SUPER 6.6 SALE! DISKON 96%
Belajar Data Science 6 Bulan hanya 120K!

0 Hari 6 Jam 50 Menit 1 Detik

Beda Latar Belakang, Ririn & Valen Satu Tujuan di Bali Tower

Belajar Data Science di Rumah 15-Agustus-2023
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3c410aff-0163-40f9-8ccb-4e954b3ae2fd-2023-08-15-135124_x_Thumbnail800.jpeg

Memiliki cita-cita di dunia data tentu adalah hak semua orang ya, Sahabat DQ! Termasuk bagi Ririn dan Valen nih. Meski keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, namun rupanya mereka memiliki mimpi yang sama untuk bisa berkarir sebagai praktisi data. Untuk meraih mimpinya, Wahyuni dan Valenda sama-sama membulatkan tekad untuk bergabung bersama DQLab. 


Kini, keduanya sama-sama tengah menjalani internship di salah satu perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi di Bali Tower. Hmm kira-kira seperti apa ya cerita Ririn & Valen bisa sampai di titik ini? Yuk, kita simak kisahnya Sahabat DQ!


Wahyuni Mustaghfirin - Data Engineer Internship Bali Tower


1. Berawal dari Project Dosen

Wahyuni Mustaghfirin atau yang akrab disapa Ririn ini merupakan lulusan Ilmu Murni Fisika di Universitas Riau pada tahun 2017. Tak butuh waktu lama, setelah lulus ia langsung mendapat pekerjaan sebagai Staff Call Center di PT Infomedia yang berlokasi di Bandung. Namun pekerjaan itu tidak berjalan panjang, di tahun 2018 ia memutuskan resign dan berniat untuk melanjutkan pendidikan S2. Sayang, keinginannya belum bisa terwujud saat itu. Untuk mengisi waktu luangnya, di tahun 2019 Ririn mencoba upgrade skill dengan mengikuti kursus Web Design & Web Program.


Sejak di bangku kuliah semester 7, Ririn mengaku sudah memiliki ketertarikan untuk bisa berprofesi di dunia data science. Menurut penuturannya, saat itu ia mendapat sebuah project dari dosen yang mengharuskannya belajar dan menggunakan Python untuk membuat Computer Vision. Dari situlah ia semakin tertarik dengan kehebatan Python yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengolah data, hingga merancang sebuah game.


Baca juga: Mengenal Big Data Engineer, Pekerjaan dengan Prospek Karir yang Sangat Menjanjikan


2. Belajar Terstruktur Jadi Kunci Keberhasilan Ririn

Sejak mengenal Python, Ririn semakin giat mempelajarinya secara otodidak melalui tayangan-tayangan Youtube serta melalui pembelajaran e-book. Merasa tidak maksimal, Ririn pun sadar ia perlu wadah yang bisa memberikannya pembelajaran secara terstruktur. Rasa ingin tahunya tentang data science akhirnya pun membawanya ke DQLab.


“Saya melihat pembelajaran di DQLab terstruktur. Ada susunan materi yang telah dirangkai, sehingga saya tahu setelah belajar tentang A, saya harus mempelajari B, kemudian belajar tentang C,” kata Ririn.


Di tahun 2020 Ririn pun mulai belajar di DQLab dan tergabung sebagai member premium. Meski saat itu ia sedang berprofesi sebagai guru, hal itu tidak mematahkan semangatnya dalam belajar. Bahkan, ia pun turut aktif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan DQLab bersama Kominfo mengenai dunia Data Engineer.


“Selain itu, di tahun 2023 saya juga pernah mengikuti pelatihan Kominfo bersama DQLab dengan fokus Data Engineer. Sampai titik ini, saya sudah berhasil menyelesaikan 27-28 modul di DQLab,” ungkapnya.


Ririn mengungkapkan, ilmu data science yang sebelumnya ia dapatkan di masa kuliah kian semakin matang usai dirinya mengikuti pembelajaran bersama DQLab. Di DQLab, Ririn dilatih untuk bisa membaca data lebih kritis dan memanfaatkan data untuk penyelesaian suatu kasus maupun dalam mengambil sebuah insight.


3. Manajemen Waktu Ririn sebagai Guru & Member DQLab

Menurut Ririn, manajemen waktu menjadi salah satu hal yang perlu dikuasai dalam meraih kesuksesan. Di waktu yang bersamaan saat masih bekerja sebagai guru, ia membagi waktu belajarnya secara rutin. Usai pulang kerja, malam hari ia gunakan untuk mengulik dan mengeksplorasi data. Kalau jadwal sedang padat, dalam seminggu 3-4 hari ia luangkan waktu untuk belajar. Hal ini ia lakukan karena tekadnya yang tinggi untuk bisa berkarir di dunia data.


“Karena saya tahu bahwa banyak sekali pesaing di luar sana yang ingin berkarier di bidang data. Tidak hanya itu, orang-orang di luar sana mungkin sudah berpengalaman sedangkan saya tidak. Jadi hal ini yang terus mendorong saya untuk belajar terus-menerus,” ungkap alasannya terus konsisten belajar selama 6 bulan penuh.


Baca juga: Jadi Data Engineer Hebat dengan Kuasai Skill Ini


4. Tips Kejar Impian Ala Ririn

Berkat kegigihannya, kini ia berhasil memetik buah kerja kerasnya. Ririn kini tengah menjalani internship sebagai Data Engineer di Bali Tower. Tentu ini merupakan pencapaian usai melewati proses perjalanan yang tentu tidak selalu berjalan mulus. Meski demikian, Ririn tidak puas sampai di sini, ia pun merasa perlu untuk terus belajar demi mengejar impiannya.


“Saya senang banget, banget, banget. Karena ini adalah hal yang sudah saya impikan sejak dulu. Dan ini menjadi pembuktian bahwa konsistensi & perasaan saya untuk tidak menyerah membuahkan hasil yang manis,” begitu ucapnya.


Selain membekali diri dengan pembelajaran, CV dan portofolio juga jangan dilupakan ya, Sahabat DQ! Dua hal inilah yang menjadi senjata kalian untuk bisa meluluhkan hati user dan tim HR. Project yang ia kerjakan selama belajar di DQLab turut menjadi portofolio yang bisa ia perlihatkan pada saat proses hiring.


“Tips dari saya itu, kita harus konsisten, mau terus belajar, mau terus berusaha, dan jangan menyerah. Yakinkan diri bahwa kesempatan akan datang, asalkan kita terus mendorong diri dan konsisten untuk berusaha,” pungkasnya sembari memberi tips untuk Sahabat DQ.


Valenda Redian Fikri - Data Engineer Internship Bali Tower


5. Pandemi Jadi Momen Cinlok sama Data Science

Berbeda dengan Ririn, member yang satu ini merupakan lulusan mahasiswa sastra di Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di awal tahun 2023, Valen namanya. Pria asal Ponorogo ini awalnya tidak berniat untuk berkecimpung di dunia data. Namun saat pandemi melanda, terbesit dalam benaknya untuk meningkatkan kemampuannya. Menurutnya saat itu banyak perusahaan yang membuka lowongan profesi data, seperti Data Analyst dan Data Engineer.


“Pada saat itulah, saya jadi ingin mencoba belajar data agar bisa mengikuti trend yang sedang naik daun,” begitu katanya.


Tahun 2020 menjadi tahun pertama Valen mencoba menjelajahi dunia data dengan mengikuti Bootcamp Data Engineer. Namun, ia merasa pembelajaran tidak maksimal karena tidak fokus dengan membagi waktu kuliahnya.


Menjelang detik-detik kelulusannya, Valen memutuskan untuk mengikuti Tetris Program, program beasiswa yang dilahirkan DQLab. Kata Valen, ia ingin mengeksplorasi semua profesi yang ada di industri data sebelum akhirnya memfokuskan diri pada satu profesi data. Makanya, ia memilih DQLab dan Tetris sebagai tempat ia membekali diri. Karena menurutnya, pembelajaran di DQLab lebih intens dengan jadwal sesi yang berjalan setiap hari. Meski begitu, tugas yang diberikan DQLab tidak wajib, berbeda di tempat lain.


Baca juga: Kursus Data Science Online DQLab Solusi UpSkill Masa Pandemi


6. Dua Internship Satu Waktu? Kenapa Nggak?

Salah satu keunggulan Tetris yang ditawarkan pada pesertanya adalah memberikan kesempatan virtual internship bagi peserta terpilih. Valen rupanya menjadi salah satu penerimanya. Selama 7 hari (16 - 22 Juli 2023) ia mendapat kesempatan virtual internship di perusahaan Kontan. Jadi bisa dibilang, Valen sempat merasakan double internship di waktu yang bersamaan.


“Betul, saya sempat double internship di periode-periode terakhir internship di Kontan berjalan. Namun saya tidak begitu kesulitan, karena internship di Kontan tidak terlalu intens,” ucap Valen.


Dengan begitu, Valen mendapat banyak pengalaman dan ilmu baru dari kedua tempat tersebut. 


“Perbedaannya lebih ke pengalaman yang didapatkan. Kalau internship di Kontan lebih mirip ke pengalaman kuliah, sedangkan kalau di Bali Tower program internshipnya seperti bekerja sungguhan,” katanya.


Hal tersebut lantaran internship yang ia jalani di Bali Tower memerlukan koordinasi dengan divisi lain dan mengikuti training terjadwal. 


7. Alasan Valen Pilih Bootcamp

Sebelum mengikuti rangkaian program belajar intensif di Tetris, Valen memang belum terdaftar sebagai member DQLab. Ia mengaku baru mengerjakan sejumlah modul gratis yang diberikan DQLab. Namun tak lama setelah mengikuti program belajar Tetris, ia kemudian mendaftarkan diri sebagai member premium DQLab. 


Alasan Valen memilih pembelajaran dengan sistem bootcamp karena ia mengaku lebih suka belajar dengan sistem yang terstruktur dan terbimbing dibandingkan belajar mandiri. Dan terbukti, ia merasa dengan mudah mengikuti tahapan pembelajaran yang diberikan selama program belajar.


Kini, Valen yang tengah menjalani rutinitasnya sebagai Data Engineer di Bali Tower merasa terbantu dengan materi yang diberikan selama Tetris berlangsung. Salah satunya penggunaan Pentaho yang juga digunakan di Bali Tower. Tidak hanya soal teori, DQLab juga menjadi tempat Valen memperluas koneksi dengan teman-teman pecinta data. Dari sinilah mereka bisa saling bertukar informasi seputar data, baik soal lowongan kerja maupun beasiswa.


Baca juga: 3 Bootcamp DQLab, Persiapkan Kamu Jadi Data Analyst


8. Fokus Selesaikan Masalah sebelum Lanjut Materi Baru

Sama seperti Ririn, CV dan portofolio menjadi dua hal yang perlu disiapkan dengan matang saat ingin melamar ke sebuah perusahaan. Valen sendiri mengaku portofolionya lebih banyak berisikan project-project yang ia kerjakan selama mengikuti bootcamp Data Engineer. Sahabat DQ juga bisa tiru tips ini ya!


Selain itu, pembelajaran terstruktur juga menjadi kunci keberhasilannya dalam proses belajar. Apapun kesulitannya, selesaikan dahulu sebelum beralih ke materi selanjutnya.


“Kalau tips dari saya mungkin coba ikuti mini-course terlebih dahulu. Kemudian bisa coba belajar dengan terstruktur. Kalau sedang belajar A dan stuck, tetap diselesaikan. Jangan malah loncat belajar ke materi lain,” ungkapnya.


Gimana Sahabat DQ, kalian pilih jadi member premium DQLab dulu atau ikut beasiswa Tetris? Yuk, tentuin pilihan kalian sekarang dan gabung bersama DQLab untuk persiapan berkarir di bidang data sekarang!


Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login