentang kotak untuk nama opsi Percentage. 

Excel


7) Terakhir, menyisipkan/mengedit judul bagan dan memindahkan legenda ke sisi kiri untuk membuat keseluruhan presentasi menjadi lebih cantik dan profesional. Berikut hasil akhirnya.

Excel

Contoh di atas adalah salah satu kelebihan dari Excel. Penasaran seperti apa cara membuat grafik lainnya? DQLab telah menyediakan beragam modul pembelajaran Excel yang bisa Sahabat DQ akses loh. Bahkan terdapat modul gratis supaya Sahabat DQ dapat menikmati kemudahan belajar Excel. Jangan lupa berlangganan Platinum agar pemahaman kalian semakin meningkat. Tidak hanya Excel, kalian bisa belajar tools lainnya seperti R, Python, atau SQL. 

 

Tunggu apa lagi, yuk segera Sign Up dan mulai akses modul pembelajarannya!


Penulis : Dita Feby 

Editor : Annissa Widya 

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login