TEBUS HOKI! BELI 1 GRATIS 1
Belajar Data 6 BULAN GRATIS 6 BULAN hanya Rp180K!

0 Hari 3 Jam 20 Menit 13 Detik

Background Apapun Bisa! Saadil & Savitri Buktikan Berkarir di Bali Tower

Belajar Data Science di Rumah 30-Agustus-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/banner-member-sharing-balitower-2023-08-30-142834_x_Thumbnail800.jpg

Profesi praktisi data kini tidak hanya jadi impian bagi mereka yang memiliki background pendidikan di bidang IT saja, melainkan mimpi siapapun. Saadil dan Savitri ibarat seperti dua sisi mata uang. Keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, namun kini berada dalam satu profesi yang sama. Mereka tengah menjalani program internship di perusahaan Bali Tower sebagai Data Engineer. Tentunya ini merupakan buah kerja keras dan kegigihan mereka selama mengikuti kelas di DQLab ya, Sahabat DQ!


Saadil dan Savitri kali ini bakal bongkar cara mereka belajar data science dari dasar hingga bisa meraih kesempatan internship. Sahabat DQ, baca sampai habis ya!


Saadillah Noer - Data Engineer Internship Bali Tower


1. Banting Setir dari Ilmu Komunikasi

Saadillah Noer merupakan lulusan mahasiswa Ilmu Komunikasi tahun 2020. Keputusannya untuk beralih ke dunia data tidak lain tidak bukan hanya karena iklan DQLab yang tak sengaja berseliweran di dunia maya. Menurutnya, hal itu berhasil mempengaruhi pemikirannya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk coba mengenal dan mempelajari data science.


Saya melihat ada konten yang membahas switch career. Dari konten tersebut, saya terdorong untuk mulai belajar. Saya coba-coba belajar ilmu data di DQLab & mengikuti komunitas-komunitas pecinta data yang ada,” kata Saadil.


Mulanya, Saadil ingin fokus mempelajari ranah Data Scientist. Tapi setelah ia pelajari, ia justru beberapa kali mendapat kesempatan untuk berkarir sebagai Data Engineer. Sejak saat itulah ia cinta dengan database dan mencoba untuk memfokuskan diri sebagai Data Engineer. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dan dieksplorasi melalui database. 


“Yang saya sukai karena banyak sekali ruang yang bisa dipelajari dari database. Mulai dari tools, tiap-tiap perusahaan menggunakan tools yang berbeda,” ungkapnya.


Baca juga: Mengenal Big Data Engineer, Pekerjaan dengan Prospek Karir yang Sangat Menjanjikan


2. Kedua Kalinya sebagai Data Engineer

Sahabat DQ, kesempatan internship di Bali Tower rupanya bukan pertama kalinya Saadil menjadi Data Engineer lho. Sebelumnya, ia pernah menjadi Data Engineer di bank milik negara, BRI. Saat itu ia sudah berstatus head office dan dipercaya untuk memegang serta menjaga kerahasiaan big data perusahaan. Tak butuh waktu lama, berselang satu bulan usai kontrak kerjanya habis, Saadil langsung mendaftarkan diri di Bali Tower.


“Kebetulan kontrak kerja pekerjaan saya yang sebelumnya (BRI) sudah selesai di bulan lalu, jadi memang pas sekali saya sedang mencari opportunity yang baru,” ucap Saadil.


3. Tantangan Saadil Banting Setir ke Industri Data

Keputusan Saadil untuk terjun ke dunia data bukan hal yang mudah, ia harus memulai perjalanan dari awal. Terlebih, Saadil bukan berasal dari kalangan IT. Tentu saja butuh usaha lebih untuk bisa bertahan. Menurutnya, tantangan terbesar saat memutuskan banting setir ke dunia data adalah mengenal kemampuan diri secara utuh. Sebab dari situ kita bisa meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki, sekaligus menghilangkan segala sesuatu yang bisa menurunkan semangat belajar. 


“Dengan memahami value diri yang dimiliki, barulah kemudian kita akan semakin matang dan yakin dalam melangkah” ungkap Saadil untuk bisa memaksimalkan potensi diri. 


Baca juga: Jadi Data Engineer Hebat dengan Kuasai Skill Ini


Savitri Dyah Ayu Pitaloka - Data Engineer Internship Bali Tower


4. Persaingan Ketat Jadi Alasan Savitri Belajar di DQLab

Sama seperti Saadil, awal mula Savitri bergabung dengan DQLab juga karena iklan yang ia lihat di media sosial. Saat itu juga, tepatnya di tahun 2020 ia langsung bergabung bersama DQLab dan menjadi member premium lho, Sahabat DQ! Savitri yang saat itu merupakan mahasiswi jurusan statistika memang sudah memiliki impian untuk bisa berkarir di bidang data. Namun persaingan yang kian ketat, membuatnya haus akan ilmu dan mendorongnya untuk menggali ilmu lebih banyak di luar kampus.


DQLab menjadi pilihannya karena ia merasa mampu memberikan solusi sebagai wadah pembelajaran data science. Meski demikian, pembelajaran yang ia ikuti di DQLab tidak berjalan mulus. Pembelajaran sempat terhenti karena kesibukan kuliah yang harus ia prioritaskan. Memasuki semester akhir, barulah ia kembali rutin belajar bersama DQLab.


Baca juga: Kursus Data Science Online DQLab Solusi UpSkill Masa Pandemi


5. Savitri Terapkan Ilmu DQLab di Kampus Merdeka

Selain bergabung dan belajar di DQLab, ternyata Savitri sempat mengikuti program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Ia mendapat kesempatan virtual internship sekaligus mengerjakan sejumlah data project yang diberikan. Savitri mengatakan, ilmu yang ia dapatkan di DQLab menjadi bekal yang ia bawa selama mengikuti program Kampus Merdeka. Terbukti, hampir semua modul yang ada di DQLab dibabat habis olehnya dan tersisa modul Pentaho lho, Sahabat DQ!


“Kalau diibaratkan, ilmu yang saya dapatkan di DQLab adalah batu fondasi yang kuat! Sedangkan proyek data di virtual internship adalah tempat saya mengasah batu fondasi yang telah saya pelajari,” ungkapnya.


6. Gercep Apply Lamaran ke Bali Tower

Perjalanan Savitri hingga akhirnya kini menjadi Data Engineer Internship bukanlah waktu yang singkat. Terlebih, ia harus bisa membagi waktunya sebagai mahasiswi. Namun ia sadar, jumlah member DQLab yang banyak membuatnya harus bergerak cepat saat emailnya mendapat notifikasi lowongan internship di Bali Tower.


Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengisi form yang diberikan. Berhubung saat itu ia sudah memasuki semester akhir, CV dan portofolio sudah ia siapkan jauh-jauh hari. Salah satu portofolionya merupakan sejumlah data project yang ia kerjakan selama mengikuti Kampus Merdeka.


Baca juga: 3 Bootcamp DQLab, Persiapkan Kamu Jadi Data Analyst


7. Eksplorasi Diri Mencari Solusi

Savitri menuturkan, proses perekrutan hingga akhirnya ia mendapatkan internship dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu. Ia bahkan tak menyangka proses perekrutan begitu cepat. Ia menambahkan, materi yang diberikan DQLab juga sangat membantunya saat proses interview. Sehingga proses interview berjalan dengan lancar, khususnya pertanyaan yang berkaitan seputar teknis.


Sudah memasuki minggu ketiga internship, Savitri mengaku mendapat banyak ilmu dan pengalaman baru. Ia dan rekan-rekan lainnya juga mendapat pelatihan di minggu pertama.


Mulai dari pengenalan perusahaan hingga sejumlah data project yang menjadi gambaran kerja. Meski sudah membawa bekal ilmu yang diberikan DQLab, Savitri mengatakan masih banyak ilmu yang harus ia gali, apalagi dalam setiap kasus memiliki permasalahan yang berbeda. Oleh karena itu ia harus mampu mencari solusinya. 


“Setelah bekerja, saya menyadari bahwa masih ada banyak hal yang baru yang saya perlu pelajari. Khususnya ketika mengerjakan kasus-kasus tertentu. Saya belajar kembali bagaimana caranya mengolah dan menyelesaikan kendala yang terjadi pada setiap kasus, karena setiap kasus memiliki cara penyelesaian yang berbeda,” ucap Savitri.


8. Yuk, Intip Cara Belajar Ala Savitri!

Sahabat DQ, setiap orang pati punya cara belajarnya masing-masing ya. Tapi gak ada salahnya nih kamu coba tiru cara belajar Savitri untuk sukses berkarir di dunia data!

  • Jangan terpaku hanya pada 1 bahasa pemrograman saja. Karena setiap perusahaan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Ketika kita sudah menguasai berbagai macam tools, kita sudah siap dengan tools yang tersedia.

  • Pelajari bahasa asing, salah satunya Bahasa Inggris, Sahabat DQ! Karena tak bisa dipungkiri, Bahasa Inggris menjadi penting saat digunakan berkomunikasi dengan klien. Selain itu juga banyak istilah data yang berbahasa Inggris.

  • Mulai kerjakan proyek untuk bangun portofolio. Menurut Savitri, portofolionya lebih diperhatikan ketimbang CV. Hal itu karena perekrut ingin melihat kemampuan yang ia cantumkan di CV. Bahkan pernah Savitri hanya melampirkan CV, lamarannya ditolak perusahaan. Tetapi setelah melampirkan portofolio, tak berselang lama ia mendapat panggilan dan diterima.

  • Rutin mengerjakan coding setiap hari. Kesalahan yang ia sadari adalah menghafal coding. Pada kenyataannya, coding seharusnya bukan dihafal syntax-persyntax, melainkan memahami syntax dan library mana yang akan digunakan.


Sahabat DQ, itu dia cerita para member DQLab yang memiliki perbedaan background pendidikan tapi kini justru mereka menjalankan profesi yang sama di bidang data. Kalian tertarik untuk belajar data science? Yuk, tentuin pilihan kalian sekarang dan gabung bersama DQLab untuk persiapan berkarir di bidang data!

Mulai Karier
sebagai Praktisi Data
Bersama DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah pertamamu untuk mengenal Data Science.

Buat Akun Gratis Dengan :

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/8be7fae4b69abead22aa9296bcab7b4b.jpg Sign-Up dengan Google

https://dqlab.id/files/dqlab/file/data-web-1/data-user-2/50040333a3a5d46bf130664e5870ebc6/d0aa879292fb427c0978d2a12b416e98.jpg Sign-Up dengan Facebook

Atau Buat Dengan :